top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Perjalanan ke Barat Mencari Suaka

    PEMERINTAH siap menyelesaikan pelanggaran HAM berat secara non-yudisial yang rencananya bakal direalisasikan medio Juni 2023 nanti. Keputusan itu dihasilkan dalam rapat terbatas Presiden RI Joko Widodo bersama 19 menteri serta Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kapolri pada Selasa, 2 Mei 2023. Rapat tersebut membahas kelanjutan rekomendasi Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Ham Berat Masa Lalu (Tim PPJAM) sejak 11 Januari 2023. Rekomendasi itu mencantumkan 12 peristiwa pelanggaran HAM berat. Di antaranya Tragedi 1965-1966, Peristiwa Talang Sari Lampung 1989, Peristiwa Penembakan Misterius (Petrus) kurun 1982-1985, Peristiwa Trisakti dan Semanggi I-II 1998-1999, dan Peristiwa Jambo Keupok di Aceh pada 2003. Terkait Peristiwa 1965-1966, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan akan ada 39 individu yang statusnya sebagai eksil akan direhabilitasi sebagai warga negara yang sah. Mereka bukan pengkhianat negara. Mereka umumnya sedang tugas belajar di luar negeri ketika Peristiwa G30s terjadi dan tak bisa pulang ke tanah air pasca-Tragedi 1965.

  • Eksil, Kisah Orang-orang yang Terasing dari Negeri Sendiri

    “INDONESIA adalah tanah airku. Di sana, aku lahir. Apapun akan kulakukan untuk melindungi tempat di mana aku lahir. Tapi mereka mengenyahkanku dari tanahku sendiri,” begitulah kalimat yang tertulis dalam poster film dokumenter berjudul Eksil yang tayang terbatas di sejumlah bioskop sejak 1 Februari 2024. Film ini ditayangkan perdana pada akhir 2022 di Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Film garapan Lola Amaria ini mengangkat kisah para eksil yang tak dapat kembali ke tanah air setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965. Mereka merupakan pelajar dan mahasiswa yang mendapat beasiswa sekolar ke luar negeri di masa pemerintahan Presiden Sukarno. Film berdurasi 118 menit itu dibuka dengan menggambarkan kehidupan para eksil yang telah berusia lanjut. Banyak di antara mereka yang kini menetap di wilayah Eropa, salah satunya Hartoni Ubes. Pria asal Cimahi, Jawa Barat itu bercerita bahwa ia berangkat ke Ceko usai memeroleh beasiswa pada 1962.

  • Batara Simatupang, Pendekar di Usia Senja

    PEMATANG Siantar, 31 Agustus 1940, hari ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina. Ada bocah ikut arak-arakan menjadi boneka melambangkan kemenangan Paman Sam, dengan duduk mentereng di kursi di atas meja yang diusung empat orang. Di depannya ada teks besar yang ditulis ayahnya: Hitler wordt verbannen naar de Stille Oceaan (Hitler dibuang ke Lautan Pasifik). Dari kekalahan fasis menuju kemerdekaan bangsa. Si bocah itu pula yang kemudian, pada 1945, terkagum-kagum mendengar pidato Amir Sjarifuddin: “Siapa lemah, mati dimakan yang lebih kuat. Cacing lemah, dimakan ayam. Rusa lemah dimakan harimau. Indonesia (jika) lemah, akan mati dimakan Belanda!”

  • Pengakuan Dewa Soeradjana, Eksil Indonesia di Slovenia

    BEOGRAD, Juli 1964. Dewa Soeradjana memimpin delegasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Yugoslavia menuju Moskow. Mereka hendak menghadiri konferensi PPI se-Eropa. Sebelum berangkat mereka singgah ke kedutaan Indonesia meminta pembekalan informasi. “Anda harus berhati-hati menjejakkan kaki di sayap kanan Moskow. Ini hal yang tidak bisa dihindarkan, tidak lama lagi akan muncul perselisihan antara kubu Merah (PKI) dan Hijau (TNI AD),” kata Letkol Yoga Sugama, atase militer Indonesia untuk Yugoslavia. Dewa tertegun. Prediksi Yoga Sugama terbukti. Setahun berselang, Indonesia bergolak: peristiwa Gerakan 30 September 1965 meletus. Rezim Sukarno tumbang, Orde Baru berdiri. Penguasa baru ini menumpas komunis sampai ke akar-akarnya. Tak hanya kaum komunis, siapa saja pendukung Sukarno dibungkam. PPI terkena imbas gejolak politik di negerinya. Dikenal sebagai penjunjung Sukarno, mereka enggan kembali ke tanah air.

