Hasil pencarian
Cari di situs ini
10052 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Gatot Soebroto di Masa Perang Kemerdekaan
PADA 1 September 1945, Gatot Soebroto, bekas Daidancho (komandan batalyon) III Banyumas, bersama bekas perwira PETA (Pembela Tanah Air) dari seluruh daerah keresidenan berkumpul di gedung Yosodarmo, Purwokerto. Rapat yang dihadiri sekitar 60 orang itu juga diikuti tokoh-tokoh partai, wakil organisasi pemuda, serta pejabat setempat. Rapat selama enam hari itu mengambil tiga keputusan. Pertama, orang Jepang di luar kota Purwokerto akan dikumpulkan menjadi satu. Kedua, pengumpulan senjata dari PETA dan tentara Jepang. Ketiga, mengirim delegasi untuk berunding dengan pucuk pimpinan tentara Jepang. Pada 9 September 1945, delegasi yang dipimpin oleh Soedirman, Iskaq Tjokrohadisurjo, Sutirto, dan wakil golongan pemuda berunding dengan komandan pasukan Jepang, Takaze, dan Syucokan (kepala pemerintahan keresidenan), Iwasige. Para pemuda bersenjata bambu runcing dan golok mengepung tempat perundingan di markas Kido Butai itu.
- Mengeksplorasi Max Havelaar lewat Karya-karya Seni Rupa
DALAM novel Max Havelaar (1860), Multatuli, nama pena Eduard Douwes Dekker, menggambarkan bagaimana komoditas kopi dan aneka hasil bumi menyimpan kegetiran praktik tanam paksa di masa kolonial. Sejarah menyakitkan itu didekonstruksi dan dieksplorasi sejumlah seniman seni rupa lewat karya-karya mereka di Pameran “The Book That Killed Colonialism”. Pameran yang dibuka Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid pada Kamis (5/10/2023) petang itu merupakan bagian dari Festival “Road to Max Havelaar” yang digelar di Bentara Budaya Jakarta dari 5-9 Oktober 2023. Pamerannya menyajikan sekira 20 karya lukisan, patung, dan instalasi dengan sejarah kopi dan kolonialisme sebagai benang merahnya. “Kita mengajak teman-teman seniman untuk merayakan Max Havelaar. Menjadi awareness juga buat teman-teman seniman bahwa dari buku Max Havelaar ini juga menjadi inspirasi buat dieksplor. Kita batasi tematiknya itu, di mana menurut Pramoedya (Ananta Toer), buku ini berhasil membunuh kolonialisme,” kata ketua panitia pameran, Prawoto Indarto, kepada Historia, Kamis (5/10/2023).
- Lahirnya Max Havelaar, Karya Besar Multatuli
SETELAH mengundurkan diri sebagai asisten residen Lebak, Multatuli mencari kerja tetapi gagal. Saudaranya, yang sukses berbisnis tembakau, meminjamkan uang untuknya agar pulang dan mencari pekerjaan di Eropa. Istri dan anaknya ditinggalkan di Batavia. Di Eropa, Multatuli bekerja sebagai redaktur sebuah suratkabar di Brusel, Belgia. Tak lama ia keluar. Usahanya bekerja sebagai juru bahasa di Konsulat Prancis di Nagasaki juga gagal. Mengadu nasib di meja judi justru membuatnya kian melarat. Cita-citanya sebagai pengarang memberinya jalan. Ketika kembali dari Hindia Belanda, ia membawa berbagai manuskrip seperti naskah sandiwara dan salinan surat-surat ketika ia menjabat sebagai Asisten Residen Lebak.
- 150 Tahun Max Havelaar karya Multatuli
DI Indonesia, tak ada peringatan untuk mengenang 150 buku Max Havelaar karya Multatuli. Di negeri Belanda, pada 2 Februari lalu, Universitas Amsterdam dan Multatuli Genootschap menggelar pameran “150 tahun Max Havelaar.” Walikota Amsterdam Job Cohen dalam sambutannya mengatakan, “Dan kepada tuan saya mempersembahkan buku ini, Willem III, raja, adipati besar, pangeran dan kaisar dari Insulinde yang cantik dan kaya, Jamrud Khatulistiwa, karena di tempat itu lebih dari 30 juta rakyatmu dianiaya dan diperas atas nama tuan,” ujarnya sebagaimana dikutip Fediya Andina dari Radio Nederland Wereldom roep. Demikianlah Job Cohen membaca halaman terakhir buku Max Havelaar, sewaktu pembukaan pameran 150 tahun Max Havelaar dengan tajuk “Ini Bukan Roman, Ini Sebuah Gugatan.” Gugatan atas tindak korupsi dan ketidakadilan yang dilakukan para pejabat Indonesia dan Belanda di Lebak, Banten.
