top of page



Tiga Selera Lukisan Sukarno
Selera Sukarno pada lukisan didasarkan pada jati dirinya sebagai lelaki, pejuang, dan presiden.


Sukarno Sang Kolektor Lukisan
Sukarno mengumpulkan 16 ribu benda seni senilai dua triliun. Sekitar dua ribuan lukisan berasal dari 250 pelukis.


Ketika Sukarno Meminjam Lukisan
Di awal mengoleksi lukisan, Sukarno meminjam atau membeli dengan cicilan.


Geliat Seni Rupa Semasa Pendudukan Negeri Sakura
Agenda propaganda Jepang dijadikan para seniman sebagai alat untuk mengasah diri dan mendapatkan material seni.


Menolak Pandangan Lelaki Lewat Lukisan
Emiria menolak pandangan lelaki (male gaze) dalam lukisannya. Kehadirannya mendobrak dominasi lelaki dalam dunia seni lukis Indonesia.


Imajinasi Wajah Pahlawan Nasional
Pemerintah Orde Baru meminta pelukis Basoeki Abdoellah melukis wajah Pahlawan Nasional. Dia berimajinasi karena tak tahu semua wajah sebenarnya para pahlawan itu.


Melacak Maestro Lukis Indonesia
Basoeki Abdullah, maestro seni lukis Indonesia sadar media. Prestasi hingga kontroversi menghiasi berbagai media baik dalam maupun luar negeri.


Menyuarakan Nasib Nelayan Melalui Lukisan
Lukisan-lukisan karya Itji Tarmizi mengangkat realitas sosial. Dia “dihilangkan” rezim Orde Baru.


Hikayat Lukisan Gatotkaca
Sukarno pernah meminta Basoeki Abdullah melukis sosok Gatotkaca untuknya


Lukisan Koleksi Istana Memakan Korban
Basoeki Abdullah melukis Nyai Roro Kidul. Model lukisannya meninggal dunia.


48 Senandung Ibu Pertiwi
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya


Emoji Tersenyum Tertua
Penelitian terbaru arkeolog menemukan bukti emoji tersenyum tertua pada guci berusia 3.700 tahun.


Cerita di Balik Gambar Sisingamangaraja XII
Keluarga menolak lukisan Sisingamangaraja XII yang gemuk karena dia puluhan tahun bergerilya melawan Belanda.


Digulung dan Disingkirkan
Raden Saleh, pelukis abad 19, adalah salah satu simbul penting sejarah bersama Indonesia Belanda. Tapi ada tanda-tanda Belanda ingin menyingkirkannya, seperti Multatuli yang sekarang juga mulai diabaikan.


Cara Keluarga Kerajaan Belanda Perlakukan Karya Raden Saleh
Bertahun-tahun digulung dan tersimpan di Istana Het Loo tanpa pernah dipamerkan. Publik Belanda dikagetkan oleh kabar penjualan lukisan Raden Saleh.

Ads
Ads
Ads
bottom of page













