Hasil pencarian
9656 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Sukarelawan Asing dalam Perang Kemerdekaan
AKUN The Kyiv Independent ( @KyivIndependent , 8/3) memposting foto sukarelawan asing pertama yang bergabung dalam Legiun Internasional. Mereka bertempur melawan tentara Rusia di luar Kyiv. Menurut Angkatan Darat Ukraina, para sukarelawan tersebut berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Swedia, Lithuania, Meksiko, dan India. Sukarelawan asing selalu hadir dalam sejarah peperangan di dunia. Begitu pula dalam perang kemerdekaan Indonesia. Orang-orang asing yang bergabung dengan Indonesia melawan Belanda umumnya desersi atau membelot, seperti mantan tentara Jepang termasuk yang berasal dari Korea, beberapa tentara Belanda, dan serdadu India muslim bagian dari pasukan Inggris (Sekutu).
- Perisai Presiden Bernama Tjakrabirawa
TAK sebagaimana biasanya. Pada hari raya lebaran tahun 1963, Presiden Sukarno tak hadir dalam salat id di lapangan Istana. Apa sebabnya Sukarno absen di hari penuh sukacita bagi umat muslim itu? “Terpaksalah presiden tidak ikut salat Idulfitri di lapangan Istana. Karena nasihat Tjakrabirawa, pengawal presiden,” ujar Menteri Pertahanan Jenderal TNI Abdul Haris Nasution dalam Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 5: Kenangan Masa Orde Lama . Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Terakhir kali mengikuti salat Iduladha di tahun sebelumnya, nyawa Sukarno hampir melayang karena upaya pembunuhan. Pengawalan pun kian diperketat semenjak adanya Resimen Tjakrabirawa.
- Jejak Sejarah Mobil Mercy
KARL BENZ, seorang insinyur otomotif Jerman, merampungkan mobil roda tiga rancangannya. Pada 29 Januari 1886, Karl mengajukan permohonan hak paten atas mobil bernama Benz Patent-Motorwagen itu. Namun, Karl tak percaya kendaraannya siap untuk melaju jarak jauh di jalan raya. Hanya ada seorang wanita yang percaya padanya. Orang itu adalah Bertha, istri Karl Benz. Seperti suaminya, Bertha juga ahli mesin dan otomotif. Tanpa sepengetahuan Karl, pada Agustus 1888, Bertha suatu hari membawa kendaraan buatan suaminya Benz Patent-Motorwagen Number 3. Bertha membawa kedua anaknya, Eugene dan Richard sebagai penumpang. Saat itu tak ada orang yang percaya ada mobil bisa menempuh perjalanan di jalan raya. Begitu pula seorang wanita di balik kemudi. Di tengah jalan, mobil mogok. Katup tersumbat. Sistem pengapian gagal berfungsi. Namun, Bertha pantang menyerah. Di sebuah apotek di Wiesloch, Bertha membeli 10 liter minyak ligroin dan meraciknya menjadi bensin. Manjur. Mesin mobil kembali menyala. Bertha berhasil menyelesaikan perjalanan sejauh 106 kilo meter dari Mannheim ke rumah orang tuanya di Pforzheim. Itu adalah perjalanan jarak jauh dengan mobil yang pertama di dunia. Apotek tempat Bertha membeli ligroin menjadi stasiun pengisian bahan bakar pertama di dunia. Bertha kemudian memperkenalkan penemuan suaminya dan merevolusi industri otomotif di dunia. Ilustrasi Berta Benz membeli minyak ligroin dari sebuah apotek untuk kendaran Benz Patent-Motorwagent yang dikemudikannya pada Agustus 1888. Jadi stasiun pengisian bahan bakar pertama di dunia. (Mercedes-Benz Group). “Benz Patent-Motorwagen dengan paten 37435 ini diakui secara global sebagai mobil pertama di dunia. Menjadi tonggak penting dan fondasi perjalanan Mercedes-Benz dalam menghadirkan inovasi teknologi, keamanan, kenyaman, serta kemewahan hingga hari ini,” kata Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia, dalam helatan “Mercedes-Benz 140 Years of Innovation” di World Beyond, Thamrin Nine, Jakarta (3/2). Karl Benz bersama Bertha kelak menjadi pionir mobilitas modern lewat mobil-mobil produksi perusahaannya, Benz & Cie. Pada 1926, Benz & Cie merger dengan perusahaan mesin otomotif Daimler Motoren Gesellschaft (DMS) untuk membentuk Daimler-Benz. Dari sinilah kemudian diproduksi