top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10076 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • KTP dan Pajak Anjing

    KARTU identitas (KTP) tak hanya melekat pada manusia, melainkan juga terdapat pada anjing. Baru-baru ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan kartu identitas dan microchip khusus anjing ke khalayak. Kartu identitas memuat data anjing dan pemiliknya, sedangkan microchip berisi riwayat kesehatan anjing dan tertanam di leher belakang anjing. Pemberian kartu identitas dan microchip bertujuan untuk mendata anjing. Pendataan memudahkan petugas mengenali anjing rentan rabies dan anjing bebas rabies. Anjing berkartu identitas dan ber-microchip berarti mempunyai pemilik dan riwayat kesehatan. Pengaturan kepemilikan anjing seperti ini bukan baru kali ini saja terjadi. Pemerintah kolonial Belanda pernah mengeluarkan aturan kepemilikan anjing pada 1906. Aturan itu termaktub dalam Staatsblad (Lembaran Negara) 1906 No. 283 dan menyebut kewajiban bagi para pemilik anjing. Antara lain berupa kewajiban melapor jumlah anjingnya, memberi anjing medali atau peneng, membayar pajak untuk anjingnya, dan ketentuan hukuman bagi pelanggar.

  • Pejabat Pajak Menyeleweng

    KOMISI Pemberantasan Korupsi menetapkan Hadi Purnomo, mantan ketua Badan Pemeriksa Keuangan, sebagai tersangka kasus pajak BCA pada 21 April 2014. Saat menjabat Direktur Jenderal Pajak pada 2002-2004, Hadi menerima keberatan pembayaran pajak yang diajukan BCA sehingga merugikan keuangan negara sekira Rp375 milyar. Penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pajak pernah tercatat beberapa kali dalam sejarah Indonesia. Pada masa Mataram Kuno, orang menyebut pejabat pajak sebagai mangilala drawya haji. “Kelompok petugas ini pertama kali disebut dalam sumber prasasti pada awal abad ke-9 (Garung/Pengging, 741 Saka/819 Masehi),” tulis Supratikno Raharjo dalam Peradaban Jawa.

  • Masa Kecil Radius Prawiro

    JAM belum menlunjukkan pukul 05.00 ketika Radius Prawiro sudah beranjak dari tempat tidur dan memulai aktivitas rutinnya. Menyaring susu dan memasukannya ke dalam botol-botol. Setelah itu menyusun botol-botol susu ke keranjang sepedanya. Tepat jam 05.45, dia mulai mengantarkan susu sekaligus mengambil botol-botol kosong dari para pelanggan di kawasan Kotabaru dan Klitren Lor, Yogyakarta. Setelah rampung, dia pulang ke rumah untuk sarapan dan berangkat ke sekolah di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), setingkat sekolah menengah pertama, yang berada di Kotabaru. Itulah aktivitas rutin Radius sebagai pengantar susu pada 1940-an. Upahnya, sebesar yang biasa diterima para loper susu, dipakainya untuk membayar iuran sekolah. Sosok yang mengajarkannya untuk mencari uang sendiri adalah Wakidin Wirjopawiro, kakeknya dari garis ayah yang jadi pemilik perusahaan susu di Yogyakarta.

  • Jalan Radius Prawiro Sebagai Pengikut Jesus

    TAK ada yang menduga peristiwa naas ini terjadi. Pada akhir 1956, Radius Prawiro bersama beberapa rekan menghadiri sebuah konferensi di Woudschoten, Zeist, Belanda. Sebagai sibuk kuliah di Nederlandsche Economische Hogeschool, Rotterdam, Belanda, Radius memang aktif dalam Perserikatan Kristen Indonesia (Perki) cabang Rotterdam, bahkan jadi ketuanya. Usai acara, mereka pulang dengan menumpang bus. Namun, di sebuah perempatan, bus yang mereka tumpangi ditabrak oleh kendaraan dari arah samping. Radius mengalami luka-luka, sementara seorang temannya meninggal dunia. Mereka segera dilarikan ke sebuah RS di Leiden. Kondisi Radius ternyata cukup parah. Dia mengalami gegar otak hingga harus dirawat intensif. Selepas opname, dia menjalani rawat jalan di rumah suami-istri Moekarno Notowidigdo, orangtua angkatnya yang merupakan kawan dekat ibunya. Selama masa pemulihan, beberapa kawan menjengguknya. Salah satu yang rajin datang adalah Leonie “Onie” Supit, sekretaris Perki.

