Hasil pencarian
Cari di situs ini
10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Kuda Nil Pablo Escobar
KUDA NIL merupakan hewan endemik Afrika, umumnya ditemukan di wilayah sub-Sahara, yang mendiami sungai, danau, dan rawa-rawa. Namun, kehadiran kuda nil di kebun binatang milik Pablo Escobar menjadi awal mula hewan tersebut berkembang biak hingga jumlahnya mengkhawatirkan penduduk dan pemerintah. Pablo Escobar, gembong narkoba paling terkenal di dunia, menghasilkan kekayaannya dari bisnis obat terlarang. Raja kokain ini juga dijuluki Robin Hood karena menggunakan kekayaannya untuk membangun sekolah, fasilitas umum, dan memberikan uang kepada rakyat miskin. Karena hal ini, dia dikisahkan sebagai antihero yang populer dan legendaris. Escobar lahir di Rionegro, Kolombia pada 1 Desember 1949, dalam lingkungan kelas pekerja di Medellin. Dia mulai terlibat kegiatan kriminal di usia remaja, seperti pencurian nisan dari pemakaman, mengikis nama-nama di nisan tersebut, dan menjualnya kembali. Dia juga terlibat pemalsuan dokumen, hingga memasuki usia 20-an, dia mulai mengedarkan kokain.
- Nasionalisasi Terusan Suez
JATUHNYA Raja Farouk pada 23 Juli 1952 memunculkan Gamal Abdul Nasser sebagai pemimpin baru Mesir. Nasser bukan perpanjangan dari Dinasti Pasha yang berkuasa sejak 1805. Nasser muncul sebagai pemimpin dengan membawa semangat baru: nasionalisme dan sosialisme yang anti kolonialisme Barat. Terusan Suez yang menjadi salah satu medan peperangan jadi perhatian besar Nasser. Suez juga dijadikan pengingat 74 tahun kolonialisme Inggris yang mengerikan. Maka dari itu, Nasser yang cukup pupuler di dunia Arab dan Asia-Afrika menyerukan nasionalisasi terusan yang dibangun dari keringat rakyat Mesir ini. Pada 1950-an, setiap tahun sebanyak 122 juta ton kargo melewati Terusan Suez. Sekira 75 juta ton di antaranya adalah minyak dari Timur Tengah. Zona kanal itu makin vital bagi banyak negara. Fakta itu menyadarkan Nasser bahwa nasionalisasi terusan tentu akan mendapat banyak penentangan.
- Berebut Kendali Terusan Suez
SETELAH dibuka secara resmi pada 17 November 1869, Terusan Suez menjadi salah satu jalur penting perdagangan dunia. Pada tahun pertama, sekira 500 kapal dengan total 400 ribu ton muatan melintasinya. Angka itu ternyata masih jauh dari target yang diinginkan perusahaan, yakni lima juta ton per tahun. Tingginya potensi ekonomi yang dimilikinya membuat Terusan Suez jadi rebutan di tahun-tahun berikutnya. Inggris dan Prancis merupakan dua negara paling berkepentingan pada terusan sepanjang 193 kilometer itu. Kepentingan itu membuat keduanya mendesak Kesultanan Ottoman menyingkirkan Ismail Pasha yang menghalangi kepentingan Inggris-Prancis. Ismail merupakan pemimpin Mesir yang mencoba berdikari. Kendati pada 1875 Mesir dinyatakan terancam bangkrut karena utang, Ismail tak akan menjual sahamnya di Terusan Suez sebagai aset paling menjanjikan. Sebaliknya, Ismail justru tengah mencoba menyingkirkan pengaruh Eropa dari negerinya.
- Menggali Suez, Menghubungkan Dua Peradaban
KAPAL kontainer berbobot 200.000 ton tersangkut di Terusan Suez pada Kamis, 25 Maret 2021. Kapal yang dioperasikan oleh perusahaan Evergreen ini diduga menyimpang setelah dihantam angin kencang. Dengan panjang 400 meter dan lebar 59 meter, kapal tersebut telah memblokir Terusan Suez yang merupakan salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia itu. Peristiwa ini tentu merugikan banyak pihak. Mengutip bbc.com, setidaknya ada 150 kapal yang terjebak di terusan itu. Kerugian diperkirakan mencapai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp43 triliun per hari serta membuat harga minyak dunia naik. Terusan Suez merupakan salah satu jalur penting perdagangan dunia. Terusan yang menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah ini dilewati sekitar 12 persen perdagangan dunia. Terusan ini mempersingkat jarak tempuh pelayaran menjadi hanya 193 kilometer dari jalur yang seharusnya mengelilingi benua Afrika.