mobil-mobil dengan merek Mercedes-Benz. “Penyatuan ini bukan sekadar penggabungan bisnis. Namun, penyatuan visi yang menciptakan standar kemewahan dan engineering tertinggi di dunia,” kata Kenny Wala, Senior Product & Pricing Manager Mercedes-Benz Indonesia. Di Indonesia, mobil produksi Benz sudah hadir sejak zaman kolonial. Pada 1896, mobil Benz Victoria Phaeton tiba di Jawa. Pemiliknya adalah Sri Susuhunan Pakubuwono X sekaligus menobatkannya sebagai orang pribumi pertama yang punya mobil di Hindia Belanda. Ini juga menjadi mobil pertama di Hindia Belanda yang kelak menjadi Indonesia. Sri Susuhunan Pakubuwono memesan mobil itu dari Jerman melalui perusahaan dagang Prottle & Co yang berbasis di Pasar Besar, Surabaya, dengan bandrol 10.000 gulden. Raja Surakarta ini terkenal kaya raya dan memimpin keraton Surakarta ke puncak kejayaan. Donald Rachmat, CEO Mercedes Benz-Indonesia, dalam “ Mercedes-Benz 140 Years of Innovation ” (3/2). Pada latar belakang tampak potret mobil Benz Victoria Phaeton milik Sri Susuhunan Surakarta Pakubuwono X. Ini merupakan mobil pertama di Indonesia sekaligus Sri Susuhunan PB X sebagai orang Indonesia pertama yang punya mobil. (Martin Sitompul/Historia.ID). Selain mobil, Mercedes-Benz kemudian memproduksi berbagai macam kendaraan, seperti truk dan bus. Ia juga merambah ke lintasan sport dengan memproduksi mobil balap bahkan kini konversi ke mobil listrik. Produsen otomotif asal Jerman yang berpusat di Stuttgart ini dikenal dengan teknologi dan keamanannya yang tinggi, serta desain mewah. Setelah Indonesia merdeka, mobil produksi Mercedes-Benz jadi langganan kendaran resmi kepresidenan. Presiden Sukarno sesekali menggunakan Mercedes-Benz tipe 600 Pullman. Mobil ini termasuk jajaran mobil ultra-mewah pada 1960-an serta dapat dipacu dengan kecepatan mencapai 205 km/jam. Namun, Bung Karno biasanya lebih sering menunggangi Buick Eight, pabrikan Amerika Serikat yang merupakan divisi dari General Motor. Sementara itu, dari Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo menggunakan Mercedes-Benz seri S-Class sebagai mobil dinas resmi kepresidenan. Seri S-Class mulai diproduksi sejak 1972, yang berarti Super atau Spesial. Selain desain mewah dan teknologi tinggi, mobil yang digunakan para presiden ini dilengkapi dengan body mobil antipeluru. “Sejak akhir abad 19, Indonesia turut serta dalam perjalanan 140 tahun Mercedes-Benz yang diperkuat dengan kehadiran operasional resmi sejak 1970,” kata Donald. Pada 1970, Mercedes-Benz secara resmi mendirikan basis operasionalnya di Indonesia di bawah PT Star Motor Indonesia. Orang Indonesia lebih terbiasa menyebutnya mobil Mercy. Pada 1982, pabrik perakitan Mercedes-Benz dibangun di Wanaherang, Bogor, di bawah kongsi Inchape dan Indomobil yang kemudian menjadi agen resmi Mercedes-Benz di Indonesia (IIDI). “Hubungan emosional kami dengan lokasi pabrik juga sangat mendalam, bahkan nama jalan utama menujuk pabrik kami secara resmi bernama Jalan Mercedes Benz,” kata Kenny.*
- Paspampres Berawal dari Polisi Pengawal Pribadi
ANGGOTA polisi berpakaian preman dan anggota TNI mengerumuni seorang pemuda pengendara motor di pos penyekatan PPKM Darurat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Rabu, 7 Juli 2021. Terjadi keributan karena pemuda itu mengaku anggota Paspampres (Pasukan Pengawal Presiden). Dalam video yang viral, terdengar suara oknum polisi berkata, “Kalau kamu Paspampres memang kenapa?” Setelah menunjukkan identitasnya, pemuda itu bernama Praka Izroi benar anggota Paspampres. Dia dipersilakan melanjutkan perjalanan. Teman-temannya kemudian mendatangi Polres Jakarta Barat. Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo meminta maaf kepada Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto. Empat personel polisi termasuk yang berkata “Kalau kamu Paspampres memang kenapa?” telah diperiksa Propam Polda Metro Jaya.
