top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10077 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

    ADA yang tak biasa dalam gelaran Piala Afrika 2025 di Maroko yang berlangsung 21 Desember 2025–18 Januari 2026. Setiap tim Kongo bermain, di tengah-tengah euforia dan tabuhan genderang suporter di tribun stadion, berdiri dengan tenang dan tak bergerak hampir 90 menit dengan mengangkat tangan. Ya, “Patrice Lumumba” hadir menyemangati dan memberi spirit kepada timnas Kongo di lapangan. Tentu ia bukan sosok asli Bapak Pendiri Republik Demokratik Kongo itu. Ia dikenal para suporter Kongo sebagai Lumumba Vae. Nama aslinya Michel Nkuka Mboladinga. Pria berusia 49 tahun itu sudah melakukan pose Lumumba sejak 2013 meski baru viral belakangan pada Piala Afrika 2025.

  • Tukang Jahit Jadi Raja

    PULUHAN tahun silam, Larantuka pernah menjadi bahan berita yang memilukan Indonesia. Gempa melanda Larantuka dua minggu sebelum Natal, pada 12 Desember 1992. Sekitar 2.500 orang meninggal dunia. Band asal Surabaya yang pecahan dari AKA, yakni menamakan SAS, lalu mengabadikannya lewat lagu apik dengan judul "Larantuka". Belakangan, band asal Surabaya lain yang lebih junior juga membawakan lagu apik tersebut. Terlepas dari gempa tadi, Larantuka punya sejarah menarik. Larantuka adalah salah satu kerajaan Kristen di Indonesia. Kemunculannya punya kaitan dengan pengaruh Portugis yang kuat di sana, meski kemudian Belanda yang mendominasi. Dalam Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Nusa Tenggara Timur, Koehuan dkk. menyebut pada 20 April 1859 Portugis menyerahkan wilayah Flores, termasuk Larantuka, kepada Belanda.

  • Sumitro Djojohadikusumo Ingin BNI Jadi Bank Sentral

    SUMITRO Djojohadikusumo barangkali orang yang paling jengkel dengan hasil perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) di bidang ekonomi. Sebagai pimpinan delegasi Indonesia untuk komisi ekonomi, Sumitro bisa dibilang kalah banyak dari delegasi Belanda. Selain harus membayar utang perang kepada Belanda, pihak Indonesia harus mengizinkan De Javasche Bank (DJB) beroperasi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. “Mengenai peran Bank Sentral, saya menginginkan agar BNI (Bank Negara Indonesia) menjadi Bank Sentral, itu adalah bank kita sendiri,” kenang Sumitro Djojohadikusumo dalam Pelaku Berkisah: Ekonomi Indonesia 1950-an sampai 1990-an suntingan Thee Kian Wie.

  • Bung Karno Berhadapan dengan Bos Preman Medan

    SUMATRA UTARA menjadi daerah rawan kekerasan setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Di Kota Medan, kesatuan aksi massa antikomunis (KAP-Gestapu) bergerak secara masif memburu anggota dan simpatisan PKI. Pemuda Pancasila termasuk organisasi yang paling gencar menumpas PKI di bawah komando Angkatan Darat. Sejak KAP-Gestapu di Medan terbentuk pada 7 Oktober 1965, Pemuda Pancasila tak pernah absen dalam operasi menghancurkan basis-basis PKI maupun yang terafiliasi dengan PKI. Mulai dari penyerbuan ke kantor Sarbupri (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia), gedung SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), hingga pengambilalihan Gedung BAPERKI. Aksi-aksi itu kerap berujung pada penganiayaan dan pembunuhan terhadap pimpinan PKI setempat.

