top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10055 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Tiga Negara Berbagi Sejarah lewat Dokumenter Kunjungan Nehru

    SAKING tak sabarannya, hari itu, 7 Juni 1950, Perdana Menteri (PM) India Pandit Jawaharlal Nehru mendekat ke pagar pembatas dek kapal penjelajah ringan INS Delhi (C74) yang membawanya ke Jakarta. Ia melambaikan tangan kepada ribuan penyambutnya begitu kapalnya bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Narator dalam bahasa Inggris menerangkan bahwa PM Nehru datang ke Jakarta untuk memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) Sukarno dan Wakil Presiden cm PM Mohammad Hatta. Saat turun dari kapal, Nehru langsung disambut Gubernur Militer Jakarta Kolonel Daan Jahja. Dalam anjangsananya selama 10 hari, PM Nehru melakoni segudang agenda. Selama di Jakarta saja ia menjalani agenda penyambutan Presiden Sukarno di Istana Negara dan Ketua DPR Mr. RM Sartono di Pejambon, tur keliling kota Jakarta ditemani Presiden Sukarno, mengunjungi Museum Jakarta (kini Museum Nasional), hingga gala dinner yang turut diramaikan kalangan pejabat diplomatik negara-negara asing di Istana Negara.

  • Melihat Lebih Dekat Lukisan Kehidupan Margaret Keane

    MARGARET (Amy Adams) akhirnya mengambil keputusan berat dalam hidupnya pada suatu hari itu di tahun 1958. Sejumlah lukisan di dinding rumahnya ia copoti. Setelah koper-koper pakaian dan peralatan lukisnya selesai dikemas, ia nyalakan mesin mobil. Tancap gas. Ia tak mau lagi menengok ke belakang, ke rumahnya di California Utara. Perceraian dengan suaminya, Frank Ulbrich, menjadi pil pahit yang tak perlu dimasukkan dalam “laci” ingatannya. Margaret membawa Jane kecil (diperankan Delaney Raye) untuk memulai kehidupan baru di San Francisco. Berbekal bakat melukis, Margaret lalu melamar pekerjaan sebagai ilustrator di sebuah pabrik furnitur. Ia juga mendapat kenalan baru, Walter Keane (Christoph Waltz), seorang makelar properti yang mengaku jadi pelukis amatir. Walter terkesan dengan hasil karya Margaret berupa karakter-karakter anak kecil dengan ekspresi buram. Yang menjadikan lukisan cat akrilik di atas kanvas itu unik adalah semua karakter punya proporsi mata besar. Kebanyakan lukisan anak kecil itu menggunakan Jane sebagai modelnya, yang dikreasikan menjadi anak perempuan atau bahkan bocah laki-laki.

  • Bidan Ujung Tombak Penyehatan Generasi Baru

    SETELAH Belanda hengkang, Indonesia berusaha membenahi sistem tata kesehatan masyarakat. Dengan kembalinya dokter Eropa ke negeri masing-masing, jumlah dokter di negara baru ini pun amat minim, pun layanan kesehatan ibu dan anak. Untuk mengatasi minimnya jumlah dokter, pemerintah meminta bidan, mantri, bahkan perawat bertindak sebagai pemimpin layanan kesehatan di pedalaman. Mereka harus memberi layanan kesehatan umum, layanan persalinan dan postpartum, cek kesehatan, Keluarga Berencana, vaksinasi, dan konsultasi kesehatan warga. Sebagai ujung tombak dalam pemeliharaan kesehatan ibu dan anak khususnya di pedalaman, para bidan lulusan RS Budi Kemulyaan berkumpul pada 15 September 1950 untuk merumuskan tujuan bersama. Mereka sepakat membentuk perkumpulan yang bertujuan menghidupkan rasa persaudaraan sesama bidan dan perempuan pada umumnya dan menyokong kerjasama dengan pemerintah dalam menjaga kesehatan rakyat.

  • Swastika, Lambang Mulia yang Dicemari Nazi

    SWASTIKA. Simbol yang sejatinya eksis sejak ribuan tahun lampau itu tak dimungkiri sudah ternoda maknanya gegara Adolf Hitler cs. menggunakannya ketika menguasai Jerman lewat Partai Nazi. Pasca-Perang Dunia II, simbol itupun jadi hal yang haram dipergunakan lagi, kecuali oleh Ilmavoimat alias Angkatan Udara Finlandia. Unit Komando AU Finlandia menggunakan logo swastika sejak 1918 walau akhirnya ditanggalkan. Logonya berupa simbol swastika dihiasi sayap keemasan diganti menjadi elang berwarna emas di dalam perisai bulat berwarna biru yang dikelilingi enam sayap putih. Perubahan itu tak menimbulkan kegaduhan apapun lantaran Ilmavoimat mengubahnya tanpa pengumuman publik pada 2017. Publik baru aware ketika sejarawan dan pengamat politik internasional Universitas Helsinki Profesor Teivo Teivainen mengunggah sebuah utas di akun Twitter-nya, @TeivoTeivainen, 30 Juni 2020.