- Sisi Lain Jeffrey Epstein
ADA banyak nama besar yang “terseret” dalam jutaan lembar “Epstein Files” yang –diambil dari nama Jeffrey Edward Epstein– dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada 30 Januari 2026 lalu. Selain nama Presiden AS Donald Trump dan mantan Presiden Bill Clinton, ada pula nama Elon Musk, Bill Gates, Pangeran Andrew, (Inggris), eks-Perdana Menteri Israel Ehud Barak, hingga bankir Ariane de Rothschild. Epstein si predator seks mulanya seorang konsultan keuangan. Ia kemudian jadi investor dengan jejaring di mana-mana, mulai dari kalangan bos investasi hingga kontraktor pertahanan. Pada 2008, Epstein dipidana atas kasus prostitusi anak di bawah umur. Pun pada Juli 2019, ia didakwa kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, rudapaksa berantai, hingga perdagangan seks. Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Epstein yang beberapa kali lolos dari lubang jarum, akhirnya tumbang. Pasalnya dalam beberapa kasus keuangan ia juga berulang kali bermasalah. Pasca-dibebaskan dari tahanan akibat kasus seksual 2008, ia kembali berulah. Apapun dilakukannya seenak perutnya, seolah tak bisa tersentuh hukum lagi. Terlepas dari ajalnya, menarik bagaimana seorang yang bahkan dropped-out (DO) kuliah bisa masuk dan punya jejaring circle taipan. Satu dari sedikit jurnalis investigatif yang pernah menggali lebih dalam tentang bagaimana Epstein membangun jejaring bisnisnya adalah Vicky Ward. Ketika itu Ward masih berkarier di majalah bulanan Vanity Fair. Selama dua bulan Ward mengikuti Epstein. Tidak hanya mewawancarai Epstein namun juga banyak orang di sekelilingnya sampai para korban dan keluarga korban rudapaksa anak di bawah umur. Artikel khususnya terbit di Vanity Fair edisi Maret 2002 bertajuk “The Talented Mr. Epstein”. Nahasnya, Graydon Carter sang editor menyensor dengan membuang bagian-bagian tentang pengakuan para korban Epstein. “Saat artikelnya sedang dipersiapkan untuk dimuat, Epstein mengunjungi kantor editor Vanity Fair saat itu, Graydon Carter, dan tiba-tiba, pengakuan dan tuduhan para perempuan itu dihilangkan dari artikelnya. Saat itu Carter bilang, ‘Ia sensitif terkait para gadis muda.’ Carter sebelumnya membantah tudingan ini,” tulis Ward di kolom The Daily Beast , 9 Juli 2019, “Jeffrey Epstein’s Sick Story Played Out for Years in Plain Sight”. Dari Guru Jadi Investor Epstein hidup bak maharaja di era modern, begitu kata Leah Kleman kepada Ward di artikelnya di Vanity Fair . Kleman salah satu penyalur seni yang dekat dengan Epstein. Maka ketika Ward diizinkan bertamu ke kediaman mewah Epstein di kawasan elit Upper East Side, Manhattan untuk wawancarainya, banyak benda seni terpajang di rumahnya yang dilihat Ward. “Aula masuknya dengan lantai-lantai marker berhias banyak lukisan hingga patung-patung pygmy hingga petarung Afrika telanjang. Penghuninya adalah investor Jeffrey Epstein, 50, seorang yang tampan, mirip Ralph Lauren. Baginya properti dengan luas total 51 ribu kaki persegi (4.738 meter persegi) sangatlah layak untuk seseorang seperti dirinya,” tulis Ward. Saat itu, Epstein punya properti lain, yakni Pulau Little Saint James di Kepulauan Virgin, Amerika Serikat. Properti yang kondang disebut Epstein Island itu dimilikinya sejak 1998. Bedanya dengan George Soros dan Stanley Druckenmiller, Epstein terkesan tertutup dan misterius karena hampir semua kliennya tak diketahui publik. Ia diketahui sekadar ikut mengelola dana para kliennya mencapai total 15 miliar dolar. “Ia berteman dengan para ilmuwan pemenang Hadiah Nobel, para CEO seperti Leslie Wexner, sosialita