top of page

Hasil pencarian

9862 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Aksi Spionase di Balik Kematian Leon Trotsky

    BERITA kegagalan kelompok David Alfaro Siqueiros, muralis terkemuka Meksiko, membunuh Leon Trotsky sampai ke telinga Joseph Stalin. Pemimpin Uni Soviet itu geram saat tahu tokoh revolusi Bolshevik yang lahir dengan nama Lev Davidovich Bronstein tersebut selamat dari serangan pada Mei 1940. Sejarawan Rusia Dmitri Volkogonov dalam Trotsky: The Eternal Revolutionary menulis bahwa Stalin mendesak Lavrenti Beria, polisi rahasia yang pernah memimpin Komisariat Rakyat untuk Urusan Dalam Negeri Uni Soviet (NKVD), untuk melanjutkan operasi menyingkirkan Trotsky. Yang mendapat tugas menjalankan operasi tersebut adalah Naum Isakovich Eitingon atau Leonid Eitingon. Baik Beria maupun Eitingon tahu betul bahwa operasi kali ini tidak boleh ada kesalahan. “Yang dipertaruhkan bukan hanya nyawa orang yang bersembunyi di Meksiko, tetapi nyawa Eitingon dan keluarganya. Ia harus menemukan cara untuk menyusupkan anak buahnya ke dalam rumah Trotsky, karena sejak percobaan pembunuhan di bulan Mei, Trotsky telah menghentikan kebiasaannya melakukan perjalanan ke bukit-bukit untuk mencari kaktus,” tulis Volkogonov.

  • Kontes Memasak Tempo Dulu

    KOMPETISI memasak Master Chef Indonesia (MCI) musim ke-11 baru saja usai. Pada babak final, Belinda keluar sebagai juara mengalahkan Kiki. Hasil ini tidak begitu memuaskan penonton. Kiki lebih diunggulkan karena kemampuan memasaknya acapkali memenangi tantangan. Kedua finalis masih sama-sama muda dan berpotensi. Kiki berpengalaman sebagai pegawai restoran (kitchen helper) di Medan. Sementara itu, Belinda adalah jebolan sekolah masak ternama Le Cordon Bleu, Selandia Baru. Keluhan para penonton itu terlihat dalam komentar di berbagai laman media sosial -seperti Twitter, Facebook, dan Instagram- hingga menjadi topik yang sedang sejak kemarin. Jauh sebelum MCI menjadi tontonan populer, kontes memasak sudah eksis setidaknya pada warsa 1980-an. Pada 1988, majalah Femina untuk kali pertama menyelenggarakan kompetisi memasak untuk amatir bertajuk “Lomba Masak Pria”. Kontes ini dihelat dalam rangka memeriahkan Festival Telur dan Ayam. Tujuannya untuk menggalakan konsumsi protein di tengah masyarakat.

  • Petualangan Pelancong Inggris Mencari Suku Baduy Dalam (3)

    TEPAT setelah jam lima pagi, Nina Epton terbangun oleh kilatan cahaya dan suara berisik di belakang rumah kepala desa. Cahaya itu berasal dari obor yang dibawa penduduk desa ke dan dari sungai. Sementara suara berisik berasal dari dapur di mana para wanita tengah menumbuk padi untuk memisahkan gabah dari sekam. Setelah sarapan, Epton bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk menemui Suku Baduy Dalam, yang ia sebut the invisible people atau orang-orang tak terlihat. “Kami kini telah terbiasa berjalan tanpa alas kaki, dan kami membuat kemajuan yang baik sehingga kami sampai di Ciboleger, desa terdepan di perbatasan wilayah Baduy, sebelum tengah hari,” tulis Epton, mantan wartawan BBC London, dalam Magic and Mystic of Java. Desa Ciboleger berada di lereng bukit berhutan lebat dan dikeliling hamparan sawah yang membentang luas. Bersama dengan Darmono, Japar, dan para porter yang membawa barang-barang keperluan ekspedisi, Epton menuju rumah kepala desa Ciboleger. Setelah tiba di sana, Japar menyeberang ke wilayah Baduy untuk menyampaikan berita kedatangan mereka bersama pesan Hilman Djajadiningrat tentang Epton dan rombongannya, kepada puun di desa terdekat.

