top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10062 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Jejak Nelson Mandela di Indonesia

    “AKU adalah master untuk takdirku. Aku adalah kapten bagi jiwaku.” Nukilan puisi berjudul “Invictus” karya William Ernest Henley itu dikutip oleh Nelson Mandela dan diberikan kepada Francois Pienaar, kapten tim Rugby Afrika Selatan. Puisi itu menginspirasi Mandela untuk bertahan tak tertaklukan selama bertahun-tahun masa pemenjaraannya di Pulau Robben.

  • Ayah dan Anak dalam Delegasi Indonesia di Konferensi Meja Bundar

    PERJUANGAN mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda berakhir dengan perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Perundingan berlangsung selama beberapa bulan sejak Agustus 1949 dan berakhir dengan pengakuan kedaulatan oleh Belanda atas Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 27 Desember 1949.

  • Ikut Piala Dunia, Hukom Naik Pangkat

    BERSAMA rekan-rekannya, pemuda dengan tinggi 1,66 meter itu naik kapal laut SS Baloeran. Kapal milik maskapai pelayaran Belanda Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) itu akan membawa mereka ke tempat nun jauh dari Pelabuhan Tanjung Priok, Batavia (kini Jakarta) Mei 1938 itu. De Indisch Courant tanggal 5 Mei 1938 menyebutkan, SS Baloeran berlayar dari Batavia lalu melewati Singapura, Medan, dan Sabang. Tujuan akhirnya adalah Rotterdam, Belanda. Di dalam SS Baloeran setidaknya ada 17 pemuda yang tergabung dalam tim sepakbola Hindia Belanda yang akan tampil di Piala Dunia 1938 di Prancis. Koran Utrect Volksblad edisi 19 Mei 1938 memberitakan tim Hindia-Belanda terdiri dari empat orang Ambon, tiga orang Cina, satu orang Jawa dan sisanya anak-anak Indo. Dipastikan satu orang Jawa itu bernama Soedarmadji. Fredrikus Gerardus Hukom, pemuda berdarah Ambon-Minahasa tadi yang merupakan pemain klub Sparta Bandung, bagian darinya.

  • Jenderal yang Ditolak Jadi KSAD

    DATANGLAH kiriman granat tangan kepada rombongan tentara Republik Indonesia di Mangunjaya, Sumatra Selatan. Kala itu, senjata buatan sendiri dari kalangan Republik, masih belum dipercaya. Kolonel Bambang Utojo pun turun tangan untuk mencoba granat lokal itu. Menurut buku Sejarah TNI-AD, 1945–1973: Riwayat Hidup Singkat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, granat itu dibuat jelang berakhirnya Agresi Militer Belanda pertama pada 1947 dan Bambang Utojo sendiri terlibat dalam pembuatannya. Ketika granat itu berada dalam genggaman Bambang Utojo dan belum dilemparkan ke sasaran, granat itu meledak di tangan. Tangan kanan Bambang Utojo pun harus diamputasi oleh dr. Ibnu Sutowo.

  • Baru

    SEANDAINYA sejarah cuma buku tahunan, yang dibuka awal tahun dan ditutup pada akhir tahun, mungkin ia hanya sederet catatan peristiwa tanpa makna. Seperti kronik yang hanya berfungsi sebagai pengingat: tentang kelahiran; kematian; perang; bencana; keceriaan dan kepedihan. Tak ada yang baru, seperti kaset lama memutar lagu yang sama. Sejarah pun punya geraknya sendiri: spiral, siklus dan linear. Dalam sebuah gerak spiral, dinamika peristiwa bersifat progresif dan berkelanjutan, karena peristiwa sejarah merupakan kesinambungan yang selalu terangkai dari masa lalu. Seperti ulir spiral yang selalu bertemu pada titik yang sama namun peristiwa selanjutnya selalu dianggap bergerak lebih maju dari sebelumnya.

