top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10058 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Penduduk Belanda Melawan Nazi dengan Bunga

    SATU per satu penduduk Belanda berdatangan ke Istana Noordeinde di Den Haag, Belanda, pada 29 Juni 1940 untuk merayakan ulang tahun Pangeran Bernhard. Ini merupakan ulang tahun pertama anggota keluarga kerajaan sejak Belanda diduduki Nazi Jerman. Kedatangan penduduk Belanda tidak untuk menemui anggota kerajaan, karena istana sudah tidak lagi ditinggali oleh Ratu Wilhelmina, Pangeran Bernhard, dan Putri Juliana. Ketiganya telah diungsikan ke London, Inggris, ketika Jerman menginvasi Belanda pada Mei 1940. Oleh karena itu, meski tetap ramai seperti tahun-tahun sebelumnya, penduduk hanya menandatangani buku ucapan selamat yang telah disediakan di area istana. Sementara itu, kabar mengenai rencana demonstrasi besar-besaran untuk menentang pendudukan membuat Jerman memberlakukan sejumlah larangan menjelang peringatan ulang tahun Pangeran Bernhard.

  • Persiapan KAA, Gubernur Jawa Barat Bersiap Total

    SANOESI Hardjadinata, gubernur Jawa Barat (1951-1957), rupanya ingin menjadi tuan rumah yang baik dalam perhelatan KAA. Demi kesuksesan hajatan bangsa-bangsa Asia-Afrika itu, Sanusi membentuk tim panitia lokal pun yang diketuai dirinya sendiri. Tim panitia lokal itu beranggotakan 14 orang dari lingkungan pemerintahan provinsi Jawa Barat. Tugas tim panitia lokal KAA meliputi persiapan akomodasi, ruangan rapat, kendaraan, telekomunikasi, alat keperluan konferensi, hingga urusan konsumsi bagi para delegasi KAA. Ada 14 hotel, 15 tempat istirahat swasta, 8 gedung pemerintah dan 8 rumah milik Palang Merah Indonesia disediakan untuk menampung 1.300 peserta KAA.

  • A.A. Maramis dari Pendudukan Jepang Hingga Menjadi Anggota BPUPK

    MENJADI orang kulit putih atau memiliki anggota keluarga berkulit putih adalah nasib buruk pada masa pendudukan Jepang. Jepang mengambil sikap keras pada orang-orang Eropa ataupun yang telah bercampur dengan anak negeri. Orang Eropa dan Indo jadi pariah. Dipites seolah caplak. Diinjak serupa kecoa. Di Jakarta, Jepang menyita rumah-rumah orang Belanda di kawasan Cideng. Rumah-rumah itu jadi tempat tahanan bagi perempuan sipil, anak-anak perempuan, dan anak lelaki berusia di bawah 10 tahun dari berbagai bangsa Eropa. Laki-laki sipil dewasa dan berusia di bawah 10 tahun ditempatkan secara terpisah. Mereka semua disebut interniran. Ditahan di area pagar kawat berduri dua meteran. Penjara seperti ini tersebar di beberapa tempat di Jawa. Bahkan sampai ke luar Indonesia. Yang di luar Indonesia ditujukan untuk personil militer atau aparatur pemerintahan Belanda.

  • Kisah Bolang Melawan Jepang

    KETIKA balatentara Jepang mendarat pada awal 1942, serdadu KNIL Frederik Bolang alias Fred Bolang bertugas di kesatuan Batalyon Garnisun Kalimantan Barat. Waktu itu, KNIL tidak berdaya, sehingga Hindia Belanda dengan mudah diambil alih balatentara Jepang. Wilayah Kalimantan ditetapkan sebagai bagian dari Armada Selatan Kedua Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (Kaigun). Bolang termasuk serdadu KNIL yang menjadi tawanan perang Jepang. Namanya tercatat dalam kartu tawanan perang Jepang koleksi Arsip Nasional Belanda. Di situ tertera F.M. Bolang lahir pada 10 November 1919 dan berasal dari Kampung Kawangkoan, Tonsea, Keresidenan Manado. Dia adalah anak dari N. Bolang dan K.A. Makatuuk. Bolang ditahan selama dua tahun di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Kuching, Serawak, Malaysia. Dia lalu dipekerjakan sebagai Heiho (pembantu tentara) atau romusha (pekerja paksa) oleh militer Jepang. Dia dan beberapa kawannya berhasil melarikan diri.