- Ketika Cemburu Membakar Amangkurat I
SETELAH berhasil mengatasi kesedihan akibat kehilangan Ratu Malang, Amangkurat I mencoba bangkit. Ia telah kembali duduk di takhtanya dan perlahan memperbaiki pemerintahan yang sempat ditinggalkan. Amangkurat I berusaha keluar dari derita yang hampir menghancurkan Mataram tersebut. Tidak ingin larut dalam kesendirian, raja kemudian menyuruh para pejabat negerinya agar dicarikan perempuan lain yang setara dengan sang pujaan hati. Namun perkara itu tidaklah mudah. Terlebih tidak banyak perempuan di dalam negeri kala itu yang kecantikannya bisa disetarakan dengan Ratu Malang. Dikisahkan J.J. Meinsma dalam Babad Tanah Jawi: Javaanse Rijkroniek, Amangkurat I mengutus dua orang dalam misi pencarian calon kekasihnya itu, yakni Nayatruna dan Yudakarti. Sebagai petunjuk, keduanya harus bisa menemukan seorang perempuan yang “berasal dari suatu daerah dengan air sumur yang baunya segar”. Dan pencarian itu pun berakhir di wilayah tepi Kali Mas, Surabaya, Jawa Timur.
- Hari-hari Terakhir Amangkurat I
SUNGGUH malang nasib Amangkurat I. Di usia senjanya, ia harus hidup dalam pelarian yang melelahkan. Raja yang pada masa kejayaannya terkenal bengis itu gagal mempertahankan takhta setelah istana kebanggaannya jatuh dan pemberontakan rakyat tidak lagi dapat dicegah. Ditambah pula pengkhianatan dari orang-orang di sekitarnya, semakin melengkapi penderitaan penguasa Mataram itu. Sang raja benar-benar kehilangan kuasanya. Pelarian Amangkurat I terjadi pada 1677. Saat itu sebagian besar wilayah ibukota Mataram telah diduduki oleh Raden Trunajaya. Bersama pasukan Maduranya, ia berhasil menjatuhkan pertahanan istana yang terkenal sulit ditembus. Trunajaya juga mampu menumpas perlawanan dari ketiga putra Amangkurat I (Pangeran Adipati Anom, Pangeran Puger, dan Pangeran Singasari) yang mati-matian mempertahankan takhta peninggalan ayahnya. Diceritakan sejarawan H.J. De Graaf dalam Runtuhnya Istana Mataram, Amangkurat I meninggalkan istana pada suatu malam di bulan Juni 1677. Tujuan pertamanya adalah Imogiri, makam keluarga raja-raja Mataram. Dalam perjalanan tersebut ia hanya dikawal oleh sedikit keluarga saja. Hanya ada putra-putranya, beberapa pejabat yang setia, dan dua orang perempuan yang kemungkinan istrinya. Beruntung usaha raja keluar dari kediamannya itu berjalan mulus tanpa dihalangi oleh siapa pun, terutama pasukan Trunajaya.
- Cinta Amangkurat I
CINTA Amangkurat I kepada perempuan satu ini begitu dalam. Pesonanya yang memikat hingga menyebabkan Amangkurat I rela melakukan berbagai cara demi memperistrinya. Kisah keduanya bahkan terlukiskan dalam berbagai narasi tradisional dan sumber-sumber Belanda. J.J. Meinsma dalam Babad Tanah Jawi: Javaanse Rijskroniek menyebut pertemuan pertama raja dengan perempuan pujaannya itu terjadi saat ia mengeluarkan titah mencari seorang perempuan untuk diperistri. Amangkurat I lalu diperkenalkan oleh Pangeran Blitar dengan putri Ki Wayah, seorang dalang wayang gedog terkemuka. Parasnya yang amat cantik langsung memikat hati sang raja. Ia pun segera mempersiapkan segala keperluan untuk mempersuntingnya. Namun sayang perempuan ini telah menikah dengan Kiai Dalem (Ki Dalang Panjang Mas), yang berprofesi sama dengan ayahnya. Ia pun sedang mengandung dua bulan dari hasil pernikahannya itu.
- Perselingkuhan Berdarah di Mataram
MATARAM, 1671. Sebuah persidangan di kerajaan menggemparkan rakyat dan pejabat VOC. Dua pangeran Mataram, Pangeran Adipati Anom dan Pangeran Singasari, menjadi aktor utama persidangan. Kasus yang diperkarakan ketika itu adalah pembunuhan putra Pangeran Pekik, Raden Dobras, yang mayatnya ditemukan di dalam sebuah sumur. Dalam persidangan yang menghadirkan Sunan Mataram Amangkurat I itu, Putra Mahkota menuduh adiknya sebagai pembunuh Raden Dobras. Menurut kesaksiannya, suatu malam Pangeran Singasari mengundang korban makan malam dan setelah itu tidak pernah kembali pulang. Pangeran Singasari menyangkal pernyataan kakaknya itu. Menurutnya pada malam tersebut, setelah pulang dari masjid, Pangeran Singasari menjumpai seorang pencuri masuk ke rumahnya. Tanpa mengenal siapa pencuri tersebut, Pangeran Singasari langsung membunuhnya. Setelah mendengar penjelasan kedua pangeran Mataram, persidangan menghadirkan para abdi istana Singasari. Dikisahkan sejarawan Belanda H.J. De Graaf dalam Runtuhnya Istana Mataram, Amangkurat I lalu bertanya kepada mereka mengenai keributan yang terjadi saat malam pembunuhan. Tetapi para abdi mengatakan jika malam itu mereka tidak mendengar ada keributan atau tanda bahaya apapun. Sebagaimana tradisi yang berlaku di Mataram kala itu, setiap ada keributan pasti ada bunyi bende sebagai tanda bahaya.