  • “Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

    KABAR beredar di sekitar Desa Timbang dan Sajana, Kabupaten Cirebon, seorang Indo-Belanda, Frans Emile Groeneveld, diangkat menjadi kuwu (kepala desa). Bukan hanya tak lazim --kepala desa adalah jabatan untuk orang yang disebut Indonesia asli atau pribumi, pengangkatan itu juga membuat geger. Kuwu Groeneveld sebelumnya pernah magang sebagai teknisi laboratorium di pabrik gula Panggoengredjo dan kemudian bekerja di perkebunan Karet Limburg Estate. Dia sempat menjadi pengelola toko tembakau di Jamblang sebelum menjadi petani kecil dan kuwu pada Senin (14 November 1932) sore mengerahkan ratusan massa di Desa Timbang. De Indische Courant tanggal 21 November 1932 menyebut orang yang dikumpulkan itu jumlahnya sekitar 500 hingga 600 orang. Mereka, kata De Locomotief edisi 17 November 1932, diajak Kuwu Groeneveld untuk tidak perlu membayar obat pengendalian hama.

  • Jago Perang Denmark Cucu Tuan Kebun Deli

    ANDERS Lassen digambarkan sebagai ahli dalam membunuh lawan-lawannya, termasuk dengan tangan kosong atau tanpa senjata api dalam film The Ministry of Ungentlemanly Warfare (2024) arahan Guy Ritchie. Dia disebut-sebut sebagai “Palu Denmark” dalam film tentang Operasi Postmaster melumpuhkan kapal logistik pendukung U-Boat Jerman itu. Karakter Anders Lassen itu diperankan oleh Alan Ritchson. Baik Operasi Postmaster maupun karakter Anders Lassen adalah riil. Anders Frederik Emil Victor Schau Lassen (1920-1945) memang berasal dari Denmark, anak dari Emil Victor Schau Lassen and Suzanne Maria Signe Lassen. Ibunya seorang penulis dan ayahnya adalah kapten dalam bala keselamatan.

  • Secuplik Kesan Istri Nixon Ngetrip ke Indonesia

    KERUMUNAN orang di pinggir landasan mulai bersorak ketika pesawat Lockheed Constellation milik Military Air Transport Service mendarat Bandara Kemayoran, Jakarta pada 21 Oktober 1953 sekira pukul 10 pagi. Setelah taxiing dan parkir, tamu kehormatan mulai turun dari tangga pesawat: Wakil Presiden (Wapres) Amerika Richard Nixon dan istri, Thelma “Pat” Nixon, serta anggota rombongannya. Rombongan Wapres Nixon lalu mendapat sambutan penghormatan dengan lantunan lagu kebangsaan Amerika, “The Star-Spangled Banner”. Wapres Nixon dan istri lantas saling bertegur sapa dan jabat tangan dengan rombongan penyambut, di antaranya Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dan istri, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sunario Sastrowardojo, Walikota Jakarta Syamsuridjal, serta Duta Besar (Dubes) Amerika untuk RI Hugh Smith Cumming Jr.

  • Merayakan Kolaborasi Seni dan Budaya di Festival Seni Multatuli

    FESTIVAL Seni Multatuli hadir lagi di Alun-Alun Timur, tak jauh dari Museum Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Dengan mengedepankan tema “Orang-Orang Baru dari Banten”, hajatan terbuka untuk umum yang dihelat pada 19-21 September 2025 itu kembali menyuguhkan memori akan Multatuli lewat kolaborasi seni-budaya lokal dan nasional. Multatuli adalah nama pena dari Eduard Douwes Dekker. Ia pernah bekerja sebagai ambtenaar hingga asisten residen kolonial Hindia Belanda di Sumatra, Purwakarta, dan Lebak pada pertengahan abad ke-19. Multatuli kondang lewat karyanya, Max Havelaar (1860). Novel satire yang lantas mengguncang kolonialis Belanda itu karena secara gamblang menguak penindasan oleh kolonialis di tanah Hindia. Max Havelaar membangkitkan pemikiran-pemikiran anti-kolonialisme lantaran juga dibaca banyak tokoh dunia.

