Hasil pencarian
Cari di situs ini
10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Eksperimen Penjara Berujung Malapetaka (Bagian II)
DARI kantor polisi, para mahasiswa yang berperan sebagai narapidana, dengan mata tertutup, dibawa ke penjara tiruan di rubanah Jordan Hall, Universitas Stanford. Mereka digeledah, ditelanjangi, dan disemprot gas antikuman, yang sebenarnya gas deodoran biasa. Setiap tahanan menerima seragam jubah dengan nomor di dada dan dikenakan tanpa pakaian dalam. Mereka memakai kaus kaki nilon di kepala seolah-olah telah dicukur. Mereka juga dirantai di pergelangan kaki kanan siang dan malam. Di hari pertama eksperimen, para tahanan dilarang menyebut atau dipanggil dengan nama. Identitas mereka hanyalah nomor. “Nomor identifikasi, seragam, dan topi konyol dari kaus kaki itu dimaksudkan untuk membuat para tahanan merasa tidak berdaya dan anonim,” tulis Thibault Le Texier dalam Investigating the Stanford Prison Experiment: History of a Lie.
- Modifikasi Cuaca Tanpa Pawang Hujan
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga hari ini, Selasa (27/1/2026). Tujuannya untuk terus menekan potensi curah hujan tinggi yang bisa berdampak pada banjir atau bencana hidrometeorologi lain di Jakarta dan sekitarnya. OMC itu dilakoni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, TNI Angkatan Udara, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan metode cloud seeding atau penyemaian awan. Simpelnya, OMC dijalankan oleh tiga kali penerbangan menggunakan pesawat yang akan menaburkan garam dan zat kapur ke awan untuk mengurangi curah hujan. “OMC di Jakarta ini merupakan bagian dari upaya penanganan siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya. Sebelumnya, OMC juga telah dilaksanakan pada 13-19 Januari 2026 dengan menyemai 21,4 ton NaCL dan 7,4 ton CaO pada total 31 sorti,” terang Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto dalam rilis BMKG di laman resminya.
- Ilmuwan Perang Dunia II dalam Pengembangan AI
SAAT ini banyak orang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI) untuk banyak hal, mulai dari mencari lokasi, mengatur keuangan, membantu menyelesaikan pekerjaan hingga sarana untuk edukasi. Namun, lebih dari delapan dekade lalu gagasan pengembangan kecerdasan buatan dianggap sebagai hal yang sulit, jika tidak bisa dibilang mustahil. Ilmuwan yang berperan dalam pengembangan kecerdasan buatan adalah Alan Mathison Turing. Ia dikenal sebagai ilmuwan yang membantu Sekutu memenangkan Perang Dunia II. Kriptografer di Sekolah Kode dan Sandi Pemerintah Inggris di Bletchley Park itu berpandangan bahwa sebuah mesin komputasi abstrak yang terdiri dari memori tak terbatas dan pemindai yang bergerak bolak-balik melalui memori, simbol, dan mampu membaca apa yang ditemukan serta menulis simbol-simbol tambahan mungkin akan tercipta. Pria kelahiran London, 23 Juni 1912 itu mengembangkan gagasannya mengenai sebuah mesin universal sejak tahun 1930-an sebelum Perang Dunia II. “Saat ini, mungkin sudah menjadi hal yang lumrah bahwa komputer dapat menggantikan mesin lain, baik untuk pencatatan, fotograf, desain grafis, telepon, surat menyurat, atau musik, melalui perangkat lunak yang tepat yang diciptakan dan dijalankan... Namun, universalitas seperti itu belum terlihat seperti hal yang mungkin bagi siapa pun di tahun 1930-an... untuk menjadi komputer serbaguna, komputer harus memungkinkan penyimpanan dan penguraian program,” tulis matematikawan Inggris, Andrew Hodges dalam Alan Turing: The Enigma.
