Hasil pencarian
Cari di situs ini
10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Seputar Prasasti Pucangan
UNTUK kesekian kalinya pemerintah Indonesia mengusulkan repatriasi Prasasti Pucangan. Warisan kebudayaan Nusantara yang kadang disebut Calcutta Stone atau Airlangga Stone itu kini masih tertinggal di Kalkuta, India. Prasasti yang berasal dari pertengahan abad ke-11 itu berisi riwayat Raja Airlangga, penguasa Kerajaan Medang Kahuripan yang bertakhta kurun 1019-1043 Masehi (M).
- Para Ekonom Perintis Selain Margono
ORANG yang menjadi ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pertama adalah Raden Mas Margono Djojohadikusomo (1894-1978), kakek dari Presiden Prabowo Subianto. Dialah yang kemudian mengerjakan persiapan pembentukan Bank Sentral (Bank Sirkulasi) Negara Indonesia pada 16 September 1945. Lewat Perppu Nomor 2 tahun 1946 yang terbit pada 15 Juli 1946, berdirilah Bank Negara Indonesia (BNI) dan Margono ditunjuk menjadi direktur utamanya. Namun belakangan, BNI tak menjadi bank sentral, melainkan Bank Indonesia yang terusan dari De Javasche Bank.
- Kiprah Radius Prawiro di Masa Perang
RADIUS Prawiro mengalami masa-masa sulit di zaman Jepang. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, hidup belum sepenuhnya normal. Belanda ingin menguasai kembali bekas koloninya. Para pemuda bergerak. Perang berkecamuk. Radius, yang duduk di bangku SMA, pun terdorong untuk ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Saat itu ada seruan kepada seluruh pemuda yang belum maupun sudah pernah memperoleh latihan militer untuk mendaftarkan diri sebagai anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Radius pun bergabung dengan TKR dan ditempatkan di bagian sandi. Di sana, dia belajar mengenai sandi dan melayani pengiriman berita-berita ke berbagai front dari markas besar di Yogyakarta. Selang beberapa saat, Radius dikirim ke Solo untuk mengikuti pelatihan menjadi markonis. Sayangnya, dia hanya bertahan beberapa bulan karena membela kawannya. Ceirtanya, kawannya dihukum oleh guru karena melanggar peraturan. Radius memahami siswa yang melanggar harus dihukum, namun dia mempersoalkan hukuman yang diberikan hingga memicu perdebatan sengit. Dia disuruh “keluar”. Tak terima begitu saja, Radius menghadap direkturnya, Mayor Sarwono, untuk menyatakan keluar dari pelatihan.
- Mengungkap Lokasi Pertempuran al-Qadisiyyah
PERTEMPURAN al-Qadisiyyah merupakan salah satu episode penting dalam sejarah Islam. Selain menandai awal kekuasaan Islam atas Persia, pertempuran ini mengakhiri Kekaisaran Sasaniyah di Persia, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Iran. Pertempuran itu terjadi antara tahun 636-637 M di al-Qadisiyyah, salah satu kota kecil dekat al-Hirrah, yang sekarang dikenal sebagai Irak. Namun, tak ada yang benar-benar tahu lokasi pertempuran sesungguhnya. Belakangan, misteri tersebut dipecahkan oleh tim peneliti gabungan dari Universitas Durham (Inggris) dan Universitas Al-Qadisiyah (Irak).
- Srikandi Pendulang Medali
LILIYANA Natsir tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dia berlutut lalu berlari ke arah Richard Mainaky, sang pelatih. Tandemnya, Tontowi Ahmad, kemudian menghampiri. Mereka berpelukan. Rasa haru menyeruak. Indonesia meraih medali emas di cabang bulutangkis nomor ganda campuran di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil 2016.
- Insiden Perobekan Bendera di Bandung yang Terlupakan
KENDATI aksi heroik perobekan bendera yang dijadikan Hari Pahlawan terjadi di Surabaya, aksi perobekan bendera Belanda juga terjadi di Kota Bandung. Peristiwanya terjadi di puncak menara Gedung DENIS Bank (kini Bank Jabar Banten/BJB).
- Pergerakan dalam Angkatan Laut Belanda
MENDAPATKAN perhatian lebih dari lingkungan sekitar akibat sebuah prestasi merupakan kenikmatan tersendiri. Terlebih bila itu didapatkan di lingkungan yang tak bisa didapatkan semua orang. Tentu amat menyenangkan.
- Menelusuri Jejak Freemason di Jakarta
SEJUMLAH prasasti berukuran besar dan berwarna gelap menghiasi dinding-dinding area depan Museum Taman Prasasti, Jakarta. Prasasti tersebut merupakan nisan orang-orang asing yang pernah tinggal di Batavia. Nisan itu dilengkapi nama dan keterangan identitas sang mendiang. Di beberapa nisan bahkan terukir lambang keluarga. Yang menarik perhatian, di salah satu nisan terpampang gambar jangka dan mistar, simbol Freemason.
- Kuliner Sebagai Alat Diplomasi
“Tell me what you eat and I will tell what you are” artinya “Katakan padaku apa yang kamu makan dan aku akan mengatakan siapa dirimu”.
- Gagalnya Gerakan Rabu Pagi
SEBAGIAN serdadu KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda) asal Ambon, yang menolak bergabung dengan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat), menolak kedatangan pasukan TNI dari Jawa ke Makassar. Pemerintah RIS tentu tahu tuntutan itu. Namun, Batalion Worang dari Jawa Timur tetap dipaksakan datang ke Makassar. Sehingga serdadu KNIL pun mengambil tindakan.
- Hartono Loyalis Sukarno
SUATU waktu sekitar tahun 1967 di Solo, Jawa Tengah, kelompok Pemuda Marhaen dan Pemuda Muhamadiyah berseteru. Perkelahian fisik bahkan sampai terjadi. Polisi harus turun tangan melerainya. Mereka yang berkelahi lantas digelandang ke tahanan polisi. Ketua Pemuda Marhaen Hartomo juga ikut ditahan karena perkelahian yang tak jelas akar masalahnya itu. Pada hari ketiga, seorang polisi datang dan bertanya pada para tahanan.
- Dijodohkan Bung Karno
MEMPERLAKUKAN saudara sebagaimana biasa di tempat yang tak tepat bisa membawa masalah. Terlebih bila itu dilakukan di tempat resmi seperti Istana Negara. Brigadir Polisi (Purn.) Iswandari pernah mengalaminya dulu.





