  • Pahitnya Hidup Cornelia

    CORNELIA tak menyangka, pernikahan keduanya dengan Johan Bitter berujung nestapa. Tak hanya kehilangan harta yang digelapkan suaminya, Cornelia juga jadi buah bibir kalangan elite Belanda. Kisruh rumah tangga Cornelia dengan Bitter menjadi skandal di Batavia pada paruh kedua abad ke-17. Cornelia van Nijenroode, putri Cornelis van Nijenroode, kepala cabang VOC di Jepang, dengan wanita Jepang bernama Surishia, salah satu selirnya. Sejarawan Leonard Blussé dalam Persekutuan Aneh: Pemukim Cina, Wanita Peranakan, dan Belanda di Batavia VOC menulis, beberapa tahun setelah kematian ayahnya di pengujung Januari 1633, Cornelia dikirim ke Batavia. Nicolaes Couckebacker van Delft, kepala perwakilan setempat, memberitahukan kepada gubernur jenderal bahwa pada 20 November 1637 Cornelia bersama saudara tirinya, Hester, telah berlayar ke Batavia dengan menumpang kapal pemburu Kompeni, Galjas.

  • Ketika Cornel Simanjuntak Menodong Ibu Sud

    PADA akhir 1944, di bawah tekanan Jepang kehidupan rakyat Indonesia semakin terpuruk. Banyak orang kelaparan hingga meninggal karena beras susah didapat. Kesulitan itu juga dialami komponis Cornel Simanjuntak dan kawan-kawannya di Jakarta. Meski Cornel bekerja di Keimin Bunka Shidosho, namun uang yang diperolehnya hampir tak lagi bernilai. Penjual beras lebih memilih menukar berasnya dengan barang berharga daripada uang. Karena itu, Cornel memilih menggunakan gajinya untuk membeli buku bekas dan pakaian bekas. Karena tidak ada beras, Cornel dan temannya, Binsar Sitompul dan Gayus Siagian, makan singkong dengan sayur kangkung yang hanya dibumbui garam.

  • Cornel Simanjuntak, Komponis yang Bertempur

    MERANTAU dari Pematang Siantar ke Magelang, Cornel Simanjuntak awalnya mengambil pendidikan guru. Tapi di sekolah, ia justru memperdalam kemampuan bermusiknya. Ia kemudian menjadi komponis andal sekaligus pejuang. Pemuda kelahiran tahun 1921 ini belajar musik ketika menempuh pendidikan di Holandsche Indische Kweekschool (HIK) St. Xaverius College, Magelang. Melalui ekstrakulikuler musik, ia bergabung dengan paduan suara, memimpin orkes, dan mulai menciptakan lagu. Ia belajar dari Pastor J. Schouten. Kemampuan di bidang musik di kemudian hari menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan dari Cornel. Ia terus mencipta lagu dan bermusik ketika Jepang masuk ke Indonesia hingga tahun-tahun tak menentu pasca Proklamasi kemerdekaan.

  • Abdullah Mengayuh Becak dan Sejarah Bangsa

    LAUT tak jauh dari hidupnya. Dia pernah menyeberangi lautan untuk mengadu nasib ke Jawa sewaktu muda. Ayah angkatnya pun seorang pelaut meski barangkali hanya pelaut kapal kayu. Pelaut dari Madura itulah yang menjadikannya anak, memungutnya dari Gorontalo, daerah asalnya. Dullah, singkatan dari Abdullah, itulah nama panggilannya. Dia masih belia sewaktu tentara Jepang menduduki Kepulauan Nusantara. Dullah kala itu berada di Surabaya. Dia sering keluar-masuk pelabuhan mengantar penumpang. “Menjelang kekalahan Jepang, Pemuda Abdullah adalah seorang tukang becak yang buta-huruf. Pada saat-saat itulah dia menerima latihan kemiliteran anggauta pasukan Jibakutai,” catat Soe Hok Gie dalam Kisah Penumpasan RMS: Gerakan Operasi Militer IV.

