top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10052 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kisah Warung Siluman

    BANDUNG 1946. Di hari ke-24 bulan Maret, secara perlahan namun pasti api mulai melahap seluruh area kota tersebut. Namun, pada beberapa titik, sekelompok pejuang masih sibuk membakar rumah-rumah dengan menggunakan dinamit lokal yang sumbunya harus disulut secara langsung. “Bayangkan di tengah hujan gerimis, kami harus melakukannya satu persatu: betapa melelahkannya,” kenang Aleh (93), eks pejuang Bandung. Dalam keadaan gelap dan hujan tiada henti, Aleh dan kawan-kawan merasakan waktu berjalan sangat lama. Tetiba pukul 20.00 terdengar ledakan yang sangat keras dari arah timur: tanda perintah untuk membakar Bandung lebih dipercepat lagi.

  • Kado Berdarah Buat Siluman Merah

    SEKIRA awal 1947, tersebutlah sebuah warung kecil di Soreang (sekarang menjadi ibu kota Kabupaten Bandung). Letaknya yang dekat jembatan Citarum menjadikan warung tersebut kerap dikunjungi para serdadu Belanda yang melintas di sana. Mereka bukan saja menjadikan warung yang dikelola sepasang suami isteri yang sudah uzur itu sebagai tempat makan, tetapi juga tempat yang sangat enak untuk bercengkrama dan melepas lelah sehabis melakukan patroli ke pelosok. Tanpa dinyana oleh para serdadu itu, Kapten Achmad Wiranatakusumah (Komandan Batalyon 26 Divisi Siliwangi) kerap menyambangi juga warung itu. Tujuannya mematai-matai secara langsung gerik-gerik musuh. Tentu saja kehadiran Achmad di sana dalam samaran. Dia berperan sebagai asisten pemilik warung tersebut. Berbulan-bulan lamanya, Achmad berlaku sebagai telik sandi. Hingga sampailah suatu hari dia meminta kakek dan nenek itu untuk menyingkir selamanya dari warung itu. Setelah membayar harga warung beserta seisinya dengan harga yang mahal, Achmad kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk memindahkan sepasang orang tua itu ke tempat yang lebih aman.

  • Seorang Menak di Garis Depan

    SEJARAWAN Rushdy Hoesein mengenang Achmad Wiranatakusumah sebagai sosok yang menyenangkan. Sebagai narasumber sejarah, Achmad hampir tak pernah menyimpan rahasia tentang segala sesuatu yang pernah dialami dalam hidupnya. Terutama yang terkait dengan kiprah menak Sunda itu di era revolusi. “Saya ingat sebulan sekali dia kerap mengundang saya untuk sekadar sarapan pagi sambil bercerita di sebuah hotel di Jakarta,” ujar Rushdy. Kendati seorang priayi, Achmad dikenal sebagai seorang egaliter. Lahir di Bandung pada 11 Oktober 1925, putra pertama dari Dalem Bandung R.A.A. Haji Muharam Wiranatakusumah dengan Raden Ayu Sangkaningrat itu sejak remaja bergaul dengan siapa saja tanpa memilah-milah kasta. Bisa jadi itu disebabkan oleh pengaruh sang ibu yang seorang nasionalis sekaligus tokoh perempuan Sunda yang merakyat.

  • Darlang Sang “Radja Boekit” Meninggal di Meja Bedah

    BELUM lama membangun armada udaranya di Hindia Belanda, pada 21 April 1917, Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) harus kehilangan salah satu perwira penerbangnya. Namanya Kapten Fransiscus Darlang. Dia merupakan veteran Perang Aceh. Kapten Fransiscus Darlang adalah anak dari pasangan Fransiscus Darlang Sr. dan Anna Maria Petronella Lorch. Arsip studbook atas nama dirinya menyebut Fransiscus Darlang lahir di Gesangan, kemungkian di sekitar Salatiga, Jawa Tengah, pada 15 Februari 1872. Sejak 23 September 1889 dia menjadi relawan di Resimen Infanteri ke-4. Setelah melalui pangkat kopral lalu sersan, pada 1896 dia diangkat menjadi Letnan Dua Infanteri. Saat itulah Darlang hadir dalam tahun-tahun terakhir Perang Aceh. Menurut catatan majalah Trompet Nomor 70, November 1939, sekitar Agustus-Oktober 1903 Letnan Darlang memimpin serombongan 20 personel KNIL di Keumala Raja, Pidie, Aceh. Berkali-kali pasukannya mendapat serangan dari orang-orang Aceh.

