Hasil pencarian
Cari di situs ini
10069 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Wabah Rabies Munculkan Vampir
PADA abad ke-18, kepercayaan pada vampir menjadi mitos tenar di daerah Balkan. Vampir digambarkan sebagai orang mati yang bangkit dari kubur, berkelana saat malam, dan bertahan hidup dengan mengisap darah orang atau hewan. Dalam risetnya bersama Christopher Cowled, Bats and Viruses: A New Frontier of Emerging Infectious Diseases, Lin Fa Wang menduga mitos vampir erat kaitannya dengan rabies yang pernah mewabah di Eropa. Dugaan mereka berasal dari kesamaan ciri vampir dan penyakit rabies, serta kemunculan mitos vampir yang bersamaan dengan wabah. Secara umum diketahui bahwa rabies ditularkan lewat anjing atau serigala. Namun, rabies juga ditemukan menginfeksi hewan herbivora yang ditularkan oleh kelelawar. Dari situlah dokter asal Spanyol Juan Gomez-Alonso juga menduga legenda vampir dan manusia serigala mungkin berkaitan erat dengan pandemi rabies di Eropa Timur dari 1721 hingga 1728.
- Memotong Khitan Perempuan
YAYASAN Assalaam Bandung, yang bergerak di bidang agama, sosial, dan pendidikan, punya tradisi melaksanakan khitan massal. Pesertanya bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan. Pada 10 Januari 2016, sebanyak 150 laki-laki dan 75 orang perempuan ikut khitanan massal. Usianya beragam. Peserta khitan laki-laki umumnya anak-anak berusia taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Sedangkan peserta perempuan ada yang remaja, bahkan mahasiswi, dengan usia 22 tahun. Khitan perempuan ditangani tim khusus yang semuanya kaum hawa. “Khitan perempuan berbeda dengan khitan anak laki-laki karena sebatas mengambil amat sedikit kulit sehingga diolesi obat langsung sembuh,” ujar Cecep Suryana, ketua panitia, dikutip pikiran-rakyat.com.
- Bong Supit Bogem
KETIKA hendak mengkhitankan anak lelakinya pada awal 1990-an, Daruni bersama suaminya mendatangi bong supit Bogem di daerah Kalasan, Prambanan, Yogyakarta. “Dalam alam pikir orang Yogya, jika ingin supit ya ke Bogem,” ujar Uni, panggilan akrab Daruni, merujuk juru khitan di dusun Bogem, tepatnya di Jalan Solo Km. 16 Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Supit dalam bahasa Jawa berarti alat untuk menjepit atau khitan. Maka, bong supit berarti juru khitan. Setelah mendaftar, tak lama kemudian, putra Uni pun dipanggil masuk. Tak ingin melewatkan bagian penting dari ritus kedewasaan putranya, Uni ikut menemani. “Juru supitnya sabar. Dia terus mengobrol dengan anak saya. Dari soal sekolah hingga cita-cita. Sementara tangan si juru supit terus bekerja. Saya pikir, dengan mengobrol, perhatian si anak teralihkan dari proses khitan yang dijalaninya,” ujar Uni, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang juga salah satu pentolan Bengkel Tari Nini Thowok.
- Achmad Salim Taruna Revolusioner
SETELAH kursus pendidikan calon perwira bumiputra di Sekolah Militer Jatinegara ditutup, maka calon perwira yang akan menjadi perwira tentara kolonial Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) terpaksa harus belajar dulu ke Belanda. Mereka yang pernah sekolah sampai kelas tiga Hoogere Burgerschool (HBS) memenuhi syarat mendaftar ke Cadetten School (Sekolah Kadet) Alkmaar dan kemudian masuk Akademi Militer Koninklijk Militaire Academie (KMA) Breda. Sebagai jebolan HBS di Batavia, Achmad Salim mencoba peruntungannya untuk bisa jadi opsir KNIL. Ia akhirnya diterima di sekolah kadet Alkmaar. Achmad Salim, menurut Studbook'Oost-Indisch Boek (koleksi Arsip Nasional Den Haag), adalah pemuda kelahiran Padangsidempuan, Tapanuli, Sumatra Utara, 28 Desember 1901. Putra dari Djanin Gelar Djasadjoeangan dan Si Hadji itu tinggi badannya 1,577 cm. Sebelum di Belanda, dia tinggal di Batavia. Pada 23 Juli 1918 dia mulai menjadi kadet di Sekolah Kadet Alkmaar.
