top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Purna Karena Kecewa

    SETELAH pelantikan pejabat teras Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 25 Mei 1946, Panitia Besar Reorganisasi Tentara yang dipimpin Letjen Oerip Soemohardjo mengadakan pertemuan dengan perwakilan laskar dan badan perjuangan, pimpinan tentara, dan Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin. Pertemuan yang digelar di gedung Sekolah Guru Putri Jalan Lempuyangan, Yogyakarat ini berlangsung panas. Laskar dan badan perjuangan menolak bergabung ke dalam TRI, kendati mengakui pentingnya kerjasama dengan tentara. “Menghadapi situasi panas semacam itu Pak Dirman tetap tenang. Beberapa kali nampak dia mengadakan pembicaraan dengan Pak Oerip. Pak Dirman seperti halnya Pak Oerip, menyadari bahwa kepentingan-kepentingan politik tertentu mulai menyusupi ruangan sidang,” tulis biografi Sudirman Prajurit TNI Teladan.

  • Gebrakan Pertama Si Opsir Tua

    TATKALA dilantik sebagai Kepala Staf Umum TKR, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo menghadapi berbagai persoalan. Personel TKR amat banyak. Di Jawa ada tujuh divisi pasukan, sedangkan di Sumatra tiga divisi. Jumlah itu melebihi kebutuhan. Kendala utama lain adalah minimnya jumlah perwira terdidik dan terlatih untuk memimpin pasukan. Oerip putar akal. Dia panggil Samidjo, eks letnan KNIL jebolan Akademi Militer Kerajaan Belanda di Breda, ke markasnya di Jalan Gondokusuman, Yogyakarta. Keduanya lantas bertukar pikiran. Menurut Samidjo, sebagaimana dituturkan kepada Moehkardi dalam Akademi Militer Yogya dalam Perjuangan Pisik 1945-1950, hari itu tanggal 27 Oktober 1945, pukul 10 pagi, Oerip melontarkan instruksi lisan kepadanya: bentuk akademi militer di Yogyakarta dalam waktu singkat. Samidjo tertegun penuh tanya.

  • Agar Negara Tak Lagi Zonder Tentara

    USAI tak lagi bertugas sebagai komandan kamp interniran di Bandung, Oerip Soemohardjo pulang ke rumah vilanya di Gentan, daerah antara Yogyakarta dan Pakem. Dia mengisi hari-harinya dengan berkebun, hobi lamanya. Aktivitas itu terus berlangsung hingga ketika Indonesia merdeka. Oerip tak terlalu minat mengikuti perkembangan politik. Meski banyak orang datang ke rumahnya, termasuk A.H. Nasution, dia lebih banyak menjadi pendengar yang baik. Hanya jika diminta, dia memberikan pandangan dan saran.

  • Brandalan dari Sindurejan

    KAMPUNG Sindurejan, awal 1900-an. Malam baru saja memasuki sepertiga waktunya. Lima bocah mengendap-endap di kebun belakang rumah besar Mantri Guru Isa. Bayangan mereka yang berjingkat-jingkat tertimpa sinar bulan purnama. Rombongan kecil bocah nakal itu dipimpin Ndoro Sidik, panggilan akrab orang-orang kampung kepada Muhammad Sidik, putra sulung pasangan Mantri Guru Mohamad Isa Soemohardjo dan Raden Ajeng Rochjasih. Begitu mencapai pohon kemiri besar di tepi sumur tua, anak-anak itu berhenti. Sesuai kesepakatan, mereka mendapuk sang pemimpin naik terlebih dahulu dan menjadi saksi pertama dari rasa kepenasaran mereka selama ini: apakah makhluk halus penghuni pohon kemiri itu menampakkan wujudnya atau tidak. Namun, belum setengah menit Ndoro Sidik meluncur ke atas, tiba-tiba terdengar suara benda keras menghantam tanah. Rupanya, saat meniti dahan pohon, sang ndoro kecil terpeleset lalu terjatuh. Maka, gegerlah Sindurejan di malam Jumat itu.