  • Kasan Menyelamatkan Letnan Darlang

    PADA 11 Oktober 1903, sekitar 20 serdadu KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) berada di daerah Keumala Raja, Pidie, Aceh. Patroli yang dipimpin Letnan Darlang itu tiba-tiba melihat seorang Aceh yang melompat dari rumah dan menghilang ke arah semak-semak. Sebagian anggota patroli mengejar orang bersenjata rencong tersebut. Sebagian lagi memasuki dan memeriksa rumahnya. Mereka yang mengejar kembali tanpa mendapatkan buruannya. “Letnan Darlang yang lihat betul di mana orang Aceh itu hilang berjalan sedikit ke tanah lapang,” tulis majalah Trompet No. 70, November 1939.

  • Geger Skandal Manchester City, Dulu dan Kini

    SEPAKBOLA Inggris terguncang. Klub kaya Manchester City terbelit skandal terbesar sepanjang sejarah kompetisi bola di negeri Raja Charles itu. Komisi independen bentukan Premier League menguak klub sekota Manchester United tersebut secara sistematis melanggar 114 aturan finansial sepanjang musim 2009-2010 dan 2017-2018. Merangkum laporan ABC, Rabu (30/9/2026), klub berjuluk The Citizens itu terlibat skandal keuangan dengan merekayasa kontrak-kontrak palsu mencapai 900 juta poundsterling (setara Rp21,3 triliun) untuk mendominasi kompetisi dan melejit jadi klub populer dan kaya raya sejak diambil-alih korporasi asal Uni Emirat Arab punya Pangeran Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan, Abu Dhabi United Group, pada 2008. Menurut temuan komisi independen, skandalnya dilakukan lewat skema Disguised Funding Scheme (DSF) atau skema pendanaan terselubung. Manajemen klub membuat kontrak-kontrak dengan sejumlah sponsor dengan biaya substansi yang jauh di atas nilai rata-rata pasar namun sponsor-sponsornya hanya membayar sebagian kecil dari yang tertera di atas kertas. Sisanya dibayarkan Abu Dhabi United Group. Maka, komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas kontrak-kontrak pada musim 2009-2010 dan 2017-2018 yang dianggap palsu itu dan melanggar aturan finansial Premier League sebagai operator Liga Inggris dan UEFA sebagai otoritas sepakbola Eropa.

  • Borobudur Proyek Sriwijaya

    DARI halaman sampulnya saja, buku karya Herald van der Linde tentang sejarah Kerajaan Sriwijaya telah memunculkan pertanyaan. Dalam bukunya, Srivijaya: Power, Trade and Faith in Indonesia’s First Maritime Empire, Herald memuat gambar Candi Borobudur sebagai kover utama. Letak geografis Sriwijaya terbentang jauh dengan Candi Borobudur. Kerajaan Sriwijaya berada di Sumatra kawasan selatan. Sementara itu, Candi Borobudur berdiri megah di Magelang, Jawa Tengah. “Setiap kapal yang lewat Selat Malaka menambah kekayaan Sriwijaya, mendanai candi-candi megah, memelihara pusat pembelajaran Buddha dan melahirkan Borobudur, monumen Buddha terbesar yang pernah dibangun,” kata Herald dalam diskusi bukunya di Indonesian Heritage Society Library, Jakarta, 2 Oktober 2026.

  • Rossoblù Jawara dari Masa Lalu

    SEPAKBOLA di Eropa tak pernah kehabisan kejutan. Musim ini, giliran tim-tim yang dianggap “gurem” dan ditangani pelatih-pelatih muda bikin kejutan. Jika di La Liga Spanyol ada Girona FC yang ditukangi Míchel Sánchez (48) dan di Bundesliga Jerman ada Bayer Leverkusen yang dibesut Xabi Alonso (42), di Serie A Italia ada Bologna FC 1909 yang diasuh Thiago Motta (41). Inovasi dan konsistensi jadi kunci Motta membawa Bologna untuk tak lagi dianggap klub semenjana. Pada Serie A musim lalu, I Rossoblù (julukan Bologna) finis di urutan kesembilan. Kini menjelang musim 2023-2024 berakhir dengan menyisakan tujuh laga pamungkas, Bologna tak hanya berpeluang merebut jatah tiket Champions League dengan finis di urutan keempat tapi juga masih punya kans untuk melonjak bahkan ke posisi runner-up. Saat tulisan ini dimuat, Bologna masih kokoh di urutan keempat klasemen dengan 58 poin pada giornata ke-31. Ia selisih tiga angka dari AS Roma di urutan kelima. Mengingat konsistensi Bologna, termasuk ketika berhadapan dengan tim-tim raksasa, bukan hal yang mustahil Motta bisa membawa kesuksesan lebih musim ini butat tim jawara dari masa lalu itu.