  • Zulkifli Lubis Sabotase Pelantikan Bambang Utoyo

    KOLONEL Zulkifli Lubis tak tampak di Istana Merdeka pada 27 Juni 1955. Padahal, sebagai pejabat KSAD sementara, Lubis mestinya hadir untuk serah terima jabatan dengan koleganya Kolonel Bambang Utoyo. Serangkaian keganjilan kemudian mewarnai proses pelantikan Bambang Utoyo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dari Istana Merdeka, tempat pelantikan lantas dipindahkan ke aula Istana Negara. Seperti Lubis, tiada seorang pun perwira teras markas besar AD maupun panglima teritorium yang datang menghadiri acara pelantikan pimpinan mereka itu. Korps musik untuk mengiringi acara pelantikan bahkan harus didatangkan dari Dinas Pemadam Kebakaran. Menurut harian Indonesia Raya, Lubis bertanggung jawab atas aksi boikot tersebut. “Wakil KSAD Zulkifli Lubis telah mengeluarkan instruksi kepada segenap anggota Angkatan Darat untuk tidak menghadiri pelantikan KSAD Bambang Utoyo,” demikian diwartakan Indonesia Raya.

  • Menjelajah Toko Merah

    BANGUNAN berbata merah itu tampak mencolok di antara bangunan tua di sepanjang Jalan Kali Besar, Jakarta. Pelancong bersepeda onthel silih berganti menyinggahinya. Berbekal kamera digital, mereka asyik menjepret bagian depan bangunan itu. Prasasti yang terpampang di tembok depan bangunan menjadi latar untuk foto mereka.

  • Saweran Rakyat untuk Kemerdekaan dan KPK

    DHEA Erissa, 19 tahun, penyandang cerebral palsy (kelainan pada otak), duduk di atas kursi rodanya, ditemani ibunya mendatangi posko Saweran KPK di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan HR Rasuna Said Kav C-1 Jakarta, 10 Juli 2012 lalu. Mahasiswi jurusan antropologi Universitas Indonesia tahun kedua itu menyumbang Rp25 ribu. “Semoga banyak yang menyumbang dan pemberantasan korupsi jalan terus,” kata Dhea terbata-bata. Sakit yang diderita membuatnya sulit bergerak dan bicara.

  • Sejarah yang Tenggelam

    TAK ada lagi memorabilia kehidupan warga Porong, Sidoardjo setelah lumpur mulai merendam kampung halaman mereka enam tahun lalu. Yang tersisa hanyalah kisah sejarah pada daerah yang kini menjadi kubangan raksasa lumpur akibat kecerobohan pengeboran gas PT Minarak Lapindo Jaya.

  • Coklat Sebagai Ransum Tentara di Medan Perang

    SEPERTI senjata dan kendaraan tempur, makanan juga berperan besar dalam pertempuran. Sebab, tentara yang cukup makan akan mampu mengalahkan lawannya yang berperang dalam kondisi kelaparan. Salah satu makanan yang ditemukan dalam ransum para serdadu adalah coklat. Kandungan protein dan karbohidrat –serta kalsium dalam coklat susu– membuat coklat menjadi makanan padat kalori yang praktis untuk tentara dan penjelajah.

  • Mengislamkan Jawa: Berakhirnya Sintesis Mistik

    SULTAN Agung, penguasa Mataram, memperkenalkan karya-karya literatur yang terinspirasi ajaran Islam. Salah satunya Kitab Usulbiyah. Membaca kitab ini dianggap setara dua dari lima rukun Islam –mengeluarkan zakat dan berhaji ke Mekkah– dan pergi berjihad. Dalam karya ini, Nabi Muhammad digambarkan mengenakan mahkota emas dari Majapahit, dan dengan demikian mempersatukan dua simbol kekuasaan yang besar: Islam dan Jawa.

  • Masa Depan Bumi Manusia

    DAVID Attenborough, seorang naturalis sekaligus pembawa acara BBC Channel mengemukakan pengalamannya 60 tahun lampau saat membawakan sebuah show pencarian hewan untuk dikoleksi kebun binatang London. “Zoo Quest” nama show yang tayang di tahun 1950-an itu membawanya pergi ke berbagai negara, mulai di benua Afrika sampai ke Indonesia. “Menangkap dan memelihara hewan dari alam liar untuk dikoleksi bukanlah hal yang dilarang saat itu,” katanya.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page