Hasil pencarian
Cari di situs ini
10077 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Wadah Pembahasan Arah Kebudayaan dari Beragam Masa
SETELAH 100 tahun sejak pertamakali diselenggarakan pada 1918, Kongres Kebudayaan akan kembali digelar pada 3-4 Desember 2018. Kongres ini selain berupaya mengingatkan kembali semangat persatuan, juga membahas kondisi budaya terkini dengan makin masifnya arus informasi dan gerak budaya. “Ada kebutuhan untuk merumuskan kembali arah gerak kebudayaan karena kondisi revolusi industri 4.0 saat ini dan keadaan dunia yang cepat berubah,” kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam Konferensi Pers Kongres Kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, Jumat (9/11). Persiapan kongres sudah dimulai sejak Maret lalu lewat kongres kecil di tingkat kabupaten/kota yang membahas berbagai bidang. Ada 27 rumusan dari masing-masing bidang, seperti wayang, kesehatan tradisional, infrastukrur dll. Tiap daerah menyusun pokok kebudayaannya sesuai masalah yang dialami masing-masing daerah.
- Juru Bahasa Soeharto Ketinggalan di Italia
PRESIDEN Soeharto dianggap berhasil swasembada pangan. Dia pun diundang untuk berpidato dalam konferensi FAO (Badan Pangan dan Pertanian PBB) di Roma, Italia, pada 14 November 1985. Demi menjamin keamanan perjalanannya, intelijen sampai meminjam alat penangkal serangan rudal dari Israel yang dipasang dalam pesawat kepresidenan. Dalam kesempatan itu, Soeharto menyumbangkan 100 ribu ton gabah kepada FAO untuk disalurkan kepada negara-negara yang dilanda kelaparan, terutama di Afrika. Setelah menghadiri konferensi itu, Soeharto berkunjung ke India. Letkol Soeyono, ajudan Presiden Soeharto, dalam biografinya, Bukan Puntung Rokok, menceritakan bahwa dalam perjalanan pulang dari Italia, ada kejadian yang menegangkan, yaitu ditinggalnya juru bahasa yang biasa mendampingi presiden dalam pembicaraan empat mata. Kemacetan lalu lintas membuat juru bicara itu tidak bisa mencapai pangkalan pemberangkatan tepat waktu.
- Sejarah Penerjemahan Alkitab ke Bahasa Sunda
NEDERLANDSCHE Zendingsvereeniging (NZV) mengirim tiga zending pertama ke Jawa Barat pada 1863, yaitu C. Albers, D.J. van der Linden, dan G.J. Grashuis. Albers dan Linden untuk menyebarkan agama, sedangkan Grashuis untuk mempelajari bahasa Sunda. NZV didirikan pada 2 Desember 1858 oleh orang-orang yang meninggalkan NZG (Nederlandsche Zendelinggenootschap), lembaga pekabaran Injil terpenting di Belanda, karena menganggap NZG telah dipengaruhi teologi modern. Menurut pandangan mereka, modernisme juga telah menular ke Nederlandsch Bijbelgenootschap (NBG). Mereka khawatir terjemahan Alkitab oleh Lembaga Alkitab Belanda itu akan terjangkit oleh rasionalisme. "Karena itu, NZV segera mengutus seorang ahli bahasa (G.J. Grashuis) dengan tugas mengerjakan Alkitab ke dalam bahasa Sunda kendati Pengurus Pusat (NZV) tahu bahwa NBG pun sedang melakukan persiapan untuk tujuan yang sama," tulis Th. van den End dalam Sumber-sumber Zending tentang Sejarah Gereja di Jawa Barat, 1858-1963.
- Mas Marco dan Politik Busana Kolonial
PADA pertengahan 1914, Mas Marco Kartodikromo, dalam kolom surat kabar Doenia Bergerak mengisahkan pengalaman buruk jadi korban diskriminasi ketika naik kereta dari Solo ke Semarang. Apa sebabnya? Hanya karena ia mengenakan ikat kepala batik! Ketika itu dia pergi bersama seorang Belanda dan seorang Jawa yang mengenakan setelan Belanda. Mereka membeli tiket kelas tiga. Namun, karena gerbong kelas tiga penuh, ketiganya kemudian pindah ke gerbong kelas dua. Di sanalah persoalan mulai muncul. Ketika kondektur datang, matanya hanya menatap kepada Marco karena dia mengenakan kain kepala, berbeda sendiri dari kedua kawannya. Kondektur itu lantas memintanya untuk menunjukkan tiket, sedangkan dua temannya tak diminta menunjukkan tiketnya. Marco kena denda karena pindah gerbong kelas. Harus bayar ƒ3,65. Sedangkan dua kawannya tidak.