  • Jejak Direktorat Pajak

    SAAT ini sebagian besar pendapatan negara berasal dari pajak. Wajar jika pajak disebut sebagai tulang punggung negara karena mempengaruhi keberlanjutan program-program pembangunan. Direktorat Jenderal Pajak, sebagai bagian dari Kementerian Keuangan, berperan penting dalam menjaga agar tulang punggung negara tetap dapat berdiri tegak. “Oleh karena itu, Anda yang bekerja di Ditjen Pajak tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa Anda mengemban amanah yang sangat penting bagi Republik ini,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam upacara peringatan Hari Pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak pada 14 Juli 2018. Peringatan Hari Pajak, meski baru dimulai pada 2017, bersandar pada sebuah peristiwa yang menunjukkan kesadaran sejarah pentingnya pajak bagi negara yang akan merdeka. Dalam sidang panitia kecil Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), Radjiman Wedyodiningrat, seorang dokter dan ketua BPUPK, mengusulkan agar “pemungutan pajak harus diatur hukum”. Usulan itu diterima sehingga pajak muncul dalam draft kedua Undang-Undang Dasar yang disampaikan pada 14 Juli 1945. Butir kedua pada Pasal 23 Bab VII Hal Keuangan menyebut: “Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang”. Tanggal 14 Juli inilah yang kemudian dipilih sebagai Hari Pajak.

  • Lima Perempuan Penerima Bintang Gerilya

    PERJUANGAN mempertahankan kemerdekaan tak hanya tanggung jawab laki-laki. Para perempuan juga terpanggil untuk turut berjuang, mulai dari dapur umum, palang merah, hingga menjadi mata-mata. Banyak perempuan yang berperan besar dalam perjuangan, namun kurang dikenal. Di antaranya lima perempuan ini yang menerima penghargaan Bintang Gerilya karena jasanya selama perjuangan melawan Belanda.

  • Jalan Cornelis Speelman Menjadi Gubernur Jenderal

    BUTUH waktu lama bagi pegawai VOC untuk mencapai posisi berpengaruh dan prestisius dalam perusahaan dagang Hindia Timur tersebut. Mereka harus bekerja puluhan tahun di wilayah koloni yang iklim dan kehidupannya berbeda dengan negara asal, menunjukkan kecakapan di tengah persaingan sengit dengan sesama pegawai, dan selamat dari wabah penyakit tropis yang merenggut nyawa banyak orang Eropa. Untuk menarik perhatian para petinggi VOC, Heeren Zeventien atau Dewan Tujuh Belas, agar mendapatkan promosi dalam waktu singkat, seorang pegawai VOC harus memiliki kecakapan di berbagai bidang atau koneksi dengan tokoh-tokoh penting di lingkungan Kompeni. Cornelis Janszoon Speelman berhasil menduduki posisi Gubernur Jenderal VOC lewat kecakapannya di berbagai bidang terutama dalam militer. Lahir di Rotterdam, 3 Maret 1628, Speelman kerap digambarkan sebagai orang biasa dari kalangan rendah yang mampu menjadi orang nomor satu VOC di wilayah koloni berkat kemenangannya dalam Perang Makassar.

  • Dewi Sukarno Setelah G30S

    SEBUAH foto persegi yang menampilkan potret Jenderal Oerip Soemohardjo terpajang di sebidang tembok sebuah ruangan. Di bidang tembok seberangnya, terpajang sebuah lukisan besar kepala staf angkatan perang pertama itu sedang menunggangi kuda. Begitulah suasana Ruang Jenderal Oerip Soemohardjo di dalam Museum Satria Mandala, Jakarta. Dulunya, ruangan itu merupakan ruang santai istri Jepang Sukarno, Ratna Sari Dewi. “Kita berada di ruang santai. Dulu ada meja bulat khas Jepang untuk lesehan. Dulu juga ada televisi. Jadi saat santai bisa menonton televisi,” kata Kepala Sub-Seksi Promosi Museum Satria Mandala Yulianto Setiawan Yulianto kepada Historia.ID, sembari menunjuk posisi lukisan sebagai tempat dulu televisi Dewi Sukarno berada.

