top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Anwar Sutan Saidi, Konglomerat yang Berdayakan Rakyat

    TANAH Minangkabau tidak hanya melahirkan para ulama-pejuang seperti Tuanku Imam Bonjol, Haji Abdul Manan, Tan Malaka hingga Mohammad Hatta. Dari tanah itu pula lahir para pengusaha yang juga banyak berperan dalam gerakan sosial-politik. Salah satunya Anwar Sutan Saidi.

  • Dua Kaki Pengusaha Anwar Sutan Saidi 

    SEBAGAI pengusaha, Anwar Sutan Saidi memupuk kekayaan dengan memberdayakan perekonomian rakyat di pesisir barat Sumatera hingga membangun bank yang jadi fondasi perusahaan-perusahaan lainnya. Menurut Audrey R. Kahin dalam Rebellion to Integration: West Sumatra and the Indonesian Polity: 1926-1998, Anwar berfokus pada upaya-upaya pengembangan potensi dagang di daerah dataran tinggi Minangkabau, utamanya di Agam yang lahan pertanian dan perkebunannya terbatas. Di Sungai Puar, Ampat Angkat, Kamang, Koto Gadang, hingga Guguk, potensi datang dari banyaknya barang kerajinan besi, ukiran kayu, pakaian, perabot, hingga perak.

  • Gua Sunyaragi Cirebon

    SEBAGAI kota penghasil udang, Cirebon dikenal sebagai daerah pesisir. Kondisi ini menjadikan pelabuhan-pelabuhannya dilