top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10059 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Upah Petugas Pemilu Pertama

    PEMILIHAN umum (pemilu) tentu sulit terlaksana bila tidak ada petugas yang mempersiapkan dan menyelenggarakannya. Realisasi rencana pelaksanaan pemilu nasional pertama semakin terlihatsetelah Presiden Sukarno mengeluarkan keputusan mengenai pembentukan Panitia Pemilihan Indonesia (PPI). Alfitra Salamm dalam “Pemilihan Umum dalam Perspektif Sejarah: Pengalaman 1955”, yang termuat di Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru: Sebuah Bunga Rampai, menyebutkan melalui Keputusan Presiden tanggal 7 November 1953, PPI dilantik dan diangkat sumpahnya oleh Kepala Negara pada 28 November 1953. Setelah pelantikan dilanjutkan dengan serah terima Kantor Pemilihan Pusat pada 3 Desember 1953. Pelaksanaan rapat pertama PPI diadakan pada 14 Desember 1953. Dalam menjalankan fungsinya sebagai panitia pemilu nasional, PPI dibantu oleh Panitia Pemilihan Provinsi; Panitia Pemilihan Kabupaten; Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiap kecamatan yang bertugas mensahkan daftar pemilih dan menyelenggarakan pemungutan suara; Panitia Pendaftaran Pemilih di tiap desa yang bertugas melakukan pendaftaran pemilih dan menyusun daftar pemilih; serta Panitia Pemilihan Luar Negeri oleh perwakilan Republik Indonesia yang bertugas menyelenggarakan administrasi pemilihan dan mengumpulkan surat suara bagi WNI di luar negeri.

  • Warisan Jaringan Gas Kolonial

    HARAPAN tumbuh setelah pendudukan Jepang di Indonesia berakhir. Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM), yang memasok listrik dan gas, berharap bisa beroperasi kembali. Apalagi orang butuh listrik dan gas untuk keperluan penerangan, industri, dan rumah tangga. Memang tak mudah. Banyak instalasi pabrik gas dan pembangkit listrik yang rusak karena perang. Pabrik gas di Gembong, Surabaya, misalnya berhenti beroperasi sejak 1945. Butuh waktu untuk membenahi kembali perusahaan dan melakukan perbaikan. Ini berbanding terbalik dengan operasi perusahaan di negara lain. “Perusahaan-perusahaan NIGM di Curaçao, Suriname, dan Paramaribo berkembang pesat selama masa perang, sehingga perlu untuk memperluas kapasitas mesin dan pembangkit listrik,” catat Het Dagblad edisi 30 Agustus 1946.

  • Aksi Koboi Jenderal Moestopo

    SUASANA tegang dan panik melanda para pimpinan Republik di Yogyakarta begitu mendengar sejumlah pejabat kabinet menghilang. Salah satunya adalah Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang tak diketahui keberadaannya sejak 27 Juni 1946. Tokoh-tokoh sipil dan militer simpatisan kelompok oposisi Persatuan Perjuangan dicurigai sebagai pelakunya. “Perdana Menteri Sutan Sjahrir diserobot oleh suatu gerombolan dari tempat penginapannya di Solo. Beserta Perdana Menteri dibawa juga Menteri Kemakmuran Darmawan Mangoenkoesoemo, Mayor Jenderal Soedibjo, Mr. Soemitro, Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo,” lansir harian Merdeka, 1 Juli 1946. Pada 30 Juni 1946, Menteri Pertahanan Amir Sjarifoeddin mengumpulkan sejumlah orang kepercayaannya untuk berembuk. Mereka antara lain Jenderal Mayor dr. Moestopo, Wakil Menteri Sosial Mr. Abdul Madjid Djojodiningrat, dan tokoh pemuda simpatisan Sjahrir seperti Aboe Bakar Lubis dan Imam Slamet. Pokok pembicaraan berkisar soal penculikan Sutan Sjahrir dan apa yang harus dilakukan.

  • Oligarki Zaman Kuda Gigit Besi hingga Era Jokowi

    ISU RUU Cipta Kerja yang belum lama ini diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga perihal Pilkada 2020 menyebarkan lagi aroma oligarki. Sangitnya bau oligarki tak hanya jadi pembicaraan di ruang-ruang diskusi formal, tapi juga di beraneka media sosial. Hingga lebih dari 20 tahun pasca-Reformasi di negeri ini, oligarki belum musnah meski sudah eksis semenjak zaman kuda gigit besi. Meski sederhanya oligarki merupakan sistem kekuasaan yang terpusat pada segelintir orang saja, kenyataannya yang terjadi lebih rumit daripada itu. Menurut Vedi R. Hadiz dan Richard Robison dalam Reorganising Power in Indonesia: The Politics of Oligarchy in an Age of Markets, oligarki, terutama di Indonesia, adalah suatu sistem kekuasaan yang terstruktur di mana terjadi fusi antara kekuatan politik birokratis dan kekuatan ekonomi. Konseptualisasinya, oligarki jadi sistem di mana kekuatan birokrasi yang memegang kendali sumber daya ekonomi bisa bergandengan tangan dengan kelompok yang punya kepentingan bisnis untuk meraup keuntungan bersama.