  • Petualangan Pelancong Inggris Mencari Suku Baduy Dalam (2)

    TUKANG becak mengantar Nina Consuelo Epton, pelancong asal Inggris, dari tempat Hoesein Djajadiningrat ke sebuah bungalow di sudut jalan yang sepi di daerah permukiman Jakarta. Setibanya di sana, ia disambut pelayan yang mengantarkannya ke ruangan yang nyaman dan berperabot lengkap. Tak lama kemudian Hilman Djajadiningrat masuk ke dalam ruangan. “Sama sekali tidak ada gunanya kamu pergi sendirian, kamu tidak akan bertemu siapa-siapa dan tidak ada yang bisa masuk ke wilayah Baduy Dalam kecuali orang Baduy,” kata Hilman sebagaimana ditulis Epton dalam Magic and Mystic of Java yang berisi catatan perjalanannya selama mengunjungi Indonesia pada 1950-an. Hilman pernah menjabat bupati Serang (1935–1945) dan gubernur daerah federal Batavia (1948–1950). Ia bercerita kepada Epton bahwa salah satu anggota keluarganya mempekerjakan seorang Baduy pelarian bernama Japar di perkebunan karetnya. Seperti nenek moyang Djajadiningrat kami dari abad ke-17, ia juga anak seorang Pu’un atau pemimpin Suku Baduy Dalam.

  • Petualangan Pelancong Inggris Mencari Suku Baduy Dalam (1)

    PERJALANAN mengunjungi sejumlah wilayah di Indonesia pada 1950-an menjadi pengalaman yang berkesan bagi Nina Consuelo Epton (1913–2010). Tak heran bila tiga tahun setelah perjalanan pertamanya, wanita yang pernah bekerja sebagai wartawan BBC London itu kembali ke Indonesia untuk melakukan ekspedisi. Kali ini misinya menemui Suku Baduy yang ia sebut sebagai “the invisible people” atau “orang-orang tak terlihat”. Dalam bukunya, Magic and Mystic of Java, Epton berkisah awal mula perkenalannya dengan Suku Baduy. Wanita kelahiran Hampstead, London tahun 1913 itu mulai tertarik dengan suku yang mendiami wilayah Banten tersebut sejak membaca tentang mereka di buku The History of Java karya Sir Thomas Stamford Raffles. Mantan Letnan Gubernur Jenderal Inggris di Jawa itu menulis bahwa Suku Baduy yang tinggal di pedalaman Banten merupakan keturunan dari orang-orang yang lari ke dalam hutan setelah runtuhnya bagian barat kota Pajajaran pada abad kelima belas. Meski tidak sempat bertemu orang-orang Baduy selama masa tugasnya di Hindia Belanda, Raffles memiliki ketertarikan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap masyarakat tersebut. Oleh karena itu, ia mengumpulkan informasi mengenai Suku Baduy dan menuliskannya ke dalam salah satu bagian bukunya.

  • Jiwa Seni Asrul Sani

    NAMA Asrul Sani turut mewarnai sejarah kebudayaan Indonesia modern. Sebagai seniman, karya-karyanya sohor dalam berbagai puisi, cerpen, drama, dan film. Meski telah wafat pada 11 Januari 2004 silam, namanya dikenang sebagai salah satu seniman terbesar Indonesia. “Asrul Sani sosok yang tidak hanya menghasilkan karya-karya tetapi juga membentuk arah perkembangan kebudayaan nasional. Sebagai penyair Angkatan ‘45, dia turut menghadirkan semangat kemerdekaan dan kemanusiaan dalam sastra Indonesia. Sebagai penulis skenario dan sutradara, karya-karyanya menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman nasional,” kata Sekjen Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta dalam pembukaan pameran “Jejak Langkah Kreatif Asrul Sani” di Perpustakaan Nasional, Jakarta, 9 Juni 2026. Asrul Sani lahir di Rao, Pasaman, Sumatra Barat, pada 10 Juni 1925. Bungsu dari tiga bersaudara ini berayah-ibu Sultan Marah Sani Syair Alamsyah dan Nuraini Nasution. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Bukittinggi, Asrul melanjutkan pendidikan ke Jakarta. Setamatnya dari sekolah Taman Siswa, dia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Kedokteran Hewan Bogor. Tapi, ketertarikannya pada sastra dan suasana perjuangan kemerdekaan saat itu menyebabkan kuliah kedokteran hewannya mangkrak.