Ghislaine Maxwell, bahkan Donald Trump. Dunia mulai penasaran terhadap dia setelah menerbangkan Bill Clinton, (dua aktor) Kevin Spacey dan Chris Tucker ke Afrika dengan pesawat pribadi Boeing 727,” tulis jurnalis Landon Thomas Jr. di kolom New York Magazine edisi 28 Oktober 2002, “Jeffrey Epstein: International Moneyman of Mystery”. Padahal, Epstein bukanlah berasal dari keluarga old money . Ia lahir pada 20 Januari 1953 di Brooklyn sebagai anak sulung dari dua bersaudara pasangan Yahudi, Pauline Stolofsky dan Seymour George Epstein. Keluarganya kelas menengah-bawah karena ayahnya sekadar bekerja sebagai tukang kebun di Dinas Pertamanan dan Rekreasi Kota New York. Punya hobi bermain piano, Epstein hanyalah tamatan SMA. Otaknya encer jika menyoal matematika, meski DO dari jurusan fisiologi matematika di New York University. Namun meski tak punya ijazah S-1, pada 1973 ia mendapat pekerjaan mengajar kalkulus dan fisika di sekolah swasta elit, Dalton School. “Salah satu ayah dari murid Epstein terkesan dengan kelas-kelas matematika Epstein. Sang ayah mengatakan pada Epstein: ‘Kenapa Anda mengajar di Dalton? Mestinya Anda di (pusat ekonomi elit) Wall Street. Bagaimana kalau Anda kontak teman saya, Ace Greenberg’,” lanjut Thomas Jr. Alan ‘Ace’ Greenberg –bersama Jimmy Cayne– adalah bos perusahaan investasi dan sekuritas perdagangan Bear Stearns. Maka mulai 1976 Epstein muda banting setir jadi asisten yunior di lantai bursa saham. Kariernya mulai melejit berkat background matematikanya hingga jadi mitra di Bear Stearns sejak 1980. Namun, setahun berselang ia memilih angkat kaki. “Sampai pada 1982 Epstein mendirikan perusahaannya sendiri, J Epstein and Co. (beberapa sumber menyebut Intercontinental Assets Group Inc./IAG, red. ), di mana ia mulai mengumpulkan banyak klien. Premis di baliknya simpel: Epstein akan mengelola keuangan klien individu atau keluarga senilai 1 miliar dolar atau lebih. Firmanya tidak sekadar menawarkan saran investasi namun juga mengarsiteki setiap aspek kekayaan kliennya, mulai dari investasi, amal, hingga perencanaan pajak. Seorang kolega mengingat kata-katanya, ‘Saya ingin orang-orang paham kekuasaan, tanggung jawab, dan beban dari uang mereka,’” tambahnya. Epstein lantas merambah ke bidang koleksion utang. Seorang kenalan kontraktor militer Inggris, Douglas Leese, dan mantan jaksa agung John Mitchell pada 1987 mengenalkan Epstein kepada bos agensi investasi dan penagih utang Towers Financial Corporation, Steven Hoffenberg, di London. Epstein pun berguru kepada Hoffenberg perihal skema pembelian surat utang dari orang-orang yang berutang kepada rumah sakit, bank, dan perusahaan telekomunikasi. “Catatan keuangan juga menunjukkan pada 1988 Epstein berinvestasi 1,6 juta dolar ke perusahaan supplier olahraga Riddell Sports Inc. Di antara mitra investornya adalah bos industri teater Robert Nederlander dan jaksa Leonard Toboroff. Seorang sumber yang mengetahui transaksi itu menyebut bahwa Epstein bilang pada Nederlander dan Toboroff bahwa ia menambah investasinya dari seorang bankir Swiss yang tak boleh disebutkan namanya. Akan tetapi Hoffenberg mengklaim uangnya dari dia dan pihak Tower menyatakan tahun itu terdapat pinjaman sebesar 400 ribu dolar atas nama Epstein,” sambung Ward. Hanya saja, Hoffenberg kemudian tersandung kasus investasi bodong (Skema Ponzi) setelah dituntut atau Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada 1993. Namun Epstein lolos setelah angkat kaki lebih dulu dari investigasi penyelewengan investasi itu ketika akhirnya Hoffenberg divonis 20 tahun penjara, denda 