top of page



Memasung Kaki Banteng
Di dalam saling hantam, dari luar digembosi. Tragedi 1965 menyeret PNI menuju kehancuran.


Menggusur Marhaenis Gadungan
Partai memecat pimpinan dan anggota yang disebut Marhaenis gadungan. Mereka melawan balik setelah Sukarno tumbang.


Nyanyi Sumbang Desa Kingkang
Potret awal konflik agraria. PNI berhadap-hadapan dengan PKI/BTI.


Sejarah Sebagai Ilmu Berbangsa
Hal yang paling penting dalam kandungan materi pelajaran sejarah adalah melacak kebenaran tentang peristiwa yang terjadi di masa lalu. Belajar dari sejarah juga untuk mengetahui asal usul segala sesuatu, karena segala sesuatu itu memiliki sejarah.


Dalam Jaring-jaring Kekuasaan
Kabinet yang dibentuk PNI tak berjalan efektif. Terhalang konflik internal.


Mendulang Suara dari Desa
PNI keluar sebagai pemenang pemilu 1955. Memanfaatkan kepala desa dan daya tarik Sukarno.


Cara Mulus Mendulang Fulus
Iuran anggota tidak memadai bagi PNI. Demi mengumpulkan dana untuk pemilu, partai memanfaatkan posisi di pemerintahan.


Merawat Semangat Oposan
PNI mendirikan lembaga-lembaga pendidikan di berbagai daerah. Tempat menggembleng semangat nasionalisme, tetapi tidak untuk pengkaderan.


Layu Setelah Melaju
Koran Suluh Indonesia sebagai corong PNI pernah menjadi yang terbesar di zamannya. Terbit terakhir setelah peristiwa 1965.


Dendang Liris Sastra Marhaenis
Lembaga Kebudayaan Nasional sebagai wadah kebudayaan PNI memilih jalan tengah, tetapi mengganyang kebudayaan imperialis dan Manikebuis.


Kisah Anak-anak Marhaen
Disebut-sebut sebagai calon-calon kader PNI, para marhaenis muda itu dianggap gagal mengamankan Bung Karno.


Tidak Lagi Memunggungi Afrika
Kemitraan dengan Afrika janganlah sebatas pada pragmatisme ekonomi saja, tapi bisa juga dalam bentuk kerjasama untuk mendorong demokrasi, tata kelola negara, dan perdamaian yang lebih baik di kawasan.


Kiprah Buruh Nasionalis
PNI berperan melahirkan serikat-serikat buruh. Organisasi buruh PNI berkembang dengan pesat, tetapi berujung perpecahan.


Susunan Pemerintahan VOC
Struktur pemerintahan VOC beserta lembaga-lembaga pemerintahan kota Batavia.


Satu Rumpun Bahasa
Keragaman bahasa etnis di Indonesia tak menghilangkan jejak pengaruh rumpun bahasa Austronesia.

Ads
Ads
Ads
bottom of page












