top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kisah Ibrahim Adjie dan Supersemar

    JUMAT, 11 Maret 1966. Telepon di kediaman Mayjen TNI Ibrahim Adjie berdering siang itu. Begitu diangkat oleh Pangdam III/Siliwangi tersebut, terdengar suara Letjen TNI Maraden Panggabean, Deputi Kepala Staf Angkatan Darat, di seberang sana. Dia memberi kabar bahwa Presiden Sukarno telah diamankan dari Jakarta ke Bogor, menyusul terganggunya sidang kabinet di Istana Negara karena kehadiran pasukan liar. Sekira jam 15.00, giliran Komandan Resimen Tjakrabirawa Brigjen Moh. Sabur yang menelepon Adjie. Dia menyampaikan pesan dari Presien Sukarno agar Adjie menghadap ke Istana Bogor hari itu juga. “Dengan mengendarai jip, Bapak langsung berangkat dari Bandung untuk menghadap Bung Karno,” kenang Kikie Adjie, salah satu putra Ibrahim Adjie, kepada Historia.ID.

  • Sukmawati Sukarnoputri: Supersemar Merupakan Tes Kesetiaan

    SUPERSEMAR atau Surat Perintah 11 Maret 1966 yang diberikan Presiden Sukarno kepada Letjen TNI Soeharto merupakan tes kesetiaan. Hal itu dinyatakan Sukmawati Soekarnoputri saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Membaca Sejarah: 51 Tahun Supersemar vs 19 Tahun Reformasi” yang diselenggarakan PARA Syndicate di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017). “Jadi, sebetulnya bagi Bung Karno ini suatu surat tes. Soeharto ini sebenarnya masih mau patuh atau tidak dengan pemerintah,” ujar Sukmawati. Sukmawati mengatakan bahwa isi surat itu salah satunya adalah untuk tetap patuh dalam bertindak dan bermusyawarah dengan para panglima, bukan hanya dengan Angkatan Darat. Namun, pada praktiknya, Soeharto lebih memilih bertindak sendiri.

  • Supersemar Supersamar

    SUPERSEMAR atau Surat Perintah 11 Maret 1966 telah berusia lebih dari setengah abad. Namun, ia masih diselubungi kontroversi. Ada tiga kontroversi di seputar Supersemar: proses mendapatkan surat itu, interpretasi perintah dalam surat itu, dan naskah surat itu sendiri.   Proses pembuatan Supersemar diyakini dengan paksaan karena sebelum tiga jenderal, terlebih dahulu dikirim dua pengusaha untuk membujuk Sukarno menyerahkan kekuasaan kepada Letjen TNI Soeharto. Artinya, ada upaya aktif untuk meminta Sukarno menyerahkan kewenangannya kepada Soeharto.  Soeharto sebagai penerima Supersemar tidak menjalankan apa yang diperintahkan dalam Supersemar. Dengan Supersemar, dia membubarkan PKI. Supersemar ditafsirkan sebagai pelimpahan kekuasaan, yang kemudian dibantah oleh Sukarno.   Terakhir, naskah Supersemar yang otentik hingga kini belum ditemukan. Arsip Nasional Republik Indonesia menyimpan tiga versi Supersemar. Semuanya bukan yang otentik. Belum ditemukan Supersemar yang otentik tidak mengurangi kelengkapan narasi sejarah tentang pergantian kekuasaan tahun 1965/1966.  Berikut ini laporan khusus Supersemar:  Sukarno Ditodong Senjata? Misi Pengusaha Sebelum Supersemar Menjejaki Supersemar Asli Tiga Versi Supersemar Memburu Surat Sakti Praktik Klenik Surat Sakti Situasi Mencekam Sebelum Supersemar Surat Perintah yang Terlupakan Kontroversi Seputar Supersemar Kisah Ibrahim Adji dan Supersemar Meringkus Loyalis Sukarno Soeharto Rekayasa Penyerahan Supersemar Sukmawati Sukarnoputri: Supersemar Merupakan Tes Kesetiaan

  • Kontroversi Seputar Supersemar

    SURAT Perintah 11 Maret 1966 atau dikenal dengan Supersemar hingga kini masih diselubungi kontroversi. Ada tiga kontroversi di seputar Supersemar, yaitu teks, proses mendapatkannya, dan interpretasi perintah dalam surat itu. Demikian diungkapkan sejarawan Asvi Warman Adam dalam diskusi “Supersemar: Penulisan dan Pelurusan Sejarah” yang digelar Komunitas Penulis Penerbit Buku Kompas di Bentara Budaya, Jakarta, (10/3). Pembicara lain adalah sejarawan Jepang Aiko Kurasawa dan Daniel Dhakidae. Menurut Asvi, naskah otentik Supersemar sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyimpan tiga versi Supersemar. Namun, setelah diuji laboratorium forensik Mabes Polri, semuanya tidak otentik atau tidak asli. Meski demikian, ANRI tetap menyimpannya sebagai pembanding jika suatu saat nanti naskah otentik Supersemar ditemukan.