- Berjudi di Pacuan Anjing
GELANGGANG Pacuan Kuda Pulo Mas bukan satu-satunya tempatberjudi di Jakarta pada 1970-an. Tempat lain yang tak kalah populer adalah arena pacuan anjing di Senayan. Kendati menjadi tempat favorit para penjudi, tak sedikit pula pengunjung yang datang sekadar mencari hiburan. Dalam Ensiklopedi Jakarta: Culture & Heritage Volume 2 terbitan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebutkan, pacuan anjing juga dikenal dengan nama toto greyhound. Nama itu mengacu pada jenis anjing yang dipertandingkan dalam balapan adu cepat lari. Terdapat enam ekor anjing yang ditandingkan dalam setiap satu putaran. Para penonton yang tertarik bertaruh dapat memilih berdasarkan nomor punggung si anjing. Arena balap anjing ini dibuka pada 1973 di masa Gubernur Ali Sadikin. Sebagaimana disebut dalam Gemerlapnya Meja Judi Menjelang Pelarangan Tahun 1981 terbitan Pusat Data dan Analisa Tempo, di masa awal kemunculannya, toto greyhound –yang menyertakan enam ekor anjing untuk mengejar bola-bola bernomor– dikelola oleh PT Citadel. “Dari toto greyhound ini kas DKI menerima Rp3 milyar setahun,” tulis Tempo.
- Pajak Judi Masa Kompeni
JUDI online tengah menjadi sorotan, terlebih beberapa waktu lalu ramai diberitakan seorang wakil rakyat diduga bermain judi slot sewaktu rapat. Perkembangan teknologi yang pesatberdampak pada menjamurnya situs-situs judi online yang membuat banyak orang kecanduan. Judi telah dimainkan sejak zaman kuno. Kendati merugikan dan melanggar norma agamanamun judi tak pernah sepi. Pada masa VOC, penduduk Batavia khususnya Tionghoa, kerap menghabiskan waktunya untuk berjudi. Arsiparis Mona Lohanda dalam Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia menulisrumah judi sudah dibuka sejak tahun 1620. “Izin membuka rumah judi diberikan kepada seorang Kapitan Cina,” tulis Mona. Pada awal abad ke-18, tujuan bermain judi adalah kawasan Ji Lak Keng yang berarti “dua puluh enam bangunan”. Di wilayah yang kini menjadi bagian dari Jalan Perniagaan Barat itu berdiri rumah-rumah judi, madat, dan bordil mewah. Menurut Windoro Adi dalam Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi, lantai bawah rumah umumnya digunakan untuk mengisap madat dan berjudi, sementara lantai atas dimanfaatkan untuk prostitusi. Namun, ada pula yang menjadikan kedua lantai rumah untuk prostitusi.
- Virus Nipah yang Bikin Resah
SEJUMLAH bandara internasional di Asia tengah siaga, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para penumpang yang berasal dari mancanegara diwajibkan mengikuti protokol kesehatan, termasuk screening atau pemeriksaan kesehatan ketat sebagai langkah antisipasi masuknya virus Nipah (Henipavirus nipahense/NiV). Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, Kamis (29/1/2026), virus Nipah kembali terdeteksi dan kian meresahkan setelah laporan dua kasus di India pada 12 Januari 2026 lalu. Tiga suspek lain terdeteksi di West Bengal, di mana salah satunya punya riwayat merawat kasus pertama yang masih kritis. Meski hingga kini belum terdapat satu kasus pun di Indonesia, kita tetap mesti waspada. Virus Nipah sendiri adalah semacam virus zoonosis yang terbawa hewan, seperti babi (Sus domesticus) dan kelelawar buah (Pteropus), yang bisa menular ke manusia. Penularannya bisa secara kontak langsung atau melalui sekresi hewan yang terinfeksi.
