top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Cerita dari Stadion Hoegeng di Pekalongan

    KOTA Pekalongan tak hanya dikenal sebagai Kota Batik dan kota kelahiran tokoh polisi jujur, Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso. Di masa lalu, Pekalongan juga dikenal akan sepakbolanya. Ketiga julukan itu diwakilkan sebuah stadion tua yang masih berdiri kokoh: Stadion Hoegeng. Siang itu dengan mendung menaungi kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kraton Kidul, Pekalongan, stadion Hoegeng jauh dari keriuhan. Beberapa pedagang minuman di sekitarnya juga tampak lesu karena situasi kawasan tengah sepi. Bangunan Stadion Hoegeng masih kokoh meski jauh dari kata modern. Dari muka, tribun utamanya yang berlantai tiga tampak masih megah. Tepat di depannya terdapat sebuah monumen dengan patung Hoegeng setinggi 9 meter berikut umpaknya tiga meter. Sosoknya berdiri gagah dengan kepala menengok ke kiri sembari menghormat dan tangan kiri serta tangan kanan mendekap tongkat komando.

  • Hollywood dari Masa ke Masa (Bagian II–Selesai)

    SEPERTI halnya Lembah Cahuenga yang memukau banyak turis yang berkunjung ke Hollywood di abad ke-19, gambar bergerak yang kini dikenal sebagai film juga sukses menarik perhatian banyak orang sejak kemunculannya di tahun 1890-an. Rasa takjub dan penasaran terhadap benda ajaib karena menampilkan gambar bergerak itu pula yang membuat orang-orang berkumpul untuk melihat Kinetoskop Thomas Edison, salah satu atraksi utama di Chicago’s World Fair tahun 1893. Setahun berselang, Edison membuka anjungan yang menampilkan rekaman adegan pertunjukan vaudeville, sirkus, dan rodeo di Broadway, New York City, yang disebut sebagai prototipe bioskop pertama.

  • Merambah Kekayaan Alam di Bumi Papua

    TANAH Papua dikenal dengan potensi kekayaan alamnya yang luar biasa. Mulai dari keanekaragaman hayati hingga kandungan mineral tersedia melimpah di pulau ujung timur Indonesia ini. Kandungan emas di Papua disebut-sebut sebagai yang terbesar. Perusahaan pertambangan multinasional asal Amerika, PT Freeport Indonesia (PTFI), sudah mengeksploitasinya lebih dari setengah abad. Namun, eksplorasi kekayaan alam di Papua baru dilakukan pemerintah Indonesia pada 1962. Belanda sudah jauh lebih dulu memetakan kekayaan alam di Papua. Sejak 1935, Belanda telah mengusahakan eksplorasi minyak di Sorong melalui perusahaan swasta Nederlandsche Nieuw Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM).

  • Perwira TNI Dinaturalisasi ke Belanda

    NATURALISASI masih jadi prioritas PSSI untuk mendongkrak prestasi sepakbola Indonesia di kancah regional maupun internasional. Para pesepakbola Eropa, terutama Belanda, yang punya leluhur berdarah Indonesia jadi sasaran proyek tersebut hingga muncul julukan Timnas Indonesia sebagai “timnas cabang” sedangkan Timnas Belanda sebagai “timnas pusat”. Di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert, yang baru melatih beberapa hari, naturalisasi tetap dijalankan.

  • Sampai Tua Bapak Gizi Indonesia Suka Berenang

    SEDARI muda, Poorwo Soedarmo yang dikenal sebagai “Bapak Gizi Indonesia” menggandrungi olahraga. Bermacam olahraga dia senang memainkannya. Selain renang, dia juga menggemari atletik. Dalam atletik lompatannya melampaui tinggi tubuhnya. Lalu, tenis. Saking gandrungnya pada tenis, dia rela ikut turnamen dari satu kota ke kota lain. Dalam sepakbola, Poorwo menjadi salah satu pemain di kampusnya ketika kuliah kedokteran di STOVIA. Olahraga yang memacu adrenalin seperti berburu pun Poorwo senang. Demi berburu, Poorwo bersama anak laki-lakinya rela melewati hamparan lumpur untuk menembak burung atau bebek. Namun, hanya renang yang kemungkinan diseriusi Poorwo. Suhadi Hardjo, putranya, tahu bagaimana Poorwo berenang. “Sering saya mengamati Papa dengan penuh bangga, bagaimana ia mampu berenang panjang kolam 50 meter, bolak-balik tanpa henti paling tidak selama setengah jam,” kenang Suhadi Hardjo dalam testimoni di otobiografi ayahnya, Gizi dan Saya.