  • Baklava, Kudapan Pencuci Mulut Khas Turki

    BEBERAPA lembar adonan filo pastry yang tipis ditumpuk satu sama lain. Adonan pastry dibuat dari adonan tepung, air, minyak, cuka, dan kuning telur. Di antara lembaran itu diisi kacang-kacangan yang dicincang. Kacang pistachio, kenari, kacang tanah, atau kacang mede biasanya menjadi pilihan. Kalau bukan kacang-kacangan, bisa pula diisi dengan kurma, parutan kelapa, atau wijen. Sebagai pemanis, madu dan sirup gula disiram di atasnya. Lalu dipanggang untuk mendapatkan tekstur renyah adonan pastry tadi. Begitulah kira-kira proses membuat baklava. Rumit tetapi sebanding dengan rasanya yang renyah berpadu manis dan kacang yang gurih.

  • Joki dari Penunggang Kuda Pacuan ke Pengerjaan Tugas Orang Lain

    SEJAK beberapa hari terakhir jagat maya dibuat heboh oleh pembahasan mengenai joki tugas di dunia pendidikan. Jasa yang ditawarkan mulai dari membantu mengerjakan tugas pelajaran dari jenjang SMP, SMA, sampai perguruan tinggi, hingga menyusun tugas akhir seperti skripsi. Tak sedikit orang yang menggunakan joki, sebuah tindakan curang dan tidak bertanggung jawab. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, joki memiliki empat arti: penunggang kuda pacuan; pengatur lagu yang menangani mesin perekam lagu atau piringan hitam (di studio radio atau diskotek); orang yang mengerjakan ujian untuk orang lain dengan menyamar sebagai peserta ujian yang sebenarnya dan menerima imbalan uang; orang yang memberi layanan kepada pengemudi kendaraan yang bukan angkutan umum untuk memenuhi ketentuan jumlah penumpang (tiga orang) ketika melewati kawasan tertentu. Joki sebagai penunggang kuda telah dikenal sejak abad ke-19. Sebab, menurut wartawan dan sejarawan Alwi Shahab dalam Batavia Kota Banjir, pacuan kuda mulai dikenal di Hindia Belanda sejak masa pendudukan Inggris (1811–1816). Arena pacuan kuda salah satunya berada di Batavia, tepatnya di Lapangan Gambir (kini Monas).

  • Gelap Terang Listrik Pedesaan

    SETIAP senja, Desa Keseneng pada 1970-an seperti tak berpenghuni. Gelap dan sepi. Sebagian penduduk desa menggunakan lampu petromak yang berbahan bakar minyak tanah sebagai sarana penerangan di rumah. “Itu pun hanya dimiliki segelintir orang seperti perangkat desa. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan senthir (lampu minyak kelapa) untuk penerangan rumah,” ujar Basuki, 55 tahun, kepala dusun Keseneng, kepada Historia. Keseneng merupakan satu dari tiga dusun di Desa Keseneng; dua dusun lainnya adalah Tlawah dan Keseseh. Desa ini masuk dalam lingkungan Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal. Lokasinya terselip di lembah Gunung Ungaran dan berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. “Listrik baru masuk Keseneng, seingat saya, menjelang Pak Harto lengser,” ujar Basuki, yang telah 24 tahun menjadi kepala dusun. Setelah listrik masuk, perlahan desa ini melepaskan predikatnya sebagai desa tertinggal.

  • Menata Gas Kota

    DI dapurnya yang mungil, Ita Mutia sibuk memasak. Aroma bawang dan berbagai bahan makanan menguar memenuhi ruangan. Setelah rampung, ia mematikan kompor gas yang terhubung sebuah pipa panjang di dinding. Dari pipa itulah mengalir gas untuk memasak. “Sudah sejak tahun 2015 saya menggunakan jaringan gas ini. Sampai sekarang masih pakai,” kata Ita Mutia (60 tahun) kepada Historia.ID. “Kita bisa pakai gas kapan saja dan berapa saja tanpa harus mikir kalau habis bagaimana.” Ita menjelaskan, pipa yang menyalurkan gas dari pusat ditanam di bawah tanah, sementara di bagian rumah, pipa-pipa itu dipasang di sejumlah dinding menuju lokasi kompor. Harga pemasangan pipa awal menghabiskan biaya sekitar Rp5 juta. Jumlah ini disesuaikan panjang pipa gas yang akan dipasang ke arah dapur. Semakin panjang pipa yang dibutuhkan semakin mahal biayanya.