  • Singapura Tak Terima KRI Usman Harun

    Angkatan Laut Republik Indonesia berencana menamai salah satu kapal barunya KRI Usman Harun. Pemerintah Singapura pun protes, menganggap penamaan itu akan melukai perasaan rakyat Singapura, terutama keluarga korban pengeboman MacDonald House pada 1965. Pada 10 Maret 1965, pukul 15.07, bom meledak di gedung Hongkong and Shanghai Bank atau dikenal dengan MacDonald House di Orchard Road, Singapura, tujuh menit setelah bank tutup kendati karyawannya masih menyelesaikan pekerjaan. Bom seberat 9-11 kg berbahan nitrogliserin itu diletakkan di dekat lift. Tiga orang tewas, dan setidaknya 33 orang lainnya luka-luka.

  • The Confrontation that Devastated Singapore

    ON March 10, 1965, at 3:07 p.m., a bomb exploded in the MacDonald House building on Orchard Road, Singapore. The building, which was used then by HSBC, shattered by the bomb only seven minutes after its closing time. Many office workers who were inside the building, including Rosie Heng, an employee of the Malaya Borneo Building Society on the fourth floor, mistook the blast for a lightning in heavy rain. Instead of a lightning, the deafening sound came from a nitroglycerine bomb placed near the building’s lift, where the bomb tore through the door and destroyed the walls around it. Not far from the lift was the bank's correspondence office, where Suzie Choo, 36, personal secretary to the bank manager, and Juliet Goh, 23, a bank clerk, worked. Both died instantly and were buried under the rubble. The third victim, Mohamed Yasin bin Kesit, driver for the Malaya Borneo Building Society, died a few days later after slipping into a coma. At least 33 other people were injured.

  • Konfrontasi Sampai Mati

    PADA 10 Maret 1965, pukul 15.07, bom meledak di gedung MacDonald House di Orchard Road, Singapura, tujuh menit setelah bank tutup. Banyak pekerja kantor di gedung itu, seperti Rosie Heng, karyawan Malaya Borneo Building Society di lantai empat, mengira ledakan itu adalah petir di tengah hujan deras. Bom berbahan nitrogliserin yang diletakkan di dekat lift merobek pintu dan menghancurkan dinding bagian dalam. Di sisi lain dinding adalah kantor korespondensi bank, di mana Suzie Choo (36 tahun), sekretaris pribadi manajer bank, dan Juliet Goh (23 tahun), pegawai arsip bank, bekerja. Keduanya tewas seketika dan tertimbun reruntuhan. Korban ketiga, Mohamed Yasin bin Kesit, sopir Malaya Borneo Building Society, meninggal beberapa hari kemudian. Setidaknya 33 orang luka-luka.

  • Genosida VOC di Pulau Banda

    PADA 8 April 1608, Laksmana Pieterszoon Verhoeven, bersama 13 kapal ekspedisi tiba di Banda Naira. Perintah Heeren Zeventien, para direktur VOC di Amsterdam, sebagaimana ditulis Frederik W.S., Geschiedenis van Nederlandsch Indie, kepada Laksamana Pieterszoon Verhoeven: "Kami mengarahkan perhatian Anda khususnya kepada pulau-pulau di mana tumbuh cengkeh dan pala, dan kami memerintahkan Anda untuk memenangi pulau-pulau itu untuk VOC, baik dengan cara perundingan maupun kekerasan." Sejak lama Banda dikenal sebagai penghasil utama pala (Myristica fragrans). Bunganya yang dikeringkan disebut “fuli”. Bunga ini membungkus daging buah pala. Sejak dulu pala dan fuli dimanfaatkan untuk rempah-rempah, yang mengundang bangsa Eropa untuk datang. Sesampai di Banda, Verhoeven mendapati Inggris di bawah pimpinan Kapten William Keeling telah berdagang dengan rakyat Banda dan pedagang Belanda. Ia tak senang. Apalagi rakyat Banda tak mau berunding dengannya. Ia pun menuju ke Pulau Naira beserta sekitar 300 orang prajurit untuk membangun Benteng Nassau, di bekas benteng yang pernah dibangun Portugis.

  • Mempertanyakan Solusi Dua Negara Israel-Palestina

    SEIRING gempuran brutal Israel yang masih berkecamuk di Rafah, Jalur Gaza, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyepakati posisi baru Palestina. Ada harapan besar keputusan anyar itu bisa mendorong Palestina menjadi anggota penuh PBB demi melancarkan two-state solution sebagai penyelesaian konflik Palestina-Israel yang berkepanjangan. Sebelumnya, Palestina sekadar berstatus negara pemantau permanen tanpa hak dan kewajiban sebagaimana 193 anggota PBB lainnya. Mengutip laman resmi PBB, keputusan voting di Majelis Umum pada Jumat (10/4/2024) itu berupa status Palestina tetap sebagai negara pemantau permanen namun memiliki posisi baru dengan tujuh hak dan keistimewaan seperti: berhak duduk setara bersama para anggota PBB lain menurut urutan abjad, mengajukan sebuah proposal atau mendukung proposal yang diajukan anggota lain, dan hak anggota delegasi Palestina untuk dipilih sebagai pejabat sidang pleno dan komite utama majelis umum. Keputusan itu dirilis setelah dilakukan voting di antara 193 negara anggota untuk kemudian jadi rekomendasi pengajuannya ke Dewan Keamanan (DK) PBB. Sebanyak 143 anggota setuju, 25 lainnya abstain, dan sembilan sisanya menolak. Mereka yang menolak adalah Argentina, Amerika Serikat (AS), Republik Ceko, Hungaria, Mikronesia, Nauru, Papua Nugini, Palau, dan tentu Israel.