- Pendeta Nommensen Terpikat Kuda Putih Sisingamangaraja XI
PENYAKIT cacar hitam yang melanda Tanah Batak memakan banyak korban. Dalam bahasa Batak, penyakit ini disebut Ngenge na birong, karena menyebabkan ruam-ruam berwarna hitam di badan. Hampir setiap hari, sekira 20-30 anak-anak meninggal akibat cacar di kampung-kampung sekitar Lembah Silindung. Wabah epidemi ini merebak sekitar paruh kedua 1860. Ludwig Ingwer Nommensen, pendeta Kristen asal Jerman, bersama istri yang baru dinikahinya, Karoline Gubrod, terlibat dalam pelayanan kesehatan menyembuhkan orang-orang terjangkit cacar. Di kampung Huta Dame, basis penginjilan yang didirikan Nommensen di Lembah Silindung sejak 1863, tiada seorang pun yang meninggal. Aktivitas pelayanan kesehatan Nommensen ini terdengar sampai ke Bakkara, wilayah kekuasaan Dinasti Sisingamangaraja. Saat itu yang menjadi raja-imam di Bakkara adalah Sisingamangaraja XI.
- Alvin York dari Hindia Belanda
AKSI Prajurit Dua Johannes van Oort dari tentara kolonial Hindia Belanda, Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL), di Kediri, Jawa Timur pada Maret 1942 mirip seperti yang dilakukan Kopral Alvin Cullum York (1887-1964) dari Amerika Serikat. Dalam pertempuran di hutan Argonne, Perancis, Kopral York dengan tembakan senapannya menewaskan 25 serdadu Jerman dan membuat 132 tentara Jerman menyerah pada 8 Oktober 1918, di akhir Perang Dunia I (1914-1918). Kopral York dan Prajurit Jan van Oort, yang disapa Jan, sama-sama bukan tentara sebelum perang berlangsung. Keduanya sama-sama dari daerah pertanian, di mana Jan merupakan teknisi karet.
- Diberi Amnesti, Para Tokoh PRRI Masuk Bui
PERASAAN tak menentu dialami Maludin Simbolon saat bersua dengan Ahmad Yani. Saat itu, Simbolon baru saja turun gunung setelah menerima amnesti dari pemerintah. Baru saja berkelahi, tembak-menembak, lantas bertemu. Demikian pikiran Simbolon terhadap Yani. Sebelumnya, Simbolon dan Yani saling berhadap-hadapan sebagai lawan. Pada 1958, eks Kolonel Simbolon dicopot dari jabatannya sebagai panglima Divisi Bukit Barisan. Simbolon kemudian memihak Pemerintahanan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dicap pemerintah pusat sebagai pemberontak. Simbolon bahkan didapuk sebagai menteri luar negeri dalam Kabinet PRRI. Sementara itu, Kolonel Yani ditunjuk sebagai komandan Operasi 17 Agustus untuk menumpas gerakan PRRI di Sumatra Barat. Memasuki 1961, TNI berhasil menumpas PRRI. Untuk memanggil pulang orang-orang PRRI yang masih bergerilya, pemerintah menerbitkan amnesti atau pengampunan pada Agustus 1961.
- Bleduran, Permainan Tradisional Betawi di Bulan Ramadan
ANDILAN bukan satu-satunya tradisi masyarakat Betawi untuk menyambut bulan suci Ramadan dan merayakan Lebaran. Tradisi lain yang masih terus dilestarikan adalah bleduran, sebuah permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa. Sejarah kemunculan bleduran memiliki beberapa cerita. Menurut budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, setidaknya ada dua kisah yang diyakini masyarakat sebagai awal mula lahirnya permainan tradisional ini. “Salah satu dugaan orang itu sejarah bleduran berkaitan dengan nyanyian rakyat, ‘gamelan jegar jegur’ yang merujuk pada onomatope (kata dari tiruan bunyi). Jadi, dari onomatope itu kemudian orang menafsirkan bahwa di masa lalu permainan ini dimainkan sebagai bagian dari selamatan atau pesta rakyat,” kata Yahya saat ditemui tim Historia.ID di Lembaga Kebudayaan Betawi yang berada di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026.
