top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Insiden Martin Behrman

    INDONESIA dan dunia pada Februari 1947 digegerkan oleh sebuah insiden di Laut Jawa: penahanan dan penyitaan kargo kapal Amerika Serikat (AS), Martin Behrman, oleh Belanda. Awal kejadiannya sebenarnya sederhana: sebuah kapal asing ditahan oleh otoritas Belanda yang memblokade Laut Jawa, sesuatu yang sudah beberapa kali dilakukan Belanda. Tapi, situasinya menjadi rumit karena kasus Martin Behrman kemudian melibatkan dunia internasional. Beberapa pelaku sejarah dalam memoarnya menyebut soal insiden ini, misalnya Hamid Algadri (1991) dan Molly Bondan (2008), namun hanya sepintas lalu saja. Bagaimana sebenarnya duduk persoalan kasus Martin Behrman ini? Pada awal Februari 1947, Perdana Menteri Sutan Sjahrir mengumumkan bahwa AS dan RI sepakat melakukan kerja sama perdagangan. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS memberi izin sebuah kapal barang berbobot 9000 ton, Martin Behrman, untuk berlayar dari Manila ke Cirebon guna mengambil 5000 ton karet, 1300 ton gula, dan komoditas lainnya. Rencananya, kargo kapal Martin Behrman ini akan dibawa ke New York.

  • Sebelum Ali Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi

    NEGARA-NEGARA Barat bersorak seiring terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sebaliknya, serangan AS-Israel yang membunuh Khamenei itu memicu duka mendalam negara-negara seperti Malaysia, Rusia, China, Türkiye, Korea Utara, Irak, dan Pakistan. “Sebuah pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja melanggar semua norma moralitas manusia dan hukum internasional. Di negara kami, Ayatullah Khamenei akan selalu dikenang sebagai negarawan luar biasa yang telah membuat kontribusi besar terhadap peningkatan relasi persahabatan Rusia-Iran, membawanya ke tingkat kemitraan strategis yang komprehensif,” ungkap Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pesan persnya, dilansir Euronews, Minggu (1/3/2026). Khamenei, ulama tertinggi Syiah di Iran, jadi target pembunuhan seiring agresi keroyokan AS-Israel. Agresi itu dilancarkan pada Sabtu (28/2/2026) pagi ke sejumlah kota di Iran, termasuk ibukota Tehran. Tujuannya untuk menggulingkan pemerintahan republik Islam.

  • Peraih Derajat Tertinggi dari Universitas Al-Azhar

    UNIVERSITAS al-Azhar di Kairo, Mesir, merupakan pusat ilmu pengetahuan Islam. Universitas tertua di dunia ini jadi tujuan para pencari ilmu keislaman dari Nusantara. Orang Indonesia pertama yang belajar di Masjid al-Azhar, cikal bakal Universitas al-Azhar, adalah Abdul Manan Dipomenggolo sekira tahun 1850. Dia merupakan pendiri pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur, dan juga kakek dari Syekh Mahfudz Tremas. Sedangkan orang Indonesia pertama yang meraih derajat tertinggi (alamiyya) dari Universitas al-Azhar adalah Janan Thaib. Dia lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, tahun 1891. Dia pergi untuk belajar ke Makkah pada 1911. Delapan tahun kemudian, pada 1918, dia menempati peringkat ketujuh di Universitas al-Azhar. Dia lulus dengan gelar alamiyya pada 1924.

  • Tuan Rondahaim Pahlawan Nasional dari Simalungun

    SETELAH lama diusulkan, Tuan Rondahaim Saragih Garingging akhirnya ditetapkan Pahlawan Nasional tahun ini. Ia dikenal sebagai raja ke-14 Kerajaan Raya, yang kini menjadi Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Menurut keterangan Sekretariat Negara, di bawah kepemimpinan Tuan Rondahaim, Pasukan Raya di Simalungun mencatatkan riwayat perjuangan menonjol melawan kolonialisme Belanda, dengan fokus pada pertahanan dan kemerdekaan yang berhasil. Rondahaim Saragih lahir pada 1828 di Pematang Raya, ibu kota Kerajaan Raya. Ayahnya Tuan Jimmahadim Saragih, raja ke-13 Kerajaan Raya, dan ibunya Ramonta Purba Dasuha berasal dari Kerajaan Panei. Rondahaim menggantikan ayahnya sebagai penguasa Raya pada 1848, ketika usianya menginjak 20 tahun. Sebelumnya, Rondahaim berkedudukan sebagai Raja Goraha, jabatan tertinggi dalam pasukan kerajaan yang membawahkan beberapa panglima. Untuk itu, Rondahaim semasa mudanya menimba ilmu kemiliteran sampai ke Kerajaan Aceh. Rondahaim juga terampil berkuda, suatu kemahiran yang diperlukan dalam peperangan saat itu.