  • Saat Pemuda Menyuarakan Kemerdekaan Indonesia di Amerika Serikat

    PARA pemuda Indonesia yang mengenyam pendidikan di luar negeri mendapat kesempatan untuk mengasah dan mengembangkan keahlian di berbagai bidang. Tak hanya itu,mereka juga menumbuhkan kesadaran bahwa Indonesia juga berhak merdeka dari penjajahan, memiliki pemerintahan yang dipilih oleh rakyat, dan dapat menentukan nasib sendiri tanpa intervensi negara lain. Atas dasar ini pula banyak pemuda Indonesia bergabung dengan sejumlah organisasi. Kendati tujuan utamanya adalah kemerdekaan Indonesia, tetapi para pemuda juga menyuarakan aspirasi seputar isu-isu kemanusiaan dan perdamaian dunia. Salah satu organisasi yang didirikan pemuda adalah Roekoen Peladjar Indonesia (Roepi) pada 18 Februari 1936. Menurut sejarawan Harry A. Poeze dalam Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600–1950, meski organisasi ini menyatakan diri tidak bergerak dalam politik maupun agama, Roepi turut mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perbedaan pendapat dipandang sebagai pegangan bersama. Sebab, tujuan organisasi ini untuk mempersatukan semua pelajar Indonesia di perantauan. Tak butuh waktu lama hingga Roepi berkembang menjadi perhimpunan yang diminati oleh mahasiswa Indonesia.

  • Oppenheimer, Proyek Manhattan dan Bhagavad Gita (Bagian II – Habis)

    BRIGADIR Jenderal Leslie Richard Groves Jr. tak pernah menyesali keputusannya ketika menjatuhkan pilihannya pada Julius Robert Oppenheimer untuk memimpin Project Y alias Laboratorium Los Alamos. Keputusannya ternyata tak keliru. Hasilnya berbuah manis berupa suksesnya proyek pengembangan bom atom. Groves Jr. sendiri diberi kepercayaan menakhodai Proyek Manhattan sejak 17 September 1942. Proyek di bawah Korps Zeni Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat dari Distrik Manhattan itu kemudian base camp-nya dipindah ke Los Alamos. Proyek Manhattan bermula dari surat fisikawan Edward Teller, Eugene Wigner, Leo Szilard, dan Albert Einstein kepada Presiden Franklin D. Roosevelt tanggal 2 Agustus 1939. Surat tersebut berisi peringatan akan ancaman Jerman yang sudah memulai proyek pengembangan bom atom pasca-penemuan fisi nuklir oleh Otto Hahn dan Fritz Strassman pada 6 Januari 1939.

  • Oppenheimer, Proyek Manhattan dan Bhagavad Gita (Bagian I)

    GURUN Jornada del Muerto, New Mexico, Amerika Serikat pada 16 Juli 1945. Sekira pukul 5.30 pagi, fisikawan J. Robert Oppenheimer di base camp-nya mematung dengan wajah datar meski psikisnya tegang. Sejumlah rekan sesama ilmuwan Laboratorium Los Alamos dan kepala operasi lapangan Proyek Manhattan, Brigjen Thomas Francis Farrell, mengelilingnya. Mereka semua sedang menyaksikan “Trinity Test” atau ujicoba perdana bom atom. Jenderal Farrell masih ingat betul ekspresi Oppenheimer di detik-detik jelang detonasi dalam ujicoba pagi itu. Ekspresinya begitu tegang, nyaris seperti tidak bernafas. Baru ketika bom atom itu sudah diledakkan dan memancarkan sinar menyilaukan serta gemuruh dahsyat, ekspresi Oppenheimer berangsur rileks.

  • Pance Pondaag Masih di Telinga Kita

    SEJARAH band papan atas Gigi rupanya bersinggungan dengan Pance Pondaag. Itu yang diingat oleh gitaris Gigi, Dewa Budjana tentang apa yang terjadi di tahun 1995. “Saya ingat waktu ke kantor Unian Artist. Di kantor itu Ko A Kiat, Ko Bendi dan Pance Pondaag lagi main kartu. Pance saat itu memilih lagu Janji sebagai single pertama,” kata Dewa Budjana, seperti dicatat Adib Hidayat dalam Gigi Peace, Love & Respect. Benar saja, lagu Janji menjadi hits di kuping pendengar musik pop Indonesia. Betapa naluri Pance Pondaag tidak salah dalam menilai selera pendengar musik Indonesia. Diakui atau tidak, pada zamannya, sekitar 1980-an hingga 1990-an, Pance Pondaag adalah salah satu pencipta lagu pop terlaris di Indonesia. Selain itu, ia juga penyanyi dengan karakter suara yang khas dan diingat orang.