- Sekilas Perjalanan Sukarno ke Venezuela
OPERASI militer Amerika Serikat yang melancarkan serangan udara ke Venezuela lantas menculik Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores pada Sabtu (3/1/2026) menggegerkan dunia internasional. Termasuk Indonesia yang mengkhawatirkan para Warga Negara Indonesia (WNI) di negeri dengan cadangan minyak bumi terbesar di dunia itu. Dalam pernyataannya sehari pasca-penculikan Presiden Maduro, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan keprihatinannya atas tindakan yang melibatkan penggunaan kekuatan militer di Venezuela. “Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengendepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan hukum humaniter internasional khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama,” demikian pernyataan Kemlu dalam utas di akun resmi X-nya, @Kemlu_RI, Minggu (4/1/2026).
- Minyak Venezuela Menggiurkan
PADA pesta malam tahun baru di kediamannya di Mar-a-Lago, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat mengutarakan resolusinya, “Damai. Damai di bumi.” Itu menjadi ironis karena tak sampai sepekan kemudian Trump menggerakkan militernya untuk melancarkan bombardir udara ke utara Venezuela, lalu menangkap Presiden Venezuela Nicolas Máduro di ibukota Caracas dan kemudian membawanya ke AS. Operasi militer bersandi “Operasi Absolute Resolve” itu disetujui Presiden Trump pada Jumat (2/1/2026) malam. Serangan terkoordinasinya dijalani pada pukul 2 dini hari waktu setempat, Sabtu (3/1/2026). Selain melancarkan serangan udara, pasukan khusus AS menangkap Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Serangan itu disebut turut menewaskan 80 jiwa dari kalangan pejabat dan militer Venezuela dan Kuba.
- Greenland Dikuasai Denmark, Diancam Amerika Serikat
GREENLAND, pulau terbesar di dunia itu luasnya 2,16 juta kilometer persegi, sekitar 19,6 persen lebih besar dari luas wilayah Indonesia. Menariknya, Indonesia punya hubungan perdagangan dengan negeri yang berada di bawah kedaulatan Denmark itu meski nilainya relatif kecil. Mengutip data Market Inside, per Oktober 2024-September 2025 nilai perdagangan kedua negara ini mencapai US$146 ribu atau setara Rp2,46 miliar. Indonesia mengekspor berbagai macam produk besi dan baja, mesin dan peralatan elektronik, produk-produk keramik, tekstil, hingga furnitur. Meski masih di bawah Denmark, Greenland bisa mengatur negerinya sendiri sejak 2009, termasuk soal perdagangan. Hak otonom mereka dapatkan lewat Undang-Undang Pemerintahan Mandiri sehingga mereka punya parlemen dan perdana menteri (PM). Suatu perubahan yang selangkah lebih dekat menjadi negara merdeka.
- Bintang Telenovela Venezuela di Layar Kaca Indonesia
ARTIS Venezuela pernah memesona penonton Indonesia. Salah satunya bintang telenovela Gabriela Spanic. Ia sampai berkunjung ke Indonesia untuk menemui penggermarnya pada 2000. Gaby disambut bak ratu. Kemanapun ia pergi selalu dirubungi para penggemarnya. “Saya senang berada di Indonesia. Hingga penerbangan selama 14 jam dari Venezuela ke Jakarta, lelahnya hilang semua,” tutur Gaby dalam bahasa Spanyol, seperti dikutip Bali Post, 2 April 2000. Gabriela “Gaby” Spanic lahir di Ortiz, negara bagian Guarico, Venezuela, 10 Desember 1973. Gaby mempunyai saudari kembar, Daniela yang berprofesi sebagai model. Gabriela Spanic mengawali kariernya sebagai artis telenovela setelah memenangi kontes kecantikan Miss Guarico pada 1992. Namanya melejit di Indonesia setelah sukses membintangi telenovela La Usurpadora pada 1998.





