  • Gatotkaca Terbang, Mendarat di Museum

    HARI Penerbangan Nasional tahun ini, Selasa (27/10/2020), patut dijadikan cermin untuk merenungkan sudah sejauh mana Indonesia melangkah dalam dunia kedirgantaraan. Persaingan ketat di bidang kedirgantaraan internasional yang telah diikuti negara seperti RRC, India, bahkan Brazil, boleh dibilang belum “mengikutsertakan” Indonesia secara penuh di dalamnya. Kondisi tersebut seakan mundur dari masa ketika Indonesia masih bayi. Menurut Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta Kolonel Sus. Dede Nasrudin dalam webinar “Gatotkaca Mengguncang Dunia”, Selasa (27/10/2020), republik yang walaupun masih bayi sudah berusaha menelurkan pembuktian kompetensinya dalam hal dirgantara berkat penerbangan yang dilakukan Komodor Udara Agustinus Adisutjipto pada 27 Oktober 1945. Saat itu yang digunakan adalah pesawat bekas Jepang, Yokosuka K5Y alias “Cureng”. “Hari ini ditetapkan sebagai Hari Penerbangan Nasional sejak 27 Oktober 1945 Pak Adisutjipto menggunakan pesawat Cureng dengan identitas roundel merah putih pertamakali terbang di atas Maguwo (kini Lanud Adisutjipto) dan kota Yogyakarta. Ini bukti kepada dunia internasional bahwa kita sudah bisa menerbangkan pesawat dengan pilot asli orang Indonesia berlogo merah putih,” ujarnya.

  • Saat Jenderal Gatot Soebroto Beraksi di Yugoslavia

    SEPTEMBER, 1961. Presiden Sukarno berkunjung ke Yugoslavia dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-Blok. Selain didampingi Letjen TNI Gatot Soebroto, Deputi Kepala Staf Angkatan Darat, Bung Karno juga mengajak putra sulungnya, Guntur. Rombongan Bung Karno menumpang pesawat carter Pan Am DC-707. Selain untuk menghadiri KTT Non-Blok, tujuan muhibah Sukarno adalah meninjau kapal perang pesanan Indonesia yang sedang dibuat di Yugoslavia. Sehubungan dengan kepentingan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Abdul Haris Nasution telah tiba duluan di Yugoslavia. Adapun kapal perang yang tengah dipesan itu adalah jenis Submarin chaser buatan Yugoslavia, kapal anti kapal selam yang mampu bergerak cepat sebagai kapal pemuburu. Dalam penerbangan, Sukarno menuturkan betapa canggihnya kapal tempur pesanan TNI itu. Guntur antusias mendengarnya dan menanyakan berbagai hal, mulai dari meriam, radar, hingga daya tempuh tembakan. Sayangnya, Sukarno kurang begitu paham soal seluk-beluk alustista. Dia menyarankan Guntur untuk bertanya lebih lanjut kepada Jenderal Gatot.

  • A.H. Nasution dan Zulkifli Lubis Akur, Gatot Soebroto Senang

    DEMI bisa melihat upacara pelantikan suaminya, Kolonel A.H. Nasution, menjadi KSAD untuk kali kedua, di Lapangan Banteng pada 1 November 1955, Johana Sunarti terpaksa menumpang pada seorang kenalan suaminya, Kadir. Dari rumah Kadir yang berada di pinggir Lapangan Banteng itulah Johana bisa leluasa melihat upacara pelantikan itu. “Beda dengan protokol masa Orde Baru (Orba), maka di masa liberal itu sang isteri pejabat tidak masuk protokol, jadi tidak diundang, kebiasaan dari masa perjuangan 1945-50 masih dihayati,” kata Nasution dalam otobiografinya, Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 3. Upacara pelantikan itu juga berbeda dari pelantikannya sebagai KSAD saat pertamakali (1949) dan pelantikan-pelantikan para petinggi militer lain sebelumnya. “Sejak 1945 baru kali inilah pelantikan pejabat tinggi TNI dilakukan di depan pasukan. Sejak dulu pelantikan dilakukan di Istana Presiden. Prakarsa ini datang dari Kolonel Z. Lubis, yang menganggap lebih tepat di depan pasukan daripada di Istana. Saya sependapat dengan beliau,” sambung Nasution.