1 juta dolar dan restitusi 463 juta dolar. Kedekatan Trump dengan Epstein (House Oversight Democrats) Setelahnya Epstein kembali menyibukkan diri dengan firmanya sendiri. Satu dari sekian klien yang hanya diketahui publik adalah taipan pemilik perusahaan ritel terbesar pada 1980-an, Leslie Wexner. Menurut Ward, Epstein mengenal Wexner melalui rekannya yang seorang eksekutif perusahaan asuransi, Robert Meister dan istrinya. Beberapa perusahaan yang dinaungi Wexner di antaranya perusahaan fesyen Victoria’s Secret dan perusahaan ritel Bath & Body Works. Pada 1995 Epstein bahkan dipercaya jadi direktur Wexner Foundation dan Wexner Heritage Foundation. “Sebelumnya Wexner melakukan beberapa investasi yang buruk dan Jeffrey datang dan langsung menyelesaikan semuanya,” sebut salah satu mitra Epstein kepada Ward. Di masa itu pula circle pergaulannya dengan para taipan meluas, termasuk berkawan dekat dengan Donald Trump dan Tom Barrack. Michael Wolff dalam Fire and Fury: Inside the Trump White House menyebut, ketiganya bak “Tiga Musketeer Kehidupan Malam”. “Saya mengenal Jeff selama 15 tahun. Orang yang hebat. Senang berada di dekatnya. Bahkan dikatakan ia sangat menyukai wanita-wanita cantik seperti saya juga dan banyak dari mereka masih muda. Tak diragukan lagi, Jeffrey menikmati kehidupan sosialnya,” kata Trump medio 2002, dikutip Thomas Jr. Pada tahun 2000, nama Epstein yang sudah mulai dikenal, ditunjuk jadi salah satu anggota dewan wali amanat Universitas Rockefeller. Di antara figur-figur kondang yang ada di dewan itu seperti Nancy Kissinger, Brooke Astor, Robert Bass, dan pemenang Hadiah Nobel, Joseph Goldstein. Tetapi “petualangan” Epstein itu akhirnya menemui batu sandungan. Setelah penyelidikan hingga penyidikan Kepolisian Palm Beach dan kemudian diteruskan FBI atau badan investigasi federal AS, pada 2007 Epstein dinyatakan sebagai tersangka atas kasus prostitusi gadis di bawah umur. Akan tetapi atas negosiasi pengacara Epstein, Alan Dershowitz, kepada Jaksa Distrik Selatan Negara Bagian Florida, Alexander Acosta. Tak ayal, kasusnya tak naik ke ranah federal setelah hasil negosiasinya menyatakan Epstein akan mengaku bersalah di ranah hukum Negara Bagian Florida. Campur tangan Acosta membuat investigasi lanjutan FBI terhadap kemungkinan adanya korban-korban tambahan, terkait investigasi atas kejahatan seksual dan perdagangan seks federal terhenti. Alhasil, pada 2008 Epstein sekadar divonis 18 bulan penjara dan membayar restitusi kepada tiga korban. Epstein dan Intelijen Arsip-arsip FBI mengenai Epstein yang dirilis DOJ menguak lagi beberapa layer tentang hubungan Epstein dengan intelijen asing. Beberapa pihak menganggap Epstein adalah agen atau setidaknya terafiliasi dengan KGB (Rusia) atau Mossad (Israel). Bukan tidak mungkin lantaran Epstein selama hidupnya tak tersentuh. Ward sendiri dalam artikelnya di kolom The Daily Beast mengaku pernah mewawancara seorang mantan pejabat senior Gedung Putih pada 2017. Sumber yang tak diketahui namanya ini juga terlibat dalam pembentukan pemerintahan transisi periode pertama Presiden Trump (2017-2021). Salah satu tokoh yang ditemui sang sumber untuk “tes kelayakan” anggota kabinet Trump adalah Acosta, jaksa Distrik Selatan Florida yang pernah menangani kasus Epstein. Acosta ketika itu “diwawancara” sang sumber untuk jabatan menteri tenaga kerja. “’Apakah kasus Epstein akan jadi masalah (di rapat dengar pendapat dan konfirmasi)?’ katanya kepada Acosta. Acosta menjelaskan bahwa ketika itu ia hanya sekali rapat tentang kasus Epstein. Ia membuat kespeakatan non-tuntutan dengan salah satu pengacara Epstein karena ia ‘telah diperingati’ untuk mundur, bahwa Epstein berada di atas wewenangnya. ‘Saya diperingatkan bahwa Epstein adalah milik intelijen dan diperingatkan untuk meninggalkan urusannya,’ ujarnya kepada sang pewawancara di tim transisi Trump,” ungkap Ward. Tidak menutup kemungkinan, memang. Terlebih, sebelumnya Epstein kerap berhubungan dengan para kontraktor pertahanan seperti Douglas Leese, atau Adnan Khashoggi, seorang pedagang senjata asal Arab Saudi. Menariknya, Adnan Khashoggi masih terhitung ipar pebisnis Mesir, Mohamed al-Fayed, dan juga terhitung paman dari Dodi al-Fayed. Nama terakhir ini meninggal tragis pada 1997 dalam kecelakaan di Paris bersama Putri Diana. Adnan Khashoggi juga masih paman dari Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang pada 2018 dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul oleh agen-agen yang diduga suruhan Pangeran Mohammed bin Salman. Salah satu potongan dokumen investigasi FBI yang dirilis DOJ (Department of Justice) Media massa Inggris Daily Mail dalam pemberitaannya pada Selasa (3/2/2026), “Jeffrey Epstein helped Russian spies collect blackmail ‘kompromat’ on western elites for DECADES says former MI6 agent Steele”, mengungkit klaim eks agen MI6 Inggris Christopher Steele, bahwa Epstein terafiliasi dengan KGB. Sedangkan sebelumnya, salah satu dokumen yang dirilis DOJ menengarai Epstein justru terafiliasi Mossad. Laporan FBI dengan nomor seri “EFTA00090314” dalam dokumen yang dirilis DOJ itu memuat keterangan seorang CHS (Confidential Human Source), semacam justice collaborator, yang tak disebutkan namanya. Epstein, katanya, berhubungan dengan Mossad melalui pengacaranya, Alan Dershowitz, dan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak. “CHS saling berkomunikasi antara Dershowitz dan Epstein...setelah komunikasi-komunikasi itu, Mossad akan mengontak Dershowitz untuk menanyakan tentang komunikasi itu. Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya. Barak meyakini (Netanyahu) seorang penjahat. Arab Saudi, Israel, dan Uni Emirat Arab adalah sekutu menghadapi Qatar, Turki, Iran, dan Suriah. Salah satu (diblok hitam) CHS yang ditengarai bekerja (diblok hitam) bertanya banyak hal kepada CHS tentang Epstein. CHS menjadi semakin yakin bahwa Epstein adalah agen Mossad yang telah terkooptasi,” tulis laporan itu. Maka dokumen itu juga berkaitan secara tidak langsung dengan dokumen-dokumen lain. Mengutip Euronews , Senin (2/2/2026), dokumen FBI lain yang dirilis DOJ mengungkapkan salinan surat elektronik (surel) yang terjadi pada Juli 2011, bahwa salah satu mitra Epstein mengatakan, Epstein berniat mengeksploitasi kekacauan di Libya dengan mencari dan memulihkan aset-aset Libya di negara-negara Barat senilai total 80 miliar dolar. Dalam surel itu juga disebutkan bahwa beberapa mantan agen MI6 dan Mossad bersedia membantunya menemukan dan memulihkan aset-aset itu.*
- Sukarno Akan Dihabisi di Luar Negeri
SURAT Perintah 11 Maret atau dikenal sebagai Supersemar menjadi salah satu surat monumental nan kontroversial dalam sejarah bangsa Indonesia. Sialnya, surat yang dipakai Soeharto untuk jalan masuk menuju kekuasaannya selama 32 tahun itu hingga kiini masih dicari alias tidak diketahui pasti keberadaannya. Dalam Dialog Sejarah “Supersemar, Supersamar: Kontroversi Arsip Surat Peralihan Kekuasaan Sukarno ke Soeharto,” Jumat, 12 Maret 2021 di Saluran Youtube dan Facebook Historia, Arsiparis Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mira Puspita Rini menyebut bahwa saat ini ANRI menyimpan tiga versi Supersemar.