  • Anak Tawanan Itu Bernyanyi “Nina Bobo”

    SUKSES sebagai penyanyi tak menjadikan Anne Gronloh jemawa. Dirinya tak mau melupakan kampung leluhurnya. Lika-liku kehidupannya tak bisa dilepaskan dari keluarganya yang asal Minahasa. Peradaban Minahasa tumbuh di daerah Tondano, Sulawesi Utara yang terkenal dengan danaunya. Sebagai daerah subur nan cantik, Tondano menarik banyak orang untuk mengunjunginya. Termasuk orang-orang Belanda yang tergabung dalam Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Kedatangan VOC, yang ingin memonopoli perniagaan rempah di berbagai daerah Nusantara, memantik ketegangan dengan penduduk setempat. Muaranya, sedari 1661-1664 timbul perang antara orang Minahasa melawan VOC (Perang Tondano I). Perang antara orang Belanda dengan orang Minahasa muncul lagi pada 1808–1809 (Perang Tondano II).

  • Perempuan Pertama Penerima Bintang Gerilya

    PADA peringatan HUT TNI ke-4 tanggal 5 Oktober 1949 di Markas Divisi Siliwangi, Bandung, Panglima Siliwangi Kolonel Sadikin menyerahkan penghargaan Bintang Gerilya kepada Erna Djajadiningrat. Erna menjadi perempuan pertama yang menerima penghargaan Bintang Gerilya berkat jasanya selama perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Erna lahir di Serang, Banten, 4 Maret 1911. Anak ketiga Bupati Serang RAA Achmad Djajadiningrat ini mengenyam pendidikan sekolah dasar Europeesche Lagere School, sekolah menengah Hogere Burger School, dan Middelbare Huishouds School (Sekolah Kesejahteraan Keluarga).

  • Mengakui Tan Malaka Sebagai Bapak Republik Indonesia

    SUKARNO, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka disebut-sebut sebagai empat serangkai pendiri Republik Indonesia. Pada 1925, Sukarno masih kuliah teknik arsitektur di THS (kini ITB) Bandung. Begitu pula dengan Hatta yang mengambil studi ekonomi di Handels Hogeschool (kini Universitas Erasmus) di Rotterdam, Belanda. Sjahrir bahkan belum lagi merampungkan sekolah menengah MULO di Medan. Sementara itu, Tan Malaka sudah menulis risalah tentang konsep negara Indonesia merdeka dalam Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia). Tan Malaka menulis risalah itu saat berada dalam pelarian di Kanton, Tiongkok pada April 1925. Isinya kemudian disempurnakan lagi di Tokyo pada Desember 1925. Namun, pengakuan terhadap Tan Malaka sebagai Bapak Republik Indonesia masih belum diresmikan oleh negara sampai saat ini.

  • Antara Raja Gowa dengan Portugis

    SULTAN Hasanuddin, pahlawan nasional dari Kerajaan Gowa-Tallo, dikenal gigih melawan maskapai dagang Belanda Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Namun karena kalah, dirinya terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya (1667). Gowa bukan tak memiliki teman bangsa Eropa. Portugis, yang jauh sebelum VOC berkuasa sudah lama di Makassar, merupakan sekutunya. Kedekatan Portugis membuat ada raja Gowa yang membiarkan agamawan dari Portugis menyebarkan agama Katolik di Makassar. Sebuah sekolah Katolik kemudian didirikan di sana era tersebut. Christian Pelras dalam Manusia Bugis mencatat, ada raja Gowa yang pernah jadi kristen meskipun belakangan raja-raja di Sulawesi Selatan, baik kawasan Bugis maupun Makassar, memilih Islam.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Semasa menjadi panglima di Kalimantan Barat, Musannif Ryacudu membuktikan loyalitasnya kepada Presiden Sukarno dengan membiayai sendiri operasi Ganyang Malaysia. Kariernya redup setelah peristiwa G30S 1965.
bottom of page