  • Sejarah Batalyon 700

    KOLAM Makale di Tana Toraja merupakan tempat ikonik yang menawarkan keindahan pemandangan alam sekitar. Lokasi di mana Monumen Patung Lakipadada berada itu menjadi tempat favorit masyarakat setempat berolahraga di hari libur ataupun bersantai sambil menikmati aneka makanan yang dijajakan para pedagang. Damai suasananya. Namun, siapa sangka di tempat damai dengan toleransi tinggi dari penduduknya itu pernah terjadi keributan yang sampai melibatkan penggunaan senjata api. Keributan yang terjadi ketika Indonesia baru seumur jagung itu justru datang dari orang-orang “bersaudara”. Setelah tahun 1952, wilayah Tana Toraja “diamankan” oleh Kompi II Batalyon 720. Kala itu, Toraja sangat rentan dari gangguan gerombolan Kahar Muzakkar. Komandan Batalyon Infanteri 720 itu awalnya Kapten Andi Sose, sementara komandan kompi adalah Letnan Satu Frans Karangan. Batalyon ini sejarahnya terkait dengan Harimau Indonesia yang dipimpin Wolter Mongisidi.

  • Sejarah Prajurit

    DI tengah kabar menggembirakan yang datang dari prajurit-prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) –seperti Prajurit Satu (Pratu) Abdurrahman yang mengharumkan nama KODAM VI/Mulawarman dengan menjuarai Festival Film Nasional Dokumenter Budi Luhur sebagai sutradara, atau Prajurit Kepala (Praka) Sedilta Pilon Nubatonis yang berhasil juara pertama dalam Singapore T100 Triathlon World Tour pada 14 April lalu, ada saja ulah prajurit yang mencoreng nama baik TNI. Ulah keji itu kali ini datang dari prajurit asal Kodim Raja Ampat berinisial N. Prajurit Satu (Pratu) N diduga mencabuli anak yang masih berusia 8 tahun. Mirisnya, menurut Dandenpom XVIII Sorong Mayor CPM Rivan Iskandar, ulah N terjadi justru di rumah seniornya yang memberinya bantuan tumpangan tempat tinggal di Sorong, Papua Barat Daya. “Jadi Pratu N ini datang ke Sorong mau mengurus surat-surat, nah pelaku ini dibawa oleh seniornya berpangkat Sersan. Itu adalah seniornya Pratu N sendiri karena kasihan tidak ada tempat tinggal di sini. Malah bertindak seperti itu, korban itu keponakan dari seniornya pelaku. Saat itu Pratu N dalam keadaan mabuk,” ujar Mayor CPM Rivan sebagaimana diberitakan detik.com, 17 April 2024.

  • Hajatan Copa América yang Sarat Sejarah

    UNTUK kedua kalinya pesta sepakbola Amerika Selatan dihelat di Amerika Utara. Amerika Serikat (AS) jadi tuan rumah Copa América 2024 setelah pada 2016 juga menggelar hajatan sama. Negeri Paman Sam itu memenangi bidding tuan rumahnya pada 2022 menyingkirkan Ekuador dan Peru. Gelaran Copa América edisi ke-48 –yang dihelat dari 20 Juni-14 Juli 2024 dan berbarengan dengan Euro 2024– itu merupakan kelanjutan dari kerjasama strategis antara konfederasi CONMEBOL (Amerika Selatan) dan Concacaf (Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia) dalam rangka peringatan centenario alias 100 tahun Copa América 2016 silam. Tidak hanya untuk kompetisi sepakbola putra tapi juga kompetisi putrinya. “Kemitraan ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan sepakbola putra dan putri di (naungan) Concacaf dan CONMEBOL yang akan menjadi manfaat bersama untuk kedua konfederasi. Kami menantikan kerjasama ini untuk memastikan sepakbola di dua wilayah terus berjaya,” kata Presiden Concacaf Victor Montagliani di laman resmi Concacaf, 27 Januari 2023.

  • Semerbak Aroma Sejarah Pencegah Bau Ketiak

    NAMA Erina Gundono, menantu Presiden Joko Widodo, belakangan viral. Bukan semata soal gaya hidup mewahnya berpelesir ke Amerika Serikat menggunakan pesawat jet pribadi yang jadi sorotan, sisi pribadi istri Kaesang Pangarep itu pun jadi pembicaraan. Menurut kesaksian runner up Puteri Indonesia DIY tahun 2022 Shania Hamdun, Erina kerap bau badan atau bau ketiak. Sudah jadi rahasia umum bahwa bau badan, utamanya bau ketiak, bukanlah disebabkan oleh keringat yang keluar dari pori-pori kulit. Secara ilmiah, bakteri yang berdiam di badan atau bulu pada tubuhlah yang kemudian mengaktifkan bau badan itu. Umumnya ketika manusia beraktivitas yang mengeluarkan keringat, bakteri akan menyasar dan memecah keringat itu untuk menghasilkan senyawa thioalcohols. Senyawa inilah yang menimbulkan macam-macam aroma dari tubuh kita alias bau badan.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page