- Cerita Megawati Tentang Upaya Pembunuhan Ayahnya
SEBAGAI alumni Perguruan Cikini, Megawati Sukarnoputri tak pernah lupa momen ketika sekolahnya merayakan hari jadi ke-15 dengan menggelar malam amal dan bazar pada 30 November 1957. “Bersama kakak, saya mendapat tugas menjaga pameran, kakak saya jaga permainan,” kata Megawati ketika memberi kesaksian di acara peluncuran buku Seri Historia yang dihelat Penerbit Buku Kompas dan majalah Historia di Museum Nasional, Jakarta, 30 November 2017.
- Kala Hak Imunitas Anggota DPR Kandas
SABTU malam, 30 November 1957, Perguruan Cikini menggelar lustrum ke-3. Presiden Sukarno, sebagai orangtua dari Guntur Soekarnoputra dan Megawati Soekarnoputri, hadir dan memberikan sambutan. Pukul 21.00, Sukarno meninggalkan ruangan resepsi, sementara kedua anaknya tak ikut karena ingin menonton film. Sukarno berjalan menuju halaman gedung sekolah dengan diantar oleh Kepala Sekolah Sumadji dan Ketua Panitia Nyonya Sudardjo.
- Blackwater, Tentara Bayaran Paman Sam
FALLUJAH, Irak, 31 Maret 2004. Pukul 09.30, ketika empat warga Amerika Serikat mengendarai dua jip Pajero, para mujahidin Irak telah menanti mereka. Setelah memasuki Fallujah, jip-jip itu melambat. Mereka dihadang oleh pemeriksaan kendaraan. Saat kendaraan berhenti, sebuah geranat jatuh di samping jip disertai bunyi rentetan senapan mesin. Peluru-peluru merobek sepanjang sisi Pajero dan menciderai para penumpangnya. Jip-jip itu dengan cepat tenggelam dalam kobaran si jago merah. Tubuh-tubuh hangus tak bernyawa itu ditarik keluar dan dicabik-cabik. Kerumunan orang lalu menggantung mereka di sebuah jembatan di atas Sungai Eufrat selama berjam-jam. Di depan kamera televisi, seorang pria muda berkata, “Fallujah adalah kuburan orang-orang Amerika!”
- Cerita di Balik Pembentukan Provinsi Nusa Tenggara Timur
KONFERENSI Partai Katolik di Nele Sikka pada 1956 mengusung pembentukan Provinsi Flores. Hal ini karena Partai Katolik menang di Flores dalam pemilu pertama tahun 1955. Namun, delegasi komisariat Partai Katolik Timor yang dipimpin Frans Sales Lega menentang gagasan itu, dengan melontarkan pertanyaan: mengapa Flores tidak bergabung dengan Timor dan Sumba? Gagasan pembentukan Provinsi Flores gagal. Pada konferensi Partai Katolik di Ende tahun 1957, Lega mengusulkan satu provinsi untuk seluruh bekas Karesidenan Timor yang meliputi Timor, Flores, Sumba, dan pulau-pulau sekitarnya. Usul ini disetujui. Karesidenan Timor sendiri bagian dari Provinsi Sunda Kecil. “Nama Sunda Kecil kemudian diubah menjadi Nusa Tenggara oleh Menteri Moh. Yamin, mungkin untuk tidak menciptakan inferiority complex warganya,” kata Ben Mboi dalam Memoar Seorang Dokter, Prajurit, Pamong Praja. Lega mendekati Kepala Daerah Timor, Stephanus Ndoen dan Dewan Perwakilan Rakyat Timor untuk memimpin perjuangan pembentukan provinsi baru. Di Kupang dibentuk delegasi untuk menemui Menteri Dalam Negeri Sanusi Hardjadinata. Delegasi terdiri atas Tobing sebagai ketua, dengan anggota Lega sebagai juru bicara, N.D. Dillak, dan Piet Parera-Fernandez. “Saya ingat betul waktu, pada 1957 saya mengunjungi Pak Lega (dan rombongan) di Hotel Des Indes, Jalan Majapahit Jakarta,” kata Ben Mboi. “Sebagian besar rombongan belum pernah ke Jakarta. Mereka ketakutan menyeberang Jl. Majapahit karena padatnya lalu lintas plus trem.” Kepada Ben Mboi, Lega menceritakan pertemuannya dengan Mendagri