  • Bahasa Belanda Gatot Soebroto di India

    DI BANDARA Kemayoran, sejumlah petinggi negara berkumpul. Tampak di antara mereka Menteri Keamanan Nasional/Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Abdul Haris Nasution, yang berbincang dengan wakilnya Letnan Jenderal Gatot Soebroto. Selain Nasution, turut mendampingi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Surjadi Suryadarma bersama Gubernur DKI Jakarta Soemarmo dan Panglima Kodam V Jaya Kolonel Umar Wirahadiusumah. Duta Besar India dan Myanmar beserta atase militer masing-masing pun tampak mengiringi. Mereka hendak mengantar rombongan misi Angkatan Darat bertolak ke India dan Myanmar. “Misi ADRI ke India dan Birma untuk persahabatan dan meninjau objek militer,” demikian diwartakan Harian Patriot, 19 April 1960.

  • Pembajakan 19 Hari

    DESA De Punt, Glimmen, Belanda, 11 Juni 1975 pukul 05 pagi. Keheningan suasana desa disobek suara enam pesawat F-104 Starfighter AU Belanda yang terbang rendah di atas sebuah keretapi. Para personil Bijzondere Bijstands Eenheid/BBE Marinir Belanda di dekat kereta itu langsung menyerbu kereta. Mereka berupaya membebaskan penduduk sipil yang disandera sekelompok pemuda pejuang Republik Maluku Selatan (RMS) di dalam kereta tadi. Pembajakan kereta dan penyanderaan itu jadi imbas tak langsung dari Pengakuan Kedaulatan di pengujung 1949 dan penguasaan Kepulauan Maluku oleh Tentara Nasional Indonesia setahun berikutnya. Banyak mantan personel KNIL yang jadi pejuang dan simpatisan kemerdekaan RMS lalu memilih tinggal Belanda. Selain adanya ikatan emosional kuat antara mereka dengan Belanda, jaminan bantuan pemerintah Belanda untuk mewujudkan RMS menjadi alasan kuat mengapa mereka memilih tinggal di Belanda. Namun, alih-alih mendapatkan apa yang mereka impikan, dari hari ke hari mereka justru mendapat perlakuan sebaliknya. Tempat penampungan mereka tak layak, hanya kamp-kamp berkondisi buruk. Yang lebih penting, tak terlihat upaya sungguh-sungguh pemerintah Belanda dalam menepati janji mewujudkan RMS. Mereka pun marah.

  • Teknologi Radar di Microwave

    KETIKA Percy Spencer mengamati tabung yang memancarkan gelombang mikro, bagian dari sistem radar untuk pertahanan Sekutu di Perang Dunia II, permen di saku bajunya meleleh. Insinyur di Raytheon Manufacturing Corporation, Massachusetts, Amerika Serikat itu menyadari tengah berada dalam momentum penemuan menarik bahwa gelombang mikro tidak hanya bermanfaat untuk menghalau kekuatan lawan, tetapi juga dapat memanaskan makanan. Inilah cikal bakal terciptanya microwave. Kemunculan microwave berkaitan dengan pengembangan radar. Mulanya, sejumlah ilmuwan Inggris meneliti sumber energi gelombang mikro untuk menggerakan sistem radar bagi kepentingan militer. Para ilmuwan gencar melakukan penelitian karena ancaman invasi Jerman ke Eropa. Hasilnya, pada Februari 1940, dua ilmuwan dari Universitas Birmingham, John Randall dan Henry Boot, merancang tabung elektronik disebut valve yang menghasilkan energi gelombang mikro dengan sangat efisien. “Kemampuan unik magnetron untuk mentrasmisikan gelombang mikro dengan daya sangat tinggi memungkinkan peralatan radar dibangun dengan ukuran yang jauh lebih kecil, daya yang lebih besar, dan akurasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rancangan sebelumnya. Alat ini dapat dipasang di pesawat terbang untuk ‘melihat’ pesawat lain atau target di darat,” tulis Leo R. Reynolds dalam “The History of the Microwave Oven”, termuat di The Journal of Microwave Power and Electromagnetic Energy, Volume 10, No. 5, 1989.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page