  • I Was There When Hiroshima Was Bombed

    HIROSHIMA, 6 August 1945. That early morning, Hasan Rahaya with his three other colleagues were sitting in a lecture room. They could hear the siren signaling all clear, a sign that the U.S. aircraft had crossed the sky. The students were ready for their Physics class. The lecturer, an elderly man with a bald head, had just scribbled a few letters on the board when a blinding flash blasted the window. Hasan turned his head to the sudden intrusion. Without warning, his body darted off, smashed into the ceiling, and fell to the ground. The ceiling above him was the next to crumble, dropping a piano from the upper floor that hit Hasan’s head. Blood instantly gushed, and the shock knocked him unconscious. Fortunately, it was that same piano that shielded his life from the deadly wreckage. A few minutes later, Hasan woke up with excruciating pain weighing his head down. His skin was completely covered in ashes. He attempted to stand, clearing the debris around the piano and his body. It appeared that the surrounding buildings of Hiroshima University, his campus, had all shattered, leaving behind a mere part of the main building.

  • Yang Tertinggal di Hiroshima

    HIROSHIMA, 6 Agustus 1945. Pagi itu, Hasan Rahaya bersama tiga mahasiswa lainnya berada di ruang kuliah. Suara sirene tanda aman sudah terdengar; pertanda pesawat udara Amerika sudah melintas. Mereka siap mengikuti pelajaran fisika. Dosen mereka, seorang tua berkepala plontos, baru mulai menulis beberapa huruf di papan tulis ketika cahaya seperti kilat menyambar dari arah jendela. Hasan menoleh ke jendela. Tiba-tiba tubuhnya terpelanting, menghantam langit-langit, lalu jatuh ke lantai. Menyusul kemudian langit-langit ambrol. Sebuah piano terjatuh dari lantai atas mengenai kepalanya. Darah mengucur. Dia pingsan. Tapi berkat piano itu pula dia terlindung dari reruntuhan. Beberapa menit kemudian, Hasan siuman. Kepalanya sakit luar biasa. Kulitnya tertutup debu. Dia mencoba bangkit, menyingkirkan puing-puing bangunan dari sekitar piano dan tubuhnya. Dia melihat bangunan Universitas Hiroshima, kampusnya, luluh lantak. Hanya tersisa sedikit bangunan utama.

  • Kasus Pencurian Uang yang Menggegerkan Hindia Belanda

    PADA September 1913, publik Hindia Belanda, khususnya Batavia, dihebohkan dengan kabar penangkapan A.M. Sonneveld di Hong Kong. Kepala kasir perusahaan Escompto Batavia ini membawa kabur uang kas perusahaan senilai ribuan gulden. Kabar penangkapan Sonneveld dan istri ramai diberitakan surat kabar di Hindia Belanda. Koran Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, 11 September 1913 memberitakan, manajemen Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij menerima kabar Sonneveld ditangkap di Hong Kong. Abdul Hakim dalam Jakarta Tempo Doeloe menyebut kasus pencurian uang perusahaan yang menyeret Sonneveld menghebohkan masyarakat golongan elite di Hindia Belanda karena pria itu memiliki latar belakang yang mentereng. Sebelum menjabat kepala kasir Escompto Batavia, Sonneveld merupakan mantan anggota KNIL dengan pangkat terakhir sersan mayor. “Ia di-onslag (diberhentikan) kata orang dulu,” tulis Abdul Hakim.

  • Dibuang Gara-gara Menagih Utang

    PERSOALAN utang piutang kerap memicu perselisihan. Akibatnya bahkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kekerasan, pembunuhan hingga pembuangan, seperti dialami Kapitan Melayu Wandoellah. Ia dibuang ke Ceylon (kini Sri Lanka) karena berani menagih utang kepada Diederik Durven, yang kemudian menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda (berkuasa 1729–1732). Arsiparis-cum-sejarawan Mona Lohanda dalam Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia menyebut Wandoellah merupakan putra seorang Kapitan Melayu bernama Wan Abdul Bagus yang berperan dalam mendirikan Kampung Melayu di wilayah Meester Cornelis (kini Jatinegara). Wandoellah menggantikan posisi ayahnya menjadi Kapitan Melayu selama 16 tahun sejak 1716 hingga dipecat oleh Gubernur Jenderal Durven. Menurut ahli sejarah Jakarta, Adolf Heuken SJ dalam Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta, di zaman kolonial Belanda, Kapitan Melayu merupakan tokoh yang berpengaruh di dalam masyarakat. Selain menjadi perantara bagi pihak pemerintah kolonial dengan penguasa pribumi, Kapitan Melayu juga bertindak sebagai ceremonie-meester atau kepala protokol.

  • Perjuangan Untung Membela RI

    SETELAH tentara Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II, Batalyon Sudigdo di Wonogiri, Jawa Tengah, menjadi sibuk. Terutama setelah Tentara Belanda memasuki Baturetno. Para komandan pasukan yang berada di bawah komando Mayor Sudigdo pun bersiap, termasuk Kusman alias Untung Sjamsoeri. Mereka berbagi tugas. Pasukan Djumali akan bergerak dari arah utara, pasukan Wisnu dari barat, pasukan Prayitno dari selatan, dan pasukan Kusman dan Samijo dari arah timur. Pada hari penyerbuan itu, pasukan Untung berada di daerah Batuwarna. Segala persiapan pertempuran sudah mereka lakukan. Dari pukul 10 pagi dia berjalan ke arah kota. Sekitar pukul 12 siang, pasukan Untung mendengar suara tembakan. Dengan segera pasukan Untung mengambil posisi untuk menghadang tentara Belanda yang sudah mengetahui rencana pasukan republik itu.