- Kisah Wanita Paling Mematikan di Italia
BANGUNAN di Italia itu tampak biasa jika dilihat secara kasat mata. Namun, bagi para perempuan muda yang menjadi korban kekerasan rumah tangga oleh suami mereka, atau orang-orang yang ingin menguasai harta kekayaan pasangannya, bangunan tersebut menjadi tujuan yang tepat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Yakni, Aqua Tofana, sebuah racun yang dikemas seperti produk kecantikan yang memiliki efek mematikan pada abad ke-17. Menurut sejarawan Mike Dash dalam “Aqua Tofana”, termuat di Toxicology in the Middle Ages and Renaissance, Aqua Tofana adalah nama yang diberikan kepada racun yang, menurut catatan kontemporer, pertama kali diciptakan di Sisilia sekitar tahun 1630 dan digunakan secara luas di Roma pada pertengahan abad ke-17. “Racun ini dibuat dan didistribusikan oleh sekelompok ‘wanita bijak’ kepada klien yang hampir seluruhnya perempuan, dan digunakan terutama untuk membunuh suami yang kejam atau tidak diinginkan.... Racun Aqua Tofana merupakan larutan yang mengandung arsenik dan timbal, dan mungkin juga ditambahkan corrosive sublimate yang merupakan istilah kontemporer untuk klorida merkuri,” tulis Dash.
- Sultan Alaudin Sulit Dikalahkan Belanda
MESKIPUN sudah memeluk Islam, Raja Gowa Sultan Alauddin menjaga hubungan baiknya dengan bangsa-bangsa lain, termasuk yang non-Islam, tetap terpelihara. Maka dirinya membiarkan orang-orang Eropa datang bersama agamanya. Termasuk orang Portugis yang bersekutu dengannya, bahkan Belanda yang ketika itu masih pendatang baru di Nusantara. Pelabuhan Gowa yang ramai terus dijaganya menjadi pelabuhan perdagangan rempah-rempah, komoditas yang amat dicari orang-orang Eropa untuk diperdagangkan. Tingginya nilai ekonomis rempah itu membuat Belanda tak ingin tertinggal menikmati “manisnya” laba jualan rempah. Maskapai dagang Hindia Timur Belanda, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), pun mengirim kapal-kapalnya ke sana. “Pada waktu kapal De Eendrach sandar di Bandar niaga Somba Opu, juru mudi bersama 15 awaknya setelah turun dari tangga kapal memperlihatkan kecongkakannya, seakan-akan tidak menghargai petugas pelabuhan. Atas tindakan itu Sultan marah, ke-15 awak itu diserang dan semuanya terbunuh. Atas tindakan itu, Belanda marah. Sultan yang sudah lama siap mengantisipasi serangan balik itu menyebar pasukannya di lautan maupun di darat,” catat Hannabi Rizal dkk. dalam Profil Raja & Pejuang Sulawesi Selatan 1.
- Membuka Tirai Panggung Olimpiade Musim Dingin
GENAP tujuh dekade berlalu, Olimpiade Musim Dingin kembali dihelat di Cortina d’Ampezzo, Italia. Pegunungan indah di selatan Pegunungan Alpen itu pernah jadi host pada 1956. Pada edisi ke-25 yang digelar 6-22 Februari 2026 mendatang, akan banyak diramaikan partisipan debutan. Salah satunya negeri jiran, Singapura. Faiz Basha, atlet ski putra Singapura, mencetak sejarah dengan jadi wakil pertama “Negeri Singa” ke Olimpiade Musim Dingin 2026 di Cortina d’Ampezzo. Ia memastikan diri setelah lolos kualifikasi kategori slalom di cabang ski Alpen, cabang yang lazimnya didominasi atlet-atlet Eropa. “Dan di edisi olimpiade ini kualifikasinya paling sulit dalam sejarah. Maka keberhasilan pencapaian ini adalah hal yang sangat besar bagi saya. (Walaupun) Saya tidak terlalu merasakan tekanan karena saya menganggap (olimpiade) ini selayaknya kompetisi lain seperti yang saya ikuti di China, Turki, Swedia, dan Finlandia,” kata Faiz kepada CNA, 28 Januari 2026.