- Ketika Arsenal Masih Sekadar Tim Buruh Pabrik
MUSIM lalu, banyak suara sumbang fans Arsenal menginginkan Mikel Arteta, sang pelatih, angkat kaki. Di akhir musim ini, namanya justru dipuja usai membawa Arsenal mengentaskan 22 tahun puasa gelar Liga Inggris. Bahkan, Arteta diusulkan diabadikan dalam bentuk patung. Arsenal FC resmi dinobatkan sebagai kampiun Liga Inggris musim 2025-2026 20 Mei 2026 lalu kala pesaing terdekatnya, Manchester City, terpeleset saat bertamu ke markas Bournemouth FC dengan hanya imbang 1-1. Namun pengangkatan trofi dan perayaannya baru dilakoni skuad Arsenal di Selhurst Park pasca-memenangi laga terakhir musim ini kontra Crystal Palace, 2-1, Minggu (24/5/2026). Tim London Utara berjuluk The Gunners itu terakhir kali merasakan titel liga pada musim 2003-2004, saat masih ditukangi pelatih legendaris Arsène Wenger. Musim itu skuad Arsenal dengan bintangnya Thierry Henry juga mendapat label “The Invincibles” karena jadi satu-satunya klub Inggris tak terkalahkan dalam 38 partai liga yang dimainkannya.
- Isaac Irot dari Marsose ke TNI
MENJELANG kedatangan tentara Jepang ke Hindia Belanda pada awal 1942, beberapa anggota pasukan khusus tentara kolonial Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), Marechaussee alias Marsose, dikirim ke daerah koloni Inggris Malaka. Pasukan Marsose itu dipimpin Kapten Supheert. Agar perlawanan terhadap tentara Jepang bisa dilanjutkan, setelah Februari 1942 pasukan itu harus mundur ke Sumatra. Pasukan itupun dibagi menjadi dua kelompok ketika akan menyeberangi Selat Malaka dengan perahu. Saat itulah Prajurit kelas dua Irot mengambil peran besar bagi pasukannya. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk tugas berbahaya yang tak satupun dari rekannya bersedia mengambilnya.
- Sepenggal Kisah dari Kolonel Hidajat Martaatmadja
BUKITTINGGI, 19 Desember 1948. Hawa dingin masih membekap pagi, ketika Mayor Chairun Basri, Kepala Intelijen Panglima Komandemen Sumatra, mendengar suara ketukan. Begitu pintu dibuka, nampaklah Kapten Islam Salim, ajudan Panglima Teritorium Sumatra Kolonel Hidajat Martaatmadja. Setelah memberi hormat, dia menyampaikan pesan Hidajat supaya Chairun cepat datang menemui sang kolonel di markas besar. Ada rapat penting terkait rencana penyerbuan Belanda ke seluruh wilayah di Indonesia. Singkat cerita bertemulah mereka bertiga dengan staf lainnya di kantin markas. Baru saja rapat dibuka Kolonel Hidajat, tetiba terdengar raungan suara pesawat tempur musuh di langit Bukittinggi.Raungan bak suara ribuan tawon itu kemudian diikuti ledakan bom dan rentetan senjata otomatis. Markas Komandemen Sumatra dan Markas Komando Sumatra Barat yang posisinya berdampingan seketika porak poranda. Tak ada yang bisa dilakukan oleh Kolonel Hidajat dan anak buahnya kecuali bertiarap di lobang-lobang perlindungan yang memang sudah tersedia sekitar markas. Ketika sebuah bom jatuh menimpa sebuah lubang perlindungan, baru saja Mayor Chairun meninggalkannya.