  • Niatnya Membuka Jalur Rempah, Pelaut Belanda Nyasar ke Pulau Paskah

    SEJAK pertamakali ditemukan oleh pelaut Belanda tiga abad silam, satu per satu misteri-misteri Pulau Paskah terkuak. Terbaru, para peneliti dari sebuah kampus negeri asal New York menyingkap bahwa ratusan patung raksasa moai yang terdapat pada pulau terpencil di selatan Samudera Pasifik di teritorial terluar Chile itu tidaklah dibuat oleh satu klan atau satu kerajaan saja. Dari sejumlah penelitian terdahulu, sudah diketahui bahwa patung-patung moai itu dibuat oleh bangsa Rapa Nui yang pernah mendiami Pulau Paskah. Patung-patung moai, baik yang hanya berupa kepala maupun patung-patung utuh, dibuat pada 900 tahun lalu. Mengutip Daily Mail, Rabu (26/11/2025), riset terbaru itu dilakukan para peneliti dan arkeolog pimpinan Prof. Carl Lipo dari Binghamton University. Risetnya menggunakan teknologi mutakhir, di mana mereka menggunakan drone untuk mengambil sekitar 22 ribu gambar yang lantas disatukan untuk menjadi satu model tiga dimensi.

  • Banjir Aceh dan Tapanuli Tempo Dulu

    BEBERAPA hari lalu, banjir parah melanda sejumlah daerah di Aceh dan Tapanuli, Sumatra Utara. Banjir itu tak hanya menghancurkan permukiman, tapi juga menghanyutkan gelondongan kayu. Banjir di akhir tahun 2025 ini setidaknya telah menewaskan 442 orang. Lingkungan di sekitar tempat kejadian ini seharusnya diwaspadai. Sejak dulu, beberapa daerah di Aceh dan Sumatra Utara memang rawan banjir pada musim hujan. Banjir di Aceh dan Tapanuli setidaknya pernah terjadi tahun 1953. Koran Belanda Trouw dan Het Vaderland tanggal 11 Februari 1953 memberitakan bahwa 82 orang meninggal dunia akibat banjir di Aceh dan Tapanuli.

  • Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

    TAMAN Pemakaman Umum (TPU) Petamburan di Jakarta Pusat punya keunikan. Meski berstatus pemakaman umum, TPU Petamburan diperuntukkan bagi warga Jakarta yang beragama non-Muslim. Tak heran, di pekuburan sejak zaman kolonial ini banyak orang bukan pribumi yang dimakamkan di Petamburan. Mulai dari warga Tionghoa, Jepang, hingga Eropa, termasuk makam orang Yahudi, memiliki blok pemakamannya masing-masing. Di sini pula terdapat mausoleum –bangunan pelindung makam– termegah di Asia Tenggara. Mausoleum itu tempat dimakamkannya Oen Giok Khow, seorang tuan tanah kaya di Batavia. Oen Giok Khouw meninggal di Swiss pada 1927. Abu jenazahnya dikirim ke Batavia untuk dimakamkan di Petamburan. Istrinya membangun mausoleum bagi Khow sebagai wujud cinta dan penghargaan kepada suaminya. Pembangunan mausoleum rampung pada 1931 dan memakan biaya 500.000 gulden. Mausoleum ini menjadi daya tarik tersendiri di TPU Petamburan.

  • Hind Rajab dan Keheningan yang Memekakkan Telinga

    DI rooftop kantor call center Palestine Red Crescent Society di Ramallah, Tepi Barat, siang, 29 Januari 2024, itu Omar Alqam (diperankan Motaz Malhees) diri bersenda-gurau dengan rekan-rekannya. Namun begitu kembali menerima panggilan di meja kerjanya seusai jam istirahat itu, perasaannya tak pernah lagi sama usai mendengar tangisan bocah 6 tahun, Hind Rajab. Dengan headset-nya, Omar mendengar dengan seksama suara permintaan tolong dari ujung telepon. Sebagai sukarelawan call center PRCS, Omar berusaha menenangkan si penelepon yang berada di utara Kota Gaza. Sejak Oktober 2023 di mana Israel menggempur Jalur Gaza secara membabi-buta dari darat dan udara, semua panggilan darurat warga Gaza dialihkan ke kantor pusat PRCS di Ramallah, sekitar 83,6 kilometer dari Jalur Gaza.

