Hasil pencarian
Cari di situs ini
10064 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Masakan Warisan Ribuan Tahun
PROSESI pengucapan sumpah dalam upacara penganugerahan sima bagi Desa Taji baru saja usai. Acara dilanjutkan makan bersama. Beras 57 karung, enam kerbau, dan 100 ayam disajikan bagi ratusan orang yang menjadi saksi berdirinya Candi Dewasabha di desa itu. Yang hadir juga dimanjakan aneka makanan yang diasinkan, daging asin yang dikeringkan, ikan bawal, gurami, telur, dan ulam. Disediakan pula minuman tuak.
- Indonesia's First Female Military Pilot
On Saturday afternoon, September 16, 1961, a dark blue VW Combi stopped in front of the Gadjah Mada University dormitory in Yogyakarta. Several men got out of the Indonesian Air Force vehicle and entered the dormitory. They wanted to meet Herdini.
- Soebandrio, Dokter Bedah Asal Kepanjen Jadi Politikus
SUDAH hampir tiga dekade dr. Soebandrio (kadang dieja “Subandrio”) meringkuk di penjara. Hari itu, 3 April 1992, rezeki menghampirinya, stasiun televisi TVRI mewawancarainya. Selain menengok kondisinya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Cipinang), liputan TVRI menguak kesibukan tokoh yang dicap “Durno” itu sedang belajar agama. Dalam wawancara itu ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah.
- A.H. Nasution Behind the Dissolution of the House of Representatives
Your words are your sword. This proverb seems to have been ignored by former House of Representatives member Ahmad Sahroni from the Nasdem Party. His response to protesters' demands some time ago in August 2025, “Those who demand the dissolution of the House of Representatives are the most foolish people in the world,” sparked public outrage, followed by riots. Sahroni ultimately bore the consequences, as his home was stormed by a mob and his belongings were looted, leading to his party's decision to remove him from the House of Representatives.
- Sukarno dan Gerakan Hidup Baru
DALAM peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1957, Presiden Sukarno menyampaikan pidato berjudul “Satu Tahun Ketentuan” (A Year of Decision). Di bagian awal pidatonya, Sukarno mengungkapkan kondisi Indonesia setelah dua belas tahun merdeka. Rakyat masih belum dapat hidup layak. Kita juga belum dapat mengembangkan daya cipta untuk membangun pemerintahan yang kuat, Angkatan Perang nasional yang kokoh, industri dan pertanian modern, serta kebudayaan nasional yang berkepribadian bangsa Indonesia.
- Aroma Hadrami yang Membumi
RUMAH Makan Abu Salim dipenuhi pengunjung siang itu. Berbeda dari resto-resto khas Timur Tengah lainnya di Jakarta, sebagian besar pengunjungnya justru bukan orang keturunan Arab. Mereka ingin mencicipi menu andalan rumah makan ini: sate kambing dan nasi kebuli.
- Andil Rasa dari Negeri Naga
SIANG itu warung Mang Gebro di Jalan Pengadilan, Bogor, disesaki pembeli. Mamad Saniun, generasi kedua dari pemilik warung, pun sibuk meracik tauge, mie kuning, irisan tahu, dan lontong. Sebelum disajikan, adonan kental tauco disiram di atasnya. Tak sampai lima menit, menu tauge goreng siap disantap.
- Raja Bubur dari Sambas
SETELAH diserang diare, Dwi Suprapti lemas. Dia juga tak punya selera makan. Padahal dia butuh asupan bergizi dan kaya serat alami untuk memulihkan stamina. Dia teringat makanan favoritnya: bubor paddas atau bubur pedas khas Sambas. Dia lantas meraih telepon seluler dan mencari informasi melalui aplikasi penjualan daring. Hoplah, sebuah rumah makan menyediakan menu itu.
- Hidangan dari Negeri Para Dewa
SEBUAH kafe yang didominasi warna oranye dipadati pengunjung. Kebanyakan anak muda. Selain harganya terjangkau, mereka ingin mencicipi masakan India yang tersaji di Indian Royal Café di Jalan Achmad Adnawijaya, Bogor.
- Wareg di Warteg
LEBIH dari 20 macam masakan berjajar rapi di etalase. Mulai sambal, beragam gorengan, hingga sayuran. Makanan itu merupakan menu rutin yang dijual sebuah warung Tegal (warteg) tak bernama di Jalan Madrasah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bu Haji, demikian pelanggan warteg memanggil si pemilik, memasak sendiri seluruh hidangan itu. “Habis solat subuh , sama anak,” ujarnya kepada Historia. Bersama anaknya pula, Bu Haji melayani pembeli dari pagi hingga menjelang tengah malam.
- Makanan Wujud Penting Identitas Indonesia
BEBERAPA tahun lalu, Malaysia mengklaim rendang dan sate sebagai makanan khasnya. Publik di Indonesia geram, tapi tidak dengan Fadly Rahman, sejarawan Universitas Padjadjaran. “Klaim-klaim kuliner itu sebenarnya menggelikan, bukan menggelisahkan. Karena makanan adalah produk budaya yang mudah diadopsi, dimodifikasi, dan diduplikasi oleh siapapun,” ujarnya.
- Bersantap ala Eropa di Braga
SEMAKIN malam, Jalan Braga di Bandung semakin ramai. Mobil-mobil melaju tertatih-tatih. Para pejalan kaki melenggang santai sembari menikmati alunan musik dari kafe atau restoran di kiri-kanan jalan. Beberapa pengunjung memasuki Restoran Braga Permai yang berlokasi di Jalan Braga No. 58 untuk bersantap malam.





