  • Serba-serbi Nama Alpukat, dari Alligator Pear hingga Avocado

    KULIT buah itu berwarna hijau (juga ungu atau coklat) dengan daging bertekstur lembut dan berwarna kuning kehijauan ketika sudah matang. Di bagian tengah terdapat biji berukuran besar dan seringkali dibuang karena rasanya pahit jika dikonsumsi langsung. Buah alpukat ini pernah dipasarkan dengan beberapa nama hingga membingungkan banyak orang sebelum akhirnya avocado ditetapkan sebagai nama buah ini.

  • Ratu Lili’uokalani Penguasa Terakhir Kerajaan Hawai’i 

    MASYARAKAT di Kota Honolulu di Pulau O’ahu, Hawai’i hari itu, 17 Januari 1893, masih dinaungi keresahan gegara gejolak politik. Setiap personel kepolisian waspada terhadap segala kemungkinan di setiap sudut kota. Leialoha, seorang opsir polisi pribumi, tak terkecuali seiring ia bertugas jaga di Jalan Ford bersama seorang rekannya. Tetiba pukul 2.30 siang, Opsir Leilaloha melihat sebuah kereta kuda yang tengah bermasalah akibat kaki kudanya tersandung di pojok jalan di sebelah toko H. McIntyre & Bro’s. Sejurus langkah kakinya mendekati, Opsir Leilaloha melihat tumpukan peti di kereta kuda yang diduga berisi senjata dan amunisi. “Kereta kuda itu dikendarai John Good bersama lima atau enam orang lain. Sesaat seorang opsir mendekat, Good mengeluarkan pistol dan menembak dada sang opsir hingga mengalami luka parah, demikian laporan seorang saksi mata,” tulis harian The Daily Bulletin edisi 17 Januari 1893.

  • Sukarno’s Exile at the Batu Tulis House

    THE sun had just risen over the city of Bogor that December morning in 1967. Breakfast was still being prepared in Pavilion II of the Bogor Palace Complex. But at 8 a.m. that morning, a letter suddenly arrived from Commander of the Jayakarta Military Command Major General Amir Machmud that shocked Siti Soehartini or Hartini, Sukarno's third wife. The letter was an order, stating that President Sukarno was no longer allowed to stay at Pavilion II. In addition, the letter also contained an ultimatum that Hartini and Sukarno had to leave by 11 a.m.

  • Propaganda Saudara Tua

    ONO SASEO, pelukis poster propaganda, terkatung-katung di laut lepas di sekitar Teluk Banten. Kapal yang ditumpanginya karam dihantam torpedo Sekutu. Pertempuran tengah berkecamuk. Selain kapal pengangkut pasukan itu, Jepang kehilangan satu kapal penyapu ranjau. Sementara Jepang menenggelamkan dua kapal penjelajah Sekutu, Houston, milik Amerika dan Perth milik Australia.

  • Negeri-negeri Merdeka

    SUATU ketika, ahli hukum, sejarawan, dan penyair G.J. Resink mendengar cerita seorang tua di Bali tentang kedamaian sebelum perjuangan penuh keberanian berakhir dengan kematian ribuan orang Bali di Badung pada 1906 dan Klungkung pada 1908. Orang tua itu juga menyebut zaman sebelum kedatangan Belanda ketika di Bali selatan masih ada negara-negara kecil yang merdeka dan hubungan lalulintas dengan Bali utara masih demikian sulit.

  • Merdeka Mata Uang

    DALAM suatu pertemuan dengan Wakil Presiden Mohammad Hatta pada September 1945, Sjafruddin Prawiranegara, anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat, mengusulkan agar pemerintah Republik Indonesia menerbitkan mata uang sendiri sebagai pengganti mata uang Jepang yang masih berlaku. Ini penting bukan hanya sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga menjadi simbol negara yang merdeka dan berdaulat. Mulanya Bung Hatta ragu. Setelah diskusi panjang, akhirnya dia setuju. Tapi realisasinya butuh waktu lama. Bukan perkara mudah. Tak ada dana dan tenaga ahli terbatas.

  • Mengajar atau Nanti

    BAWADIMAN sudah sepuh. Usianya 81 tahun. Guratan di wajahnya mengisyaratkan kenyang makan asam garam kehidupan. Sebagai seorang dokter dia tahu betul bagaimana menjaga kesehatan. Suaranya lantang. Bahkan pada tempo-tempo tertentu nadanya meninggi. Pendengaran dan daya ingatnya juga baik.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page