- Jejak Sejarah Mobil Mercy
KARL BENZ, seorang insinyur otomotif Jerman, merampungkan mobil roda tiga rancangannya. Pada 29 Januari 1886, Karl mengajukan permohonan hak paten atas mobil bernama Benz Patent-Motorwagen itu. Namun, Karl tak percaya kendaraannya siap untuk melaju jarak jauh di jalan raya. Hanya ada seorang wanita yang percaya padanya. Orang itu adalah Bertha, istri Karl Benz. Seperti suaminya, Bertha juga ahli mesin dan otomotif. Tanpa sepengetahuan Karl, pada Agustus 1888, Bertha suatu hari membawa kendaraan buatan suaminya Benz Patent-Motorwagen Number 3. Bertha membawa kedua anaknya, Eugene dan Richard sebagai penumpang. Saat itu tak ada orang yang percaya ada mobil bisa menempuh perjalanan di jalan raya. Begitu pula seorang wanita di balik kemudi. Di tengah jalan, mobil mogok. Katup tersumbat. Sistem pengapian gagal berfungsi. Namun, Bertha pantang menyerah. Di sebuah apotek di Wiesloch, Bertha membeli 10 liter minyak ligroin dan meraciknya menjadi bensin. Manjur. Mesin mobil kembali menyala. Bertha berhasil menyelesaikan perjalanan sejauh 106 kilo meter dari Mannheim ke rumah orang tuanya di Pforzheim. Itu adalah perjalanan jarak jauh dengan mobil yang pertama di dunia. Apotek tempat Bertha membeli ligroin menjadi stasiun pengisian bahan bakar pertama di dunia. Bertha kemudian memperkenalkan penemuan suaminya dan merevolusi industri otomotif di dunia.
- Kisah Pertemuan Pangeran Makassar dan Padri Spanyol
OKTOBER 1657, sebuah kapal dari Manila, Filipina tiba di Pelabuhan Makassar. Dari kapal itu turunlah seorang pendeta Katolik Spanyol bernama Domingo Navarrete. Seorang pangeran Makassar dari Kerajaan Tallo yang oleh bangsa latin Eropa dipanggil Carrin Carroro atau Carrin Cronron akan ditemui sang pendeta di sebuah rumah orang kaya terpandang di sana. Pangeran Carrin Cronron adalah putra dari Carrin Patin Galoa atau Carrin Patengaloan, yang dalam palafalan setempat dieja sebagai Karaeng Pattingngaloang. Sedangkan sang pangeran yang disapa Carrin Cronron adalah Karaeng Karunrung Abdul Hamid (1631-1685). Pendeta Domingo Navarrete, sebagaimana dikisahkan dalam “The Travel and Controversies of Frier Domingo Navarrete” yang tersua dalam Indonesia Timur Tempo Doeloe, akhirnya bertemu pembesar Makassar itu pada siangnya. Hari berikutnya, Pendeta Domingo diantar oleh Kapten Francis Viera, yang orang Portugis pemeluk Katolik, mengunjungi istana Karaeng Karunrung.
- Milisi Lokal Belanda di Subang
UMUMNYA, pasukan artileri adalah satuan yang kini berkutat dengan meriam-meriam. Namun, Letnan Tivadar Emile Spier (1916-2010), salah satu perwira di Resimen Artileri Medan ke-6 Divisi 7e December Koninklijk Landmacht (Angkatan Darat Kerajaan Belanda) yang bertugas di sekitar Subang, Jawa Barat, malah tak berkutat dengan senjata berat macam meriam. Dia tugasnya mengejar musuh layaknya pasukan khusus infanteri. Pada 24 Agustus 1948, Spier memimpin sebuah peleton berisi sekitar 20-40 orang milisi. Mereka bergerak ke puncak Gunung Pogor, dekat Kampung Cisalak. Di gunung itu terdapat sekitar 60 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang –dilengkapi senapan, granat tangan, senapan mesin, dan pom-pom 2 cm– menjadi lawan mereka. Ketika itu pasukan TNI memiliki. “Pendakiannya sudah sulit; kami harus mendaki 400 meter di sepanjang lereng gunung yang curam,” aku Spier di koran De Telegraaf, 10 Juni 1955. “Kami mampu mencapai puncak secara mengejutkan,” sambung Spier yang membawa pasukannya bergerak dengan hati-hati.





