  • Memulai Kalender Jawa

    KAUM asketis atau pertapa punya nilai tawar yang patut dipertimbangkan dalam politik kekuasaan di Jawa pada awal abad ke-17. Asketisme Islam saat itu sesungguhnya melanjutkan tradisi masa Hindu-Buddha. Mereka biasanya lekat dengan daerah pedalaman dan peziarahan orang suci atau wali. Makam Sunan Tembayat (kini masuk wilayah Klaten) adalah salah satu titik penting dari gerakan asketisme di Jawa saat itu. Sunan Bayat merupakan salah satu penyebar Islam di Jawa yang diperkirakan hidup pada masa Kesultanan Demak. Pada masa kekuasaan Sultan Agung (1613-1646), hubungan Mataram dengan para asketis ini begitu problematis. “Mereka bisa mendukung kultus raja atau menghancurkannya sama sekali,” tulis Anthony Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid 2.

  • Dikira Sudah Mati, Boediardjo Ternyata Selamat

    PERANG Pasifik memaksa negara-negara Sekutu di Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda sebagai yang terbesar, mempertahankan wilayah-wilayah mereka berikut kekayaan yang terdapat di dalamnya sekuat tenaga. Perang yang dimulai oleh militer Jepang itu pula yang membuat pemuda Boediardjo “berkelana” ke banyak tempat di Asia Tenggara. Boediardjo merupakan operator radio telegraf di kesatuan zeni Jawatan Penerbangan Militaire Luchtvaart (ML) tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL). Lantaran kebutuhan perang, dia lalu dipindah ke kesatuan pembom, Bommen Werper. Dalam kesatuan baru itulah dia diikutkan dalam berbagai misi ke bermacam daerah. “Dengan pesawat Glenn Martin, saya ditugaskan ikut dalam berbagai misi pengeboman sampai ke Kalimantan, Malaya dan Thailand,” ujar Boediarto dalam memoarnya, Siapa Sudi Saya Dongengi.

  • Kematian-kematian Sekitar Pemilu 1971

    BEBERAPA orang besar meninggal menjelang Pemilu 1971. Ada politisi sipil di samping seorang jenderal. Dalam Pemilu 1971, Golongan Karya (Golkar) yang ditopang aparat Orde Baru muncul sebagai pemenang. Setelah Sukarno lengser, MPR sudah memutuskan Pemilu akan diadakan pada 1968, ketika Soeharto baru saja menjadi presiden penuh, namun gagal dilaksanakan. “Yang dilakukan Soeharto adalah mengundur Pemilu itu, karena tidak cukup waktu untuk melaksanakannya, maka Pemilu itu diadakan pada 1971,” kata sejarawan Asvi Warman Adam dalam diskusi buku Ken Ward berjudul NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971 di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat pada 2 April 2024.

  • Kenapa Gagal Mengakhiri Pidana Mati?

    AKHIR Juli 2016, pemerintah kembai melakukan eksekusi mati terpidana narkotika. Pro dan kontra pun kembali bergema mengenai masih pantaskah hukuman mati diterapkan di Indonesia. Pemerintah berdalih hukuman mati masih diperlukan untuk menimbulkan efek jera, terutama dalam kasus narkoba, dan juga demi kepastian hukum mengingat hukum positif di Indonesia masih menganut hukuman mati. Sementara pegiat hak asasi manusia (HAM), yang menolak hukuman mati, beranggapan hukuman itu melanggar HAM. Sejumlah negara di dunia sudah menghapus praktik tersebut. Mereka juga menyebut bahwa hukuman mati menimbul efek jera adalah mitos, terbukti dengan meningkatnya pengguna narkoba. “Pada 1988 dan 1996, penelitian PBB menunjukan bahwa efek jera tidak terbukti,” kata Arif Maulana, kepala Bidang Fair Trail Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Bersama Komnas HAM, Elsam, Imparsial, dan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), LBH menggiatkan kampanye penghapusan hukuman mati di Indonesia.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page