top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10069 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Dimusuhi PKI, PRD Ikut Murba

    PARTAI Rakjat Djelata (PRD) yang diketuai oleh St. Dawanis kian aktif di panggung politik nasional. Setelah sempat berseteru dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) soal tuduhan adanya “pihak musuh yang hendak mengacaukan dan membingungkan rakyat”, partai yang sekretaris jenderalnya dijabat oleh Pandu Kartawiguna itu menggabungkan diri ke dalam Persatuan Perjuangan pimpinan Tan Malaka. Bersama partai Masyumi, Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Wanita Rakjat, Angkatan Comunis Muda (Acoma), Partai Rakyat Indonesia, dan Laskar Rakyat Jawa Barat, PRD menolak Kabinet Sjahrir II yang mengadakan Perjanjian Linggarjati di selatan Cirebon pada 10 November 1946.

  • Pelaut Belanda Jadi Nama Ikan

    SEJAK pertengahan abad ke-17, ikan kerapu bintik tropis dari wilayah Hindia Timur dikenal dengan nama Jacob Evertsen atau Jacob Evertsz, seorang pelaut Belanda yang turut ambil bagian dalam eksplorasi menuju Dunia Baru.

  • Aksi Menolak Soeharto Pahlawan Nasional

    PULUHAN aktivis dan korban Orde Baru berkumpul di halaman gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat (12/6/2014). Mereka melakukan aksi memprotes janji politik calon presiden Prabowo Subianto yang akan memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto.

  • Menghilangkan Sejarah, Menegasikan Pelanggaran HAM

    DIBANDINGKAN era Orde Baru, kesadaran anak-anak muda yang kritis terhadap sejarah dan persoalan pelanggaran HAM serta korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pasca-Reformasi kian terbuka dengan kemajuan teknologi. Oleh karenanya, ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di siniar Dialog Sejarah bertajuk “Kontroversi Gelar Pahlawan Presiden Soeharto” di akun Youtube Historia.ID pada 12 November 2025, penguasa seolah berkejaran dengan waktu untuk mengusung sosok-sosok kontroversial dengan label pahlawan.

  • Kisah Presiden Indonesia Pertama yang Berkunjung ke Belanda

    HARI masih belum terlalu terik di wilayah Ijpenberg, Belanda, 4 September 1970. Masyarakat sudah ramai berkumpul di sepanjang jalan antara pangkalan militer Ijpenburg dengan Istana Huis Ten Bosch. Di sekitar lapangan terbangnya juga terlihat kesibukan yang jarang terjadi. Hari itu pesawat DC 8 “Pulau Bali” milik Garuda Indonesia dijadwalkan mendarat di lapangan terbang militer kota tersebut. Siapa gerangan yang akan datang?

  • Golkar Zaman Orba: Panas di Dalam, Adem di Luar

    SEJAK menang pemilu 1971, persaingan dan perebutan pengaruh terus mewarnai perjalanan Golkar. Khususnya antara kelompok Ali Murtopo dan Pertahanan dan Keamanan (Hankam). Soeharto memegang kendali. Konflik di tubuh Golkar kian santer dalam Munas II di Bali pada Oktober 1978. “Sejak awal sudah ada indikasi tentang adanya perpecahan internal. Dalam laporan umum tentang Golkar yang disiapkan oleh Amir Murtono, dia cenderung mengesampingkan peranan Trikarya di dalam Golkar,” tulis Leo Suryadinata, sejarawan National University of Singapore.

  • Koleksi Seni Istana Tak Terpelihara Era Orba

    PRESIDEN Sukarno dengan koleksi lukisan dan barang-barang seninya mampu mencerminkan citra istana sebagai ruang budaya. Begitu pula dengan kegemarannya terhadap pagelaran seni dengan sering menyelenggarakan acara seni budaya, juga hiburan rakyat di istana kepresidenan. Namun, pergantian rezim ke Orde Baru (Orba) membuat fungsi istana berubah menyesuaikan karakter kekuasaan yang primordial dan teknokratis. Istana pun menjadi simbol politik pemerintahan yang kaku.

  • Kata DKP Prabowo Bersalah

    PRESIDEN Joko Widodo memberikan kenaikan pangkat Jenderal (kehormatan) kepada Menhan Prabowo Subianto kemarin, Rabu, 28 Februari 2024. Pemberian itu sontak menimbulkan pro-kontra publik. Banyak kritikan pun menghampiri keputusan presiden tersebut. Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan. Menurutnya, pemberian pangkat tersebut ilegal. Hasan mengacu pada, pertama, UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

  • Petrus: Kisah Gelap Orba

    SUATU malam di bulan Juli 1983, mobil Toyota Hardtop yang dikemudikan Bathi Mulyono baru saja melintasi jalan Kawi, Semarang ketika dua motor menyalip kencang dan “dor..dor..” suara pistol menyalak. Dua peluru menembus mobil. Nasib naas masih jauh dari hidupnya. Bathi menginjak pedal gas dan melesat menembus kegelapan malam. Sang penembak pun kabur entah ke mana.

  • Insiden Hoegeng dan Robby Tjahjadi di Cendana 8

    KAPOLRI Jenderal Hoegeng Iman Santoso telah lama membidik aktivitas Robby Tjahjadi. Yang disebut terakhir adalah mantan pegawai negeri yang kemudian beralih profesi menjadi penyelundup mobil mewah. Robby terbilang penyelundup yang licin karena berhasil menyogok petugas bea cukai Pelabuhan Tanjung Priok. Lewat bantuan orang dalam, dia mampu meloloskan ribuan unit mobil selundupan setiap tahunnya. “Di Indonesia tahun 1968 sampai Oktober 1972, salah satu kasus penyelundupan yang terkenal adalah kasus penyelundupan mobil mewah. Salah seorang pelakunya adalah Robby Tjahjadi, seorang turunan Cina,” tutur Hoegeng dalam otobiografinya yang ditulis Abrar Yusra dan Ramadhan K.H., Hoegeng, Polisi- Idaman dan Kenyataan. Suatu ketika, Hoegeng berniat melaporkan kasus penyelundupan Robby Tjahjadi kepada Presiden Soeharto. Hoegeng menghadap langsung ke kediaman Soeharto di Jalan Cendana 8, Menteng, Jakarta Pusat. Tapi, Hoegeng kecele. Orang yang hendak dia laporkan ternyata sudah lebih dulu berada di Jalan Cendana. Hoegeng berpapasan dengan Robby Tjahjadi yang baru saja keluar dari rumah presiden. Buru-buru Hoegeng meninggalkan Cendana menuju kantornya di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo 3.

  • Mengawasi Anak-Anak Cendana

    BENNY MOERDANI pernah menerima pesan khusus dari Presiden Soeharto. Amanat ini menyangkut sesuatu yang amat berharga bagi relung sukma sang presiden: keluarga. Soeharto meminta Benny untuk menjaga anak-anaknya karena dia sendiri sibuk.

  • Mengenang Aristides Kattopo, Si Lawan Tanding Rezim Orde Baru

    PANGLIMA Kopkamtib Jenderal Soemitro dan Menteri Penerangan Boediardjo resah akibat ulah seorang jurnalis bernama Aristides Katoppo. Redaktur pelaksana harian Sinar Harapan (SH) itu kerap membuat panas telinga penguasa lewat berita investigatifnya. Di masa Orde Baru, SH gencar menguak korupsi anggaran hingga gratifikasi terhadap pejabat negara. Soemitro kemudian mencabut surat izin cetak SH. Sementara Artistides, terpaksa dikirim ke Amerika Serikat. Itu terjadi pada awal 1973.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page