  • Pesta Makan Daging Sebelum Puasa di Aceh

    PADA masa lalu, daging merupakan makanan mewah bagi orang Aceh. Sehari-hari mereka lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan ikan. Mereka akan mengganti menu harian saat tiba bulan istimewa: Ramadan. Masyarakat Aceh berusaha membeli daging pada hari mameugang untuk dimakan bersama keluarga. Tradisi turun-temurun ini membuat permintaan daging sapi atau kerbau menjelang Ramadan sangat tinggi. Kebiasaan itu dijumpai Snouck Hurgronje ketika tinggal di Aceh dari 1857 hingga 1936. Ia mencatatnya dalam De Atjehers yang terbit pada 1893.

  • Isu Senjata untuk Kudeta

    PANGLIMA TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo gusar. Dalam sebuah rekaman viral, Gatot menyatakan ada institusi nonmiliter yang menyiapkan 5.000 pucuk senjata api ilegal. Menurut Gatot, berdasarkan amatan jajaran intelijennya, senjata itu dipersiapkan untuk kepentingan tertentu dengan mencatut nama presiden. Dia menyitir ada segelintir oknum TNI yang bermain politik. “Mereka akan saya buat merintih bukan hanya menangis,” tegas Gatot dalam rekaman itu. Tak ayal, rekaman itu membuat kegaduhan di tubuh TNI. Kegaduhan serupa juga pernah terjadi saat TNI AD tergabung dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada dekade 1980-an.

  • Tokoh di Balik Takluknya Tentara Inggris di Sukabumi

    AKHIR April 2014. Lelaki sepuh itu meraih buku bersampul kuning di sisi tempat tidurnya. Dengan tangan agak gemetar, dia membuka halaman demi halaman. Begitu mendapatkan halaman yang dia cari, sontak wajahnya terlihat sumringah. “Cobalah kamu baca, di alinea ke-4 halaman ini, di situ Inggris mengakui ketangguhan tentara kita di sepanjang Sukabumi-Cianjur-Bandung,” ujarnya sambil menyodorkan buku The Fighting Cock: The Story of The 23rd Indian Division karya Kolonel A.J.F. Doulton. Letnan Kolonel Eddie Soekardi layak bangga. Sebagai Komandan Resimen III TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang membawahi Bogor, Sukabumi dan Cianjur pada 1945-1946, Eddie berhasil menyusun strategi yang membuat tentara Inggris (yang berpengalaman di palagan Burma, Malaya, dan Singapura) kocar-kacir sepanjang jalur Bojongkokosan, Sukabumi, Cianjur pada Desember 1945-Maret 1946. Sebegitu parahnya kekalahan itu sehingga, kata Eddie, parlemen Inggris menyayangkan jatuhnya korban: ratusan serdadu gugur, ratusan luka-luka, serta 150 kendaraan tempur hancur (termasuk tank Sherman yang terkenal legendaris dalam Perang Dunia II).

  • Bjorka dan Pembersihan Mahasiswa Indonesia di Eropa Timur

    HACKER Bjorka tengah menjadi perhatian publik karena membocorkan data-data pemerintah Indonesia yang diduga rahasia. Dalam cuitan sebelum akunnya, @bjorkanism, ditangguhkan (suspended), dia memberikan petunjuk tentang jati dirinya. Dia mengaku diasuh sejak lahir oleh orang Indonesia yang kewarganegaraannya tidak diakui oleh pemerintah Indonesia karena kebijakan setelah 1965. Orang tua angkatnya itu meninggal dunia tahun lalu. “Dia ingin kembali dan melakukan sesuatu dengan teknologi meskipun dia melihat betapa sedihnya menjadi seorang Habibie. Dia tidak punya waktu untuk melakukannya sampai dia akhirnya meninggal dengan tenang. Tampaknya rumit untuk melanjutkan mimpinya dengan cara yang benar, jadi saya lebih suka melakukannya dengan cara ini. Kita memiliki tujuan yang sama, agar negara tempat dia dilahirkan bisa berubah menjadi lebih baik. Senang bertemu dengan kalian,” cuit Bjorka.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page