  • Simson, Si Manusia Perkasa Bangsa Israel

    Pada masa pemerintahan hakim-hakim, bangsa Israel kuno dalam suatu kurun waktu menjadi jajahan bangsa Filistin selama 40 tahun. Di antara bangsa terjajah itu, hiduplah sepasang suami-istri dari suku Dan yang tinggal di kota Zora, dekat dataran rendah Yudea. Kitab Hakim-hakim hanya menyebutkan nama si suami, yaitu Manoah, sedangkan istrinya seorang yang mandul. Sekali waktu, malaikat menampakkan diri kepada istri Manoah. “Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin,” demikian kata malaikat itu seperti terkisah dalam kitab Hakim-hakim 13:5. Anak itu kemudian dinamai Simson. Sejak kecil, Simson dilatih untuk bertarak. Sampai tumbuh dewasa, dia tidak minum anggur. Pisau cukur juga tidak pernah menyentuh kepalanya. Dengan demikian, Simson tampil sebagai pemuda yang kuat, gagah, dan tentu saja gondrong. Kekuatan fisik Simson bahkan di atas rata-rata kekuatan laki-laki umum. Ketika seekor singa mengaum di hadapannya, Simson mencabiknya seperti anak kambing dengan tangan kosong.

  • Misteri Senjata Nuklir Israel

    HINGGA bulan keenam tahun ini, Israel sudah melancarkan serangan ke lima negara: Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Iran. Namun begitu diserang balik Iran dengan misil-misil balistiknya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kabur ke Yunani. Warganya yang selama ini “merayakan” penderitaan penduduk Palestina di Gaza dan Tepi Barat pun mulai histeris dan kocar-kacir mencari perlindungan. Saling balas serangan Israel-Iran jelas merecoki negosiasi program nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang sudah dilakukan di Oman dan Roma, Italia April 2025 lalu. Akibat serangan Israel ke ibukota Tehran pada Jumat (13/6/2025), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan fase negosiasi berikutnya yang dijadwalkan pada 22 Juni 2025 di Oman dipastikan batal. Pada 8 Juni 2025 lalu, Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib mengklaim memiliki dokumen-dokumen rahasia dan sensitif terkait program nuklir Israel dan keterkaitan Amerika serta negara-negara Barat lain dalam pengembangan fasilitasnya. Pada dini hari 13 Juni 2025, PM Netanyahu membalasnya dengan menyatakan Israel melancarkan serangan preemtif dengan sandi Operation Rising Lion. Misil-misil Israel dan sejumlah drone-nya pun menyasar gedung-gedung permukiman di Tehran dan beberapa fasilitas nuklir Iran. Serangan Israel menuai kecaman sejumlah pihak, termasuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

  • Ratu Ester, Wanita Israel di Takhta Kerajaan Persia

    JELANG maklumat perang terhadap Iran, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mencoba menarik simpati rakyat Iran dengan mengungkit hubungan sejarah antara kedua bangsa. Netanyahu mengatakan bangsa Iran dan bangsa Israel telah bersahabat sejak zaman Raja Cyrus Agung. Rezim Islam yang saat ini berkuasa di Iran, sambungnya, adalah rezim penindas yang menyengsarakan baik warga Iran maupun Israel. “Sudah tiba saatnya bagi rakyat Iran untuk bersatu di sekitar bendera dan warisan sejarahnya, dengan memperjuangkan kebebasan Anda dari rezim yang jahat dan menindas,” kata Netanyahu yang disiarkan dalam akun Youtube resmi perdana menteri Israel IsraeliPM. Dalam sejarahnya, Israel berkali-kali menjadi bangsa taklukan. Ketika ditaklukkan Kerajaan Babilonia di bawah Nebukadnezar II pada 586 SM, Kerajaan Israel (Yehuda) porak-poranda. Bait suci dan istana yang didirikan Raja Salomon turut hancur dan rakyat Israel diasingkan ke negeri Babilon sebagai tawanan. Setelah Kerajaan Babilon runtuh pada 539 SM, bangsa Israel diizinkan pulang ke negerinya oleh Cyrus Agung, raja Kerajaan Persia sekaligus pendiri pertama Dinasti Akhemeniyah. Cucu dari Cyrus Agung, Xerxes I, bahkan memperistri perempuan Israel sebagai ratunya.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page