Sanusi. “Berapa sarjana kamu punya untuk bikin provinsi?” tanya Sanusi kepada Lega. “Justru supaya kami bikin sarjana, kami mau bentuk provinsi,” jawab Lega yang balik bertanya, “Berapa sarjana di Indonesia ketika Proklamasi 17 Agustus 1945?” Sanusi tidak menjawab. Upaya lain ditempuh oleh Stephanus Ndoen dengan melakukan diplomasi olahraga. Timor mengirimkan kontingen yang terpisah dari kontingen Nusa Tenggara ke Pekan Olahraga Nasional IV tahun 1957 di Makassar. Lega memimpin kontingen Timor itu. Menurut Ben Mboi, nama-nama seperti Nani Manoe, Rudy Leiwakabessy, J.N. Manafe, kelompok pemanah dari Alor, atlet-atlet sepakbola (yang kebanjiran gol), dan atlet sepeda yang kesasar di Kota Makassar, adalah pelaku-pelaku sejarah yang berjuang agar Nusa Tenggara Timur mendapatkan pengakuan dan dapat mengatur rumah tangganya sendiri. “Merekalah ratusan pahlawan tak bernama yang memikul pasir dan batu bata awal bangunan yang bernama Nusa Tenggara Timur sekarang ini,” kata Mboi. Mendagri Sanusi kemudian datang ke Kupang untuk menyaksikan sendiri semangat kehidupan Timor, Flores, dan Sumba, untuk membentuk provinsi sendiri. Akhirnya, Provinsi Nusa Tenggara dipecah menjadi tiga provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengesahannya berdasarkan UU No. 64 tahun 1958 tanggal 14 Agustus 1958. Menurut Mboi yang menjadi Gubernur NTT ketiga (1978-1983), pembagiannya sangat berat beban ideologis. Bali, mayoritas beragama Hindu dan dikuasai Partai Nasional Indonesia; mayoritas penduduk NTB beragama Islam dengan kekuatan politik partai Islam (Masyumi dan Nahdlatul Ulama); dan NTT penduduknya 90 persen Kristen (55 persen Katolik, 35 persen Protestan) secara politis berbasis Partai Katolik dan Parkindo (Partai Kristen Indonesia). Kendati lahir bersamaan, namun peresmian ketiga provinsi itu berbeda-beda: Bali (14 Agustus 1958), NTB (17 Desember 1958), dan NTT (20 Desember 1958). Gubernur pertama NTT dijabat Lalamentik, sedangkan Lega menjabat bupati Manggarai. Untuk mengenang jasanya, Frans Sales Lega diabadikan menjadi nama bandar udara di Ruteng, Manggarai.*
- Meluruskan Sejarah Bendera Pusaka
DI internet beredar luas informasi mengenai kain Bendera Pusaka Merah Putih yang dikibarkan pada Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Disebutkan bahwa bendera itu berasal dari kain seprai warna putih dan kain tenda warung soto warna merah. Benarkah? Fatmawati, istri Sukarno yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih, menceritakan dari mana dia mendapatkan kain untuk bendera Merah Putih dalam bukunya, Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Volume 1, yang terbit tahun 1978.
- Misi Pemeradaban, Akal Bulus Leopold II
SETELAH gagal mendapatkan daerah jajahan di Filipina, Raja Belgia Leopold II berusaha mencari daerah jajahan baru untuk meningkatkan prestis dan kekuatan Belgia. Dicarinya tempat yang tidak memakan banyak biaya atau mengerahkan kekuatan besar untuk ditundukkan. Ia lantas menemukan Congo di Afrika Tengah yang luasnya hampir 70 kali Belgia sebagai daerah jajahan yang tepat. Namun, Leopold II tahu bahwa ia harus berhati-hati menundukkan Congo dan berusaha mendapat pengakuan dari kekuatan Eropa lain sebelum penjajahan dilakukan. Ia kemudian melancarkan akal bulus, membungkus kolonialismenya dengan wajah kampanye filantropis dan upaya pembukaan pasar bebas di sana.






