  • Dari Gas hingga Listrik

    SEBUAH berita singkat dimuat koran De Locomotief edisi 10 Oktober 1895. Isinya: Otto Samuel Knottnerus, direktur Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM), berlayar ke Hindia Belanda dengan kapal uap Gedé milik Rotterdam Lloyd. Tujuannya, “memeriksa pabrik-pabrik perusahaan di Batavia dan Surabaya. Knottnerus baru diangkat sebagai direktur NIGM setelah meninggalnya B.P. van IJsselstein yang sebelumnya memimpin perusahaan selama 15 tahun. Ia merasa perlu melakukan perjalanan ini untuk mencari tahu kenapa perusahaan sulit berkembang. Ia ingin melihat langsung perusahaan, kondisi pabrik-pabriknya, operasionalnya, sekaligus melakukan negosiasi dengan pemerintah setempat mengenai berbagai hal. Knottnerus juga datang ke Semarang untuk melakukan penyelidikan awal terkait rencana memasok gas. Setelah itu ia kembali ke Batavia. Knottnerus kemudian mengunjungi Buitenzorg (Bogor) bersama C.O. Heuvelink, perwakilan resmi NIGM di Hindia Belanda.

  • 17 Februari 1674: Tsunami Dahsyat Menerjang Ambon

    HARI ini dalam sejarah, 17 Februari 1674, gempa bumi mengguncang Ambon dan sekitarnya, disusul tsunami dari Laut Banda. Bencana alam ini menjadi gempa dan tsunami tertua di Indonesia yang tercatat dengan detail oleh seorang naturalis, Georg Everhard Rumphius (1627-1702), pada 1765. Selama hampir 50 tahun Rumphius tinggal di Ambon, di mana dia menikmati pekerjaannya sekaligus tragedi karena bencana alam itu. “Tanggal 17 Februari 1674, Sabtu malam, sekitar 07:30, di bawah bulan yang indah dan cuaca tenang, seluruh provinsi kami –yaitu Leytimor, Hitu, Nusatelo, Seram, Buro, Manipa, Amblau, Kelang, Bonoa, Honimoa, Nusalaut, Oma dan tempat-tempat lain yang berdekatan, meskipun terutama dua yang pertama disebutkan– menjadi sasaran guncangan mengerikan yang diyakini kebanyakan orang bahwa Hari Penghakiman telah datang,” tulis Rumphius dalam Amboina.

  • Ribut Sengketa Nama Miss Riboet

    PERTUNJUKAN panggung opera stamboel merupakan hiburan yang digemari penduduk Hindia Belanda sejak akhir abad ke-19. Mulanya berupa tiruan opera yang dijejali sisipan adegan hiburan. Cerita yang diangkat umumnya mengenai kehidupan raja-raja dengan pakaian gemerlapan, di mana sebagian dialog dengan nyanyian sebagaimana opera. Selain itu, tontonan panggung ini juga memiliki banyak babak yang diselingi adegan nyanyian, lawak, dan tari. “Walhasil, penonton rakyat jelata yang hidupnya susah dan oleh struktur tidak mungkin mengubah nasibnya, bisa menghayalkan kehidupan yang indah selama dua-tiga jam,” tulis Misbach Yusa Biran dalam Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa. Opera stamboel berawal dari seorang pemuda Indo bernama August Mahieu yang mendirikan perkumpulan Komedi Stamboel di Surabaya pada 1891. Maksud komedi di sini bukan terjemahan comedy yang bermakna cerita lucu, melainkan pertunjukan.

  • Ketika Ibukota Khmer Diserbu dan Dijarah Ayutthaya

    PUTRAJAYA, Malaysia jadi tuan rumah pembicaraan damai antara Kamboja dan Thailand. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim memediasi pembicaraan gencatan senjata antara PM Kamboja Hun Manet dan Plt. PM Thailand Phumtham Wechayachai pada Senin (28/7/2025). Pertemuan itu digelar pasca-konflik terbuka di perbatasan Kamboja-Thailand sejak 24 Juli 2025 lalu. Selain PM Anwar Ibrahim dan para pemimpin Thailand dan Kamboja, turut hadir perwakilan Kedutaan China dan Kedutaan Amerika Serikat. Mengutip rilis bersama di laman resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia, Senin (28/7/2025), pertemuan itu mencapai tiga kesepakatan. Pertama, kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat yang berlaku tepat pada Senin (28/7/2025) pukul 24.00 waktu setempat sebagai langkah vital memulihkan perdamaian dan keamanan kawasan. Kedua, kesepakatan digelarnya pertemuan informal para panglima kawasan (panglima Regional 1 Thailand dan panglima Regional 4 dan 5 Kamboja) pada Selasa (29/7/2025) pada pukul 7 pagi waktu setempat dengan disusul pertemuan para atase keamanan yang dimediasi Malaysia. Ketiga, kesepakatan menggelar pertemuan Komite Perbatasan Umum pada 4 Agustus 2025 yang akan digelar di Kamboja.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page