- Rachman Masjhur Mencari Siswa
BAGIAN V (KP-V), badan intelijen Kementerian Pertahanan, telah membangun pasukan yang berguna dalam operasi intelijen pada akhir 1947. Orang yang bertugas mencari kader untuk dilatih dalam pendidikan Special Operation atau Operasi Khusus adalah Letnan Kolonel Kanido Rachman Masjhur. Rachman Masjhur termasuk anggota Special Operation. Pemuda kelahiran 13 Oktober 1919 ini adalah orang Minangkabau pertama yang diterima di Akademi Militer Kerajaan Belanda di Breda pada 1939. “Kanido Masjhoer, anak Tuan Kahar Masjhoer, kepala sekolah di Fort de Kock (Bukittinggi), pada akhir bulan ini bersama [kapal] SS. Dempo akan berangkat ke Belanda,” tulis koran De Sumatra Post, 24 Juli 1939.
- Teror Arwah di Rumah Bersejarah
HENRY kecil (Finn Scicluna-O’Prey) terbangun di tengah malam dan melengos keluar kamar begitu saja, seolah ada kekuatan gaib yang menuntunnya. Sang ibu, Marian Marriott (Sarah Snook), sesaat setelahnya kebingugan mencari putranya yang akhirnya didapati sudah terpaku di ujung lorong dekat tangga. Marion melihat mata Henry memutih pertanda kerasukan roh. “Mereka mengincar kita!” seru Henry menunjuk sisi atas tangga yang mentok langit-langit. Sekelebat penampakan yang hadir dalam teknik jumpscare menutup adegan di menit-menit awal film ini. Film besutan sutradara kembar Peter dan Michael Spierig ini mengisahkan drama-horor di sebuah rumah berasitektur era Victoria nan bersejarah, Winchester Mystery House atau Puri Misteri Winchester, di San Jose, California, Amerika Serikat dengan latar waktu tahun 1906. Setelah adrenalin dipacu jump scare di scene pembuka, penonton diajak mendalami kisah nyata di balik misteri rumah dan pemiliknya, Sarah Lockwood Winchester (Helen Mirren). Sarah merupakan janda William Wirt Winchester, pemilik Winchester Repeating Arms Company. Kepemilikan 50 persen saham di perusahaan itu membuat Sarah perempuan terkaya era itu.
- Janda Terkaya dan Makhluk Tak Kasat Mata
PUNYA harta melimpah bukan jaminan hidup pasti tenang. Sarah Winchester contohnya. Perempuan yang kisahnya belum lama ini diabadikan dalam film Winchester itu justru dirongrong sosok-sosok tak kasat mata Siapa sebenarnya Sarah? Bagaimana janda terkaya di masanya itu hidupnya melulu diganggu makhluk gaib? Apa pula motifnya membangun rumah besar berdesain ganjil yang di zaman now dijadikan salah satu destinasi wisata di San Jose, California, Amerika Serikat? Merunut data Connecticut Historical Society terkait dokumen Bennett-Winchester Family, perempuan cantik berselubung misteri itu lahir di New Haven, Connecticut dengan nama Sarah Lockwood Pardee. Dia anak kelima dari pengusaha kelas menengah Leonard Pardee dan Sarah W. Burns. Lantaran tak ditemukan catatan tanggal, bulan, dan tahun kelahirannya, kelahiran Sarah diperkirakan antara tahun 1835-1845.
- Asal Usul Valak, Setan dari Masa Kegelapan
TENGAH malam di Gereja St. Cârţa, pedalaman Rumania medio 1952. Dengan langkah terburu-buru, dua biarawati yang dilanda kepanikan menuju sebuah pintu ruangan keramat. Pintu bertuliskan Finit hic Deo (Latin: Tuhan Berakhir di Sini) itu jadi penanda bahwa di balik pintu itu adalah tempat di mana doa-doa Tuhan takkan mempan terhadap satu zat menyeramkan di dalamnya. Adegan mencekam itu jadi pilihan sutradara Corin Hardy untuk langsung menyuguhkan scene yang membuat “sport jantung” dalam film The Nun. Film berdurasi 96 menit ini berkisah tentang asal-usul Valak, hantu biarawati atau suster menyeramkan yang sebelumnya muncul dalam universe-nya Conjuring. Dalam adegan itu, seorang suster jadi korban sesosok iblis di balik pintu keramat dan seorang lagi, Suster Victoria (Charlotte Hope), melarikan diri tapi akhirnya terpaksa gantung diri. Jasadnya ditemukan Maurice ‘Frenchie’ Theriault (Jonas Bloquet), pemuda dari Desa Bierten yang dalam kurun triwulan rutin memasok logistik gereja.
