Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Manchester City menjadi klub pertama yang terjerat skandal finansial. Kini, 120 tahun kemudian, skandalnya terjadi lagi. Jadi yang terbesar dalam sepakbola Inggris.
Untuk mencegah penyelundupan ke rumah tahanan, para menteri tahanan politik 1965 diperlakukan secara ketat. Seiring waktu para petugas memperlakukan mereka dengan hormat dan bersahabat.
Orang-orang Jerman yang menentang Hitler berkumpul di Hotel Lutetia. Setelah Prancis diduduki Nazi, hotel mewah itu menjadi kantor intelijen militer Jerman.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
Josephine Baker menjadi mata-mata Prancis di masa Perang Dunia II. Bintang panggung keturunan Afrika-Amerika ini memanfaatkan koneksi dan kecerdikannya untuk mengelabui Nazi.
Sebegitu panjang perjalanan sejarah bangsa, banyak tokoh perempuan yang eksis di dalamnya. Namun aktivis perempuan tak menemukannya di historiografi Indonesia terbaru.
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
Ketajaman mata pisaunya membuat perkakas dapur ini menjadi senjata andalan para petarung. Mulai dari pesilat, preman, hingga pecarok menggunakan Pisau Cap Garpu.
Kumis dalam sejarah masyarakat Eropa tidak semata-mata selera pribadi, tetapi juga dipengaruhi kontrol sosial hingga citra pahlawan militer yang heroik.
Lima jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global baru saja dirilis. Ahli arkeologi prasejarah mengkritisi buku babon sejarah ini.
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Dalam keluarganya, tidak hanya Ahmad Subardjo yang mendukung Republik Indonesia. Dua keponakan perempuannya jadi pembantunya dan satu keponakan lagi jadi tentara.
Ahmad Subardjo menolak tawaran Sjahrir untuk ikut berkiprah di kabinetnya. Ada perbedaan pandangan politik yang membuat keduanya tak mungkin bekerjasama.
Rumah Menteri Luar Negeri pertama Ahmad Subardjo hendak dijual. Saksi berbagai peristiwa penting, mulai menjadi kantor pertama Departemen Luar Negeri hingga tempat bertemunya Tan Malaka dengan Sukarno-Hatta.
Dalam kunjungan ke Uni Soviet, Ahmad Subardjo berkenalan dengan banyak tokoh pergerakan. Termasuk tokoh besar Islam asal Syria dan bangsawan terkemuka Rusia.
Bermula dari hasrat ingin memperdalam agama, Ahmad Subardjo berkenalan dengan teosofi. Bagi aliran ini, tak ada agama yang lebih tinggi dari kebenaran.