  • Aneka Kuliner Favorit Diktator Korea Utara

    ADA yang berbeda dari penampakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, saat memimpin rapat Partai Buruh di Pyongyang, 15 Juni 2021 lalu. Setelah lama tak muncul di muka publik, diktator berusia 37 tahun itu tampil dengan tubuh dan pipinya tak segembul satu atau dua tahun silam. Sejumlah pengamat politik dunia pun mengumbar spekulasi mengomentarinya. Ada yang mengatakan Kim Jong-un ingin bertenggang rasa terhadap rakyatnya yang sedang mengalami krisis pangan. Pendapat lain mengatakan, penampilan Jong-un disebabkan diet untuk tujuan kesehatan. Seperti ayahnya, Kim Jong-il, dan kakeknya, Kim Il-sung, Jong-un punya masalah obesitas karena selera makannya besar hingga memicu penyakit jantung sebagaimana dialami ayah dan kakeknya. Isu penyakit jantung yang dialaminya sudah merebak sejak tahun lalu ketika Jong-un tak hadir dalam milad kakeknya. Hong Min, analis senior Korea Institute for National Unification, meyakini bahwa setahun terakhir ini Jong-un menjalani diet ketat agar menghindari potensi serangan jantung akibat obesitas dan tak menampakkan gejala sakit di hadapan publik.

  • Akhir Tragis Pembelot Korea Utara (I)

    “APAKAH Tuan sudah tahu, tahanan baru yang menempati salah satu sel di blok Tuan berasal dari Korea Utara. Konon kabarnya ia memiliki hubungan dengan Kim Jong-il,” kata seorang penjaga Pusat Penahanan Seoul kepada Hwang Sok-yong, seorang aktivis dan veteran Perang Vietnam, yang pada 1993 dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena melakukan perjalanan pertukaran budaya tanpa izin ke Korea Utara. Kabar itu diketahui Hwang Sok-yong sekitar Juni 1994, ketika media Korea Selatan gencar melaporkan pembicaraan prospektif mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter dengan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Il-sung terkait pengembangan senjata nuklir Korea Utara. Meski tak terlalu tertarik dengan informasi yang diberikan penjaga pusat penahanan, Hwang Sok-yong akhirnya bertanya pula tentang orang baru di blok tahanannya itu. “Saya bertanya apakah tahanan baru itu juga telah melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional seperti dirinya, dan sang penjaga menjawab bahwa si wajah baru adalah seorang plate,” tulis Hwang Sok-yong dalam memoarnya, The Prisoner: A Memoir.

  • Kisah Cinta Diktator Korea Utara

    BAGI sebagian orang pembahasan mengenai Korea Utara selalu menarik untuk diikuti. Tak hanya seputar hubungannya dengan Korea Selatan yang “panas-dingin” atau kebijakan “tangan besi” sang pemimpin tertinggi yang membuatnya disebut diktator, tetapi juga kehidupan pribadi sang kepala negara, yakni keluarga Kim (Kim Il-sung, Kim Jong-il, dan Kim Jong-un). Andrei Nikolaevich Lankov dalam The Real North Korea: Life and Politics in the Failed Stalinist Utopia, menyebut kehidupan pribadi pemimpin tertinggi Korea Utara diwarnai drama tidak terduga, yang umumnya kesukaan para produser televisi yang senang dengan kisah-kisah dipenuhi berbagai intrik. Kisah percintaan Kim Jong-il dengan aktris layar lebar terkenal di Korea Utara misalnya, tak hanya dikritik dan ditentang sang ayah, Kim Il-sung, tetapi juga menjadi buah bibir di kalangan masyarakat –meski tak ada yang berani menggunjingkannya secara terang-terangan. Kisahnya berawal dari ketertarikan Kim Jong-il muda terhadap dunia perfilman. Beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Korea dan terbentuknya Korea Utara, Kim Jong-il yang lulus dari Universitas Kim Il-sung di Pyongyang pada 1964, diangkat menjadi kepala bagian di Komite Sentral Partai Buruh Korea yang dipimpin ayahnya, Kim Il-sung yang juga pemimpin tertinggi Korea Utara. “Jong-il memiliki tugas untuk mengawasi kegiatan Departemen Propaganda dan Agitasi,” tulis Johannes Schönherr dalam North Korean Cinema: A History.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page