  • Pesta Panen dengan Ulos Sadum dan Tumtuman

    WARNA-warni ceria begitu melekat pada motif Ulos Sadum. Dalam tradisi adat Batak, Ulos Sadum berfungsi sebagai handehande, atau kain yang disampirkan pada bahu. Keidentikannya dengan warna-warna cerah seperti merah menggenggam arti sebagai simbol kebahagiaan. Ulos Sadum biasanya dikenakan oleh gadis yang belum menikah. “Sebenarnya yang sudah menikah juga bisa pakai, tapi yang saya mengerti biasanya dipakai untuk gadis yang belum menikah dan pada acara pesta. Cukup ikonik ya Sadum ini, kalau misalnya kita pikir, seperti apa bentuk ulos itu, terus kita pernah lihat yang warna-warni, itulah Sadum. Dan Sadum itu juga macam-macam, ada Sadum Angkola, ada Sadum Toba,” terang Kerri Na Basaria Panjaitan dalam pertunjukan wastra ulos bertajuk “Mauliate” di Tobatenun Studio & Gallery, Jakarta, 4 Desember 2025.

  • Onghokham Sejarawan Selebritas

    SEBELUM kajian sejarah publik berkembang seperti sekarang, penulisan sejarah Indonesia berkutat pada tema-tema sejarah politik dan peristiwa besar. Namun, Onghokham mengulik tema yang tak banyak dilirik para sejarawan sejawatnya. Dia menulis tentang sejarah kuliner, sejarah seksualitas, hingga sejarah alam gaib. Apa yang dilakukan Ong terbilang nyentrik dan unik. Apalagi Ong menuangkannya dalam kolom pers dengan bahasa popular. Selain itu, produktivitas Ong menulis di media membuat namanya dikenal publik. “Pada tahun 1970-an, 1980-an, Ong satu-satunya sejarawan senior yang menulis tentang ilmunya dalam media-media. Itu yang membuat Ong menjadi semacam celebrity historian pada zaman itu,” kata sejarawan David Reeve dalam diskusi bertajuk “Onghokham Sejarawan Multidimensi” di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta Selatan, 5 Desember 2025.

  • Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

    LUKISAN penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh jadi simbol perlawanan bangsa Indonesia atas kolonialisme Belanda. Seperti diketahui, Perang Jawa yang dinyalakan Diponegoro antara 1825–1830, menyebabkan kerugian besar bagi Belanda. Kas pemerintah kolonial habis terkuras. Begitu pula tentaranya banyak berguguran di tangan pasukan Diponegoro. Hanya lewat tipu muslihat, Belanda akhirnya berhasil menangkap Diponegoro sekaligus mengakhiri Perang Jawa. Tidak hanya berkecamuk di Jawa, perlawanan Diponegoro turut mengguncang kekuasaan Belanda di daratan Eropa. Konsentrasi yang tercurah sepenuhnya terhadap Perang Jawa memicu revolusi di salah satu koloni Belanda, yaitu Belgia. Revolusi Belgia berujung pada kemerdekaan Belgia tanggal 4 Oktober 1830 sekaligus memisahkan diri dari Kerajaan Belanda. “Perang Diponegoro ternyata sangat berkaitan sekali dengan negara Belgia. Pada 1825 sampai 1830, fokus Belanda tercurah kepada Perang Diponegoro, termasuk keuangan, logistik, dan lain-lain. Akibatnya, negara jajahan Belanda seperti Belgia tidak terperhatikan sehingga terjadi revolusi Belgia. Dan akhirnya Belgia bisa merdeka dari Belanda,” terang Suryagung, arsiparis sekaligus ketua tim pameran dan diorama ANRI, ketika memandu Historia.ID dalam pameran arsip 75 tahun hubungan Indonesia dan Belgia di Gedung ANRI di Jl. Gadjah Mada, Jakarta Barat, (9/12).

  • Prajurit Keraton Ikut PKI

    WOENTOE dan Tombeng merupakan dua pemuda asal Minahasa yang menjadi tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL). Keduanya bertugas di Batalyon Infanteri ke-15 di Cimahi, Bandung. Pada pertengahan 1927, keduanya berada di Semarang entah karena sedang bertugas atau ada kegiatan lain non-tugas. Ketika di Semarang itu lah pada 13 Juli 1927 Woentoe dan Tombeng bertemu seorang Kopral Wakidi alias Prawirosoengoto dari Legiun Mangkunegara. Ketiganya lalu membicarakan politik. Algemeen Dagblad tanggal 26 Juli 1927 menyebut, selain membicarakan tentang Rusia dan Tiongkok yang bergolak, mereka bicara soal “pemerintahan asing dan kaum kapitalis.” Kopral dari pasukan keraton Mangkunegara itu kemudian kembali ke Solo. Legiun Mangkunegara merupakan hulptroepen (pasukan bantuan) bagi militer Belanda. Ketika itu yang berkuasa di keraton Mangkunegaran adalah Kanjeng Pangeran Aria Adipati Mangkunegoro VII (Raden Soerjo Soeparto).

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page