- Horor Chucky dalam Kehidupan Nyata
PERINGATAN untuk setiap orangtua. Awasi tontonan yang dikonsumsi anak-anak Anda jika tidak ingin tragedi Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis (5/3/2020) terulang kepada siapapun. Di hari yang nahas itu, seorang bocah berusia enam tahun disiksa dan dibunuh remaja berusia 15 tahun yang terinspirasi karakter horor macam Slenderman dan Chucky. “Dia (pelaku) sudah sampaikan bahwa, ‘saya hobi nonton film horor misalnya Chucky, Slenderman’, mungkin dia punya inspirasi,” sebut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, dikutip Kumparan, Sabtu (7/3/2020). Chucky adalah nama karakter penjahat berupa sebuah boneka dalam franchise film Child’s Play. Karakternya pertamakali muncul dalam film perdanaChild’s Play pada 1988.Inti filmmengisahkan perjalanan teror dan aksi sadis pembunuh berantai bernama Charles Lee Ray.
- Horor Sadis Keluarga Pengabdi Iblis
SELEPAS kematian sang ibu, Ellen Leigh, Annie Graham (Toni Collette) tak bisa hidup tenang. Arwah sang ibu seolah masih menggentayangi rumahnya. Kesuraman hidupnya diperparah dengan meninggalnya sang putri bungsu, Charlie Graham (Milly Shapiro), dengan cara mengenaskan. Dengan plot yang berjalan lamban di awal plus iringan ilusi tata suara yang “menghiptonis” degup jantung penonton, sutradara muda (31 tahun) Ari Aster meracik suasana awal nan mencekam film pertamanya itu, Hereditary, dengan cara anti-mainstream. Film indie ber-genre horor supranatural ini tak lazimnya film-film horor Hollywood di era kekinian. Selingan jump scare akan terasa sangat langka di film berdurasi 127 menit yang diproduksi PalmStar Media, Finch Entertainment, Windy Hill Pictures, dan A24 ini. Penonton justru lebih sering diajak menahan napas sembari menggeretakkan gigi lewat beragam adegan-adegan yang cenderung sadis seperti scene saat Charlie tewas dengan kepala terpenggal akibat terkena tiang listrik atau kala Annie kesurupan dan memenggal kepalanya sendiri dengan kabel.
- Membangkitkan Kembali Ratu Ilmu Hitam
HANIF (Ario Bayu) mengajak istri (Hannah Al Rasyid) dan anak-anak mereka berkunjung ke panti asuhan tempat Hanif ditampung ketika kecil. Selain Hanif, Anton (Tanta Ginting) dan Jefri (Miller Khan) yang juga mantan anak panti turut datang. Mereka hendak menjenguk orang tua panti mereka, Pak Bandi (Yayu Unru) yang sedang sakit. Setelah sekilas bernostalgia dengan rumah panti yang nampaknya terpencil dan jauh dari kota itu, mereka mulai mengalami serangkaian teror. Berbagai kejadian tragis dalam waktu semalam itu kemudian mengingatkan mereka pada sejarah kelam yang terjadi di panti sekitar 20 tahun yang lalu. Bagaimana kelanjutannya? Sila tonton sendiri karena film Ratu Ilmu Hitam, hasil kolaborasi Joko Anwar bersama Kimo Stamboel telah resmi rilis di bioskop-bioskop Indonesia, 7 November 2019. Kali ini Joko Anwar sebagai penulis skenario sedangkan Kimo berperan sebagai sutradara.
- Ayah Suzzanna Gugur di Subang
HINDIA Belanda menjadi tempat yang diimpikan banyak pria Belanda untuk mengubah nasib. Di tanah subur nan kaya yang diperintah “kaki-tangan” ratu Belanda itu, kehidupan sejahtera jauh lebih mungkin diwujudkan ketimbang di negeri asal mereka, Belanda. Terlebih, warna kulit putih mereka memungkinkan mendapat keistimewaan yang tidak didapatkan orang kulit berwarna akibat sistem rasis yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda. Faktor itulah yang mendorong Willem van Osch, yang lahir pada 19 Juni 1910, rela bertaruh nyawa mengarungi samudera ribuan kilometer demi mencapai Hindia Belanda. Pria asal Rosmalen, Belanda ini kemudian menjalani kehidupan berbeda di tempat yang baru. Dia diterima menjadi tentara kolonial, Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL). Pangkatnya sudah sersan mayor (serma) infanteri dengan nomor stamboek-nya 89068. Di Hindia Belanda pula Willem menemukan jodoh dan berkeluarga. Koran De Locomotief, 24 Januari 1936 memberitakan, Willem van Osch menikah dengan Johanna Bojoh di Magelang –kota tangsi bagi KNIL– pada 22 Januari 1936. Johanna merupakan gadis berdarah Sunda dan Manado.





