  • Safari Nikita Khrushchev ke Indonesia

    PESAWAT Ilyushin-18 mendarat di lapangan udara Kemayoran, Jakarta Pusat. Sesosok pria gaek bertubuh tambun dengan rambut tipis beruban turun dari pesawat. Pada 18 Februari 1960, tamu kehormatan itu berkunjung ke Indonesia: Nikita Khrushchev, Perdana Menteri Uni Soviet. Khrushchev, pemimpin negeri komunis terbesar di dunia berpenduduk 212 juta jiwa. Kunjungannya ke Indonesia untuk kali pertama menuai sambutan luar biasa. Selain Presiden Sukarno, ratusan rakyat memadati lapangan udara ikut menyampaikan ucapan selamat datang. Sambutan terhadap Khrushchev berlanjut ke Istana Merdeka. Untuk memukau rombongan Khruschev, Presiden Sukarno menggelar pertunjukan kesenian selama tiga setengah jam. “Upacara penyambutan yang luar biasa diatur untuk kami,” kenang Khruschev dalam Memoirs of Nikita Khrushchev: Volume 3.

  • Inggris dapat Membakar Lautan

    KISAH yang muncul selama masa Perang Dunia II tak hanya berkisar pada kontak senjata di palagan pertempuran atau adu ketangkasan para ilmuwan di laboratorium dalam mengembangkan teknologi militer canggih, tetapi juga peran jaringan intel dalam melancarkan perang urat syaraf atau psywar. Dalam dunia spionase, serangan tak kasat mata ini dipandang sebagai “senjata ampuh” untuk memukul lawan. Perang urat syaraf yang dilancarkan secara rapi bisa menghasilkan dampak lebih besar dari gerakan sabotase. Seiring pecahnya Perang Dunia II pada akhir 1930-an, Nazi Jerman yang berambisi menguasai wilayah Eropa mulai melancarkan serangan ke sejumlah negara di Benua Biru. Setelah berhasil menduduki Denmark hingga Prancis pada Mei 1940, Jerman yang berada di bawah kepemimpinan Adolf Hitler mulai menyusun rencana melakukan invasi ke wilayah Inggris.

  • Tentara Jepang di Pulau Rempang dan Pulau Galang

    JEPANG menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Berakhirlah pendudukan Jepang di Indonesia. Namun, Jepang diperintahkan menjaga status quo sampai datang pasukan Sekutu. Pihak Indonesia pun berusaha melucuti senjata Jepang. Ada tentara Jepang yang mau kerja sama, namun ada pula yang mematuhi perintah Sekutu, sehingga bentrokan pun tak terhindarkan. Buku Siliwangi dari Masa ke Masa menyebut adu tenaga dengan Jepang, titik beratnya adalah perebutan senjata dari tangan Jepang. Perebutan senjata itu, di mana pihak Indonesia hanya bersenjata tradisional, dimulai secara perorangan kemudian menjadi gerakan massa. Caranya dengan diplomasi, intimidasi, dan pengepungan terhadap konsentrasi pasukan-pasukan Jepang.

  • Menyeberang ke Pulau Galang

    SAIGON, ibu kota Vietnam Selatan, jatuh ke tangan pasukan Vietnam Utara pada 30 April 1975, setelah perang saudara bertahun-tahun yang melibatkan dua kekuatan besar Perang Dingin. Perang pun berakhir. Vietnam Selatan kemudian menjadi Republik Vietnam Selatan, sebuah negara boneka di bawah kekuasaan militer Vietnam Utara, sebelum secara resmi disatukan dengan Utara di bawah pemerintahan komunis sebagai Republik Sosialis Vietnam pada 2 Juli 1976. Sejak itu, komunis Vietnam melarang partai politik lain. Mereka juga menjebloskan orang-orang yang dipercayai berkolaborasi dengan Amerika Serikat, termasuk semua mantan perwira Angkatan Darat Vietnam Selatan, ke penjara-penjara, yang mereka sebut kamp pendidikan kembali (reeducation camps). Hung Lang, berpangkat letnan dua, salah satunya.

  • Spike Lee Joints, dari Malcolm X hingga Viagra

    EMPAT dekade sudah Spike Lee berkiprah di belakang layar, baik sebagai sutradara maupun produser. Ia ingin menandainya dengan sebuah film musikal agar sedikit berbeda dari tema-tema yang acap jadi langganannya. Filmnya yang masih dalam tahap pra-produksi belum ia sematkan judul meski dalam pengumumannya, sebagaimana dikutip Variety, 17 November 2020, Spike memberi bocoran filmnya tentang viagra alias pil biru yang acap dijadikan para pria untuk membangkitkan kejantanan di ranjang. Film itu diadaptasi dari sebuah artikel fenomenal karya David Kushner yang dimuat Esquire, 1 September 2018: “All Rise: The Untold Story of the Guys Who Launched Viagra”. “Saya merasa malu belum membuat film bertema musikal selama empat dekade ini,” ungkap Spike dalam program diskusi daring “Living Live” yang dipandu aktor Reza Rahadian dan mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal di Mola TV, Jumat (4/12/2020) malam.

  • Kala Malcolm X Melawat ke Jalur Gaza

    TIDAK ada tempat yang aman di Jalur Gaza, Palestina, sepanjang 347 hari genosida oleh Israel sejak Oktober 2023. Termasuk di Khan Younis. Kota di selatan Jalur Gaza itu sudah menampung pengungsi, bahkan sejak Peristiwa Nakba pada 1948. Kota Khan Younis pernah disinggahi akvitis HAM Malcolm X. Enam dasawarsa silam, dia melihat sendiri pahitnya kehidupan pengungsi Palestina akibat kebiadaban zionisme Israel. Selain Martin Luther King Jr., Malcolm X dikenal paling lantang mengadvokasi hak-hak komunitas Afro-Amerika yang tertindas. Menjelang ajal menjemputnya pada 21 Februari 1965, ia juga lantang menyuarakan keprihatinannya kepada penduduk Gaza, Palestina. Bukan hanya karena ia seorang mualaf, tapi secara kemanusiaan ia melihat orang-orang Palestina tertindas oleh zionis Israel.

  • Gubernur Jateng Ditempeleng Opsir Jepang

    KOTA Semarang diambang perang saat Mr. Wongsonegoro menerima mandat sebagai gubernur Jawa Tengah. Wongsonegoro menggantikan Raden Pandji Soeroso yang ditarik pemerintah pusat ke Yogyakarta pada 13 Oktober 1945. Dalam sekejap, aksi kekerasan antara pasukan Jepang dengan barisan pemuda pejuang Semarang memuncak jadi pertempuran berdarah nan brutal. Pertempuran ini kemudian dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari di Semarang (15-19 Oktober 1945). “Pada hari pertama pertempuran, Jepang telah menangkap Mr. Wongsonegoro di tempat kediamannya. Bersamanya ditangkap dan ditawan pula beberapa orang pemimpin Semarang lainnya, satu di antaranya Kepala Purusara (Pusat Rumah Sakit Rakyat kini RS dr. Kariadi) dr. Sukaryo,” catat sejarawan Moehkardi dalam Bunga Rampai Sejarah Nasional: Dari Borobudur hingga Revolusi Nasional.

  • Tempe Bongkrek dan Keracunan Massal

    Tempe bongkrek terbuat dari campuran kedelai dan ampas atau bungkil kelapa yang kemudian difermentasi, harganya yang murah membuat tempe bongkrek menjadi salah satu makanan yang digemari masyarakat.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page