- Tiga Kasus Tukar-Menukar Istri
BEBERAPA bulan lalu masyarakat dihebohkan oleh konten tukar-menukar pasangan yang dibuat oleh Gus Samsudin. Video berdurasi 30 menit itu kemudian dilaporkan ke kepolisian dan Gus Samsudin ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Unndang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kini kasus tersebut telah dimejahijaukan. Sidang pelanggaran UU ITE konten tukar-menukar pasangan dengan terdakwa Gus Samsudin digelar pada Rabu (29/5/2024) di Pengadilan Negeri Blitar, Jawa Timur. Kasus tukar-menukar pasangan bukan hal baru di Indonesia. Kegiatan tak lazim ini telah dilaporkan berbagai media massa. Ada kasus yang dilaporkan ke polisi, ada pula yang pelakunya terkena penyakit menular seksual akibat melakukan tukar-menukar pasangan.
- Mencari Pasangan Lewat Koran
DI MASA kini, banyak orang sudah tak asing dengan aplikasi kencan untuk mencari pasangan. Tinder, Bumble, Badoo, maupun Coffee Meets Bagel sukses menarik minat masyarakat. Proses pendaftarannya mudah, cukup mengunduh aplikasi tersebut di ponsel, lalu mendaftarkan diri dan menautkan foto agar dapat dilihat pengguna lain saat mencari pasangan. Para penggunanya juga dapat lebih dulu berkomunikasi melalui fitur pesan instan yang tersedia di aplikasi sebelum memutuskan bertemu tatap muka. Layanan pencarian jodoh bukan hal baru di masyarakat. Sebelum menjamurnya aplikasi kencan, tak sedikit orang menggunakan jasa biro jodoh untuk mencari pasangan. Selain itu, ada pula yang memasang iklan di koran yang sudah dilakukan sejak zaman kolonial Belanda. Menurut sejarawan Jean Gelman Taylor dalam Kehidupan Sosial di Batavia: Orang Eropa dan Eurasia di Hindia Timur surat kabar telah hadir di Batavia sejak abad ke-18. Gubernur Jenderal van Imhoff dianggap sebagai tokoh yang berperan besar dalam kemunculan surat kabar di wilayah koloni VOC tersebut. Niat sang gubernur jenderal membuat orang-orang Eropa menyadari ikatan di antara mereka terwujud dengan kehadiran Bataviasche Nouvelles (Batavia News) yang edisi pertamanya diterbitkan oleh J.E. Jordens pada 7 Agustus 1744.
- Pesta Seks Tukar Pasangan Tempo Dulu
BEBERAPA waktu lalu tersiar kabar menghebohkan tentang pengajian yang membolehkan hubungan seksual bertukar pasangan. Pernyataan itu dilontarkan Gus Samsudin, pemilik Pondok Pesantren Nuswantoro di Desa Rejowinangun, Blitar, Jawa Timur. Dalam rekaman video yang viral itu, Samsuddin berperan sebagai ulama yang berdakwah. Dia membolehkan jamaahnya bertukar pasangan atau bertukar istri atas dasar suka sama suka. “Bebas di sini, asalkan seneng sama seneng, suka sama suka, silakan saja. Mau tukar pasangan juga boleh,” katanya dalam rekaman video dikutip detikjatim, 27 Februari 2024. Atas kelakuan kontroversinya itu, Samsudin kini digelandang dalam tahanan. Namun, bukan penistaan agama yang menjeratnya, melainkan pelanggaran undang-undang ITE. Karena kadung viral, rekaman video itu menyebar dan meresahkan masyarakat. Samsudin belakangan mengaku dakwahnya soal bertukar pasangan sebagai konten untuk meningkatkan pelanggan Youtube.
- Tuan Holla dari Belanda Sahabat Orang Sunda
RUDOLF Kerkhoven baru saja tiba di Jawa dari Belanda. Mengikuti jejak keluarga besarnya, dia hendak mengelola kebun teh di Priangan. Tetapi, itu hal yang sepenuhnya baru dalam hidupnya. Karenanya dia butuh belajar kepada sepupu-sepupunya yang telah lebih dulu terjun ke bisnis teh di Priangan Timur. Salah satu sepupu yang dia kunjungi adalah Karel Holle. Di antara keluarga besarnya, Holle paling luas pengetahuannya tentang masyarakat Sunda. Di sebuah villa di tengah perkebunan teh Parakan Salak, Holle memberi beberapa petuah kepada sepupu mudanya. Salah satunya soal bagaimana dia harus bersikap kepada warga lokal. “Kau barangkali pernah mendengar bahwa orang-orang Sunda itu malas, tetapi jangan percaya itu. Yang perlu kau lakukan adalah berusaha sedikit untuk memperlihatkan dengan jelas pada mereka, keuntungan-keuntungan apa yang akan mereka dapat dari metode bertani yang terbaru. Mereka belum menyadari keuntungannya yang luar biasa untuk jangka panjang,” kata Karel Holle kepada Rudolf.





