- Harta Peninggalan dalam Arsip Perwalian
HAK perwalian anak kerap kali menjadi persoalan pelik. Kasus Gala Sky, putra pasangan selebritas Bibi Adriansyah dan Vanessa Angel, adalah satu contoh yang pernah menghebohkan publik beberapa waktu silam. Gala menjadi yatim piatu setelah orang tuanya meninggal akibat kecelakaan. Namun, perwaliannya berbuntut konflik antara keluarga besar ayah dan ibunya saling klaim hak asuh. Itu hanyalah segelintir perkara perwalian anak yang mencuat ke permukaan. Belum lagi kasus penyalahgunaan hak perwalian yang jamak terjadi di tengah masyarakat. Sejatinya, lembaga perwalian sudah diatur sejak zaman kolonial. Ia bernama Weeskamer, yang dibentuk pada masa Gubernur Jenderal VOC Pieter de Carpentier tertanggal 1 Oktober 1624. Setelah Weeskamer, dibentuklah Boedelkamer atas resolusi Gubernur Jenderal Antonio van Diemen pada 26 Mei 1640. Pada masanya, kedua lembaga inilah yang berperan mengatur urusan perwalian anak.
- Fights for Oil in Jambi, Indonesia
CORNELIS Plaatzer was just 20 years old when he enlisted as a volunteer in the Royal Netherlands Army (Koninklijk Landmacht/KL) shortly after World War II. This young man from Putten, the Netherlands, was then sent to newly independent Indonesia to restore Dutch control, which had been lost following the defeat of Japan. The Netherlands had to wage war against Indonesia to reclaim the territory it once called the Dutch East Indies. Cornelis Plaatzer arrived in Indonesia as part of Battalion 2 of the 9th Regiment of the KL. He was then selected for the Red Beret special forces paratroopers. By late 1948, he was stationed near Bandung, living in a military barracks. His unit was the paratrooper company of the Regiment Speciale Troepen (RST), and he was part of the parachute unit. On August 20, 1948, Cornelis, the son of Jan Plaatzer and Jannetje Kool, was temporarily promoted to corporal.
- Pembersih Gigi Zaman Kuno
RUMPUT kadang menjadi masalah jika dibiarkan tumbuh liar, terutama jenis rumput yang dikenal sebagai rumput teki (Cyperus rotundus). Tanaman khas daerah tropis ini, yang juga mudah ditemui di berbagai wilayah Indonesia, merupakan salah satu rumput liar paling buruk untuk dikontrol karena persebarannya yang invasif. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa rumput teki berperan penting dalam kehidupan manusia di zaman kuno. Bak pasta gigi di zaman modern, rumput teki merupakan pembersih gigi yang ampuh. Sebuah penelitian terhadap sisa-sisa tengkorak yang terkubur di situs arkeologi Al-Khiday, dekat Sungai Nil di Sudan, dan usianya dapat ditarik sampai tahun 6700 SM menunjukkan bahwa rumput teki sudah dikonsumsi orang-orang prasejarah.
- Cara Pria Asia Tenggara Kuno Memuaskan Pasangan
ANTHONY REID, sejarawan ahli Asia Tenggara dari Australian National University, menunjukkan kebiasaan tak lazim masyarakat Asia Tenggara dalam berhubungan seksual. Para pria biasanya menggunakan aksesoris pada penis untuk memuaskan pasangannya. Mereka melakukannya, sekalipun proses pembuatannya menyakitkan, demi sensasi seksual tiada tara. Di Siam (kini, Thailand), pria yang menginjak usia 20 tahun mengiris penis dengan pisau halus lalu memasukan bola-bola atau lonceng kecil pada kulit lepas di sisi sekitar kepala penis.
- Bertani Zaman Kuno
TIKUS-tikus menyerang ladang. Seorang laki-laki nampak sedang membakar sesuatu. Asapnya diarahkan pada ladang yang sedang diserang tikus itu. Dia hendak menghalau tikus-tikus itu agar tak mengganggu ladangnya. Penggambaran itu terpahat pada relief Karmawibhangga di Candi Borobudur. Pada panil relief lainnya, babi muncul sebagai pengganggu. Ia pun ditombak oleh warga. Di panil lain digambarkan dua orang yang bertugas menjaga sawah. Mereka menunggu di dalam gubuk di tengah sawah. Ada pula seekor anjing yang berbaring di bawah gubuk itu. “Hama tikus diberantas pakai emposan, itu pakai daun kelapa yang kering dibakar tidak ada apinya, yang dipentingkan asapnya. Itu juga ada anjingnya disuruh jegok-jegok, nanti terus digropyok orang [tikusnya],” kata Djaliati Sri Nugrahani, dosen arkeologi Universitas Gadjah Mada kepada Historia.





