  • Penggerak Orang Mudik

    BARU-baru ini, Kementerian Perhubungan menyebut Hari Raya Idulfitri tahun 2024 diperkirakan sekitar 193,6 juta orang Indonesia (setara dengan 71,7% penduduk Indonesia) akan mudik (antaranews.com). Ini angka yang sangat besar, dan, bila terwujud, akan menjadi Lebaran dengan pemudik terbanyak dalam sejarah Indonesia. Kemenhub juga melakukan survei terhadap 47.107 responden yang tersebar di 38 provinsi, dan menanyakan alasan mengapa mereka mudik. Tiga alasan terbesar adalah untuk merayakan Idulfitri di kampung (52% responden), berkunjung ke keluarga di kampung (35,2%), dan berwisata (10,6%). Apa yang bisa kita persepsikan dari angka-angka ini, terutama dari tinjauan sejarah? Pada hakikatnya, alasan prinsipil yang menggerakkan hampir 200 juta orang Indonesia berakar pada satu kata: rumah, atau lebih tepatnya, rumah di kampung halaman. Rumah di sini bukan hanya konstruksi bangunan, yang terdiri atas fondasi, dinding, lantai, pintu, jendela, ventilasi hingga atap, tetapi lebih dari itu.

  • Awal Mula Mudik dengan Pesawat Udara

    BEBERAPA minggu terakhir ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan harga tiket pesawat terbang yang naik gila-gilaan menjelang mudik Lebaran. Tiket kelas bisnis dari Bandung ke Medan, misalnya, mencapai Rp21 juta. Seberapa pun para perantau Sumatera di Jawa bekerja keras dan menabung untuk pulang kampung, jumlah sebanyak itu tetap saja terasa sangat berat dan sulit diterima. Akibatnya, kini terjadi penurunan tajam pemudik berpesawat sekaligus lonjakan drastis pemudik yang menggunakan bus, kereta, dan kapal, serta kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor yang dinaiki dua hingga empat orang, plus barang-barang. Sejak awal kelahirannya, mudik naik pesawat memang sudah mahal. Setelah kemudian sempat terjangkau, harganya belakangan ini naik lagi. Ada beberapa pertanyaan yang menarik soal mudik berpesawat ini. Kapan sebenarnya masyarakat Indonesia mulai mudik dengan pesawat? Siapa saja yang memilih pesawat untuk mudik dan apa maknanya? Bagaimana dinamika mudik dengan pesawat dalam beberapa dekade terakhir di Indonesia?

  • Pemogokan Buruh Kereta Api di Bulan Puasa

    SEPULUH hari menjelang Lebaran pada Mei 1923. Buruh-buruh kereta api di Jawa murung. Biasanya mereka menyambut lebaran dengan riang. Pengaruh resesi ekonomi sejak pertengahan 1922 masih terasa. Perusahaan kereta api negara dan swasta menghapus sejumlah tunjangan dan memangkas kenaikan gaji. Hidup belasan ribu buruh tak menentu. Buruh-buruh kereta api memutuskan bertindak. Bulan puasa tahun 1923 menjadi puncak perlawanan mereka terhadap kebijakan perusahaan kereta api. Mereka mogok kerja pada 9 Mei 1923, tepat sepuluh hari sebelum Lebaran. Tuntutan buruh sederhana saja: perbaikan kesejahteraan. Selama buruh kereta api mogok kerja, layanan kereta api penumpang dan barang pun lumpuh. Perusahaan kereta api marah bukan main. Mereka mengancam para buruh dengan pemecatan.

  • Alasan Libur Puasa Anak Sekolah Ditiadakan

    DAOED Joesoef baru dua bulan menjabat menteri pendidikan dan kebudayaan (P dan K) pada Mei 1978. Tapi dia sudah kena semprot Majelis Ulama Indonesia (MUI). Musababnya Daoed hendak mengubah libur sekolah selama bulan puasa, dari sebulan lebih menjadi beberapa hari saja pada awal dan akhir puasa. Hamka, ketua MUI, keberatan dengan niat Daoed. Menurutnya, perubahan libur puasa mesti lewat kajian mendalam dari beragam pihak. Tak bisa ujug-ujug muncul dan langsung diterapkan. Libur puasa bagi anak sekolah “mengandung aspek-aspek yang luas dan masalahnya dianggap cukup peka, maka MUI menyarankan supaya diadakan satu lokakarya oleh Departemen P dan K, Departemen Agama, dan Dewan Pimpinan MUI untuk membahas persoalan itu secara mendalam,” tulis Yunan Nasution dalam “Libur Sekolah Bulan Ramadhan” termuat di Serial Media Da’wah, No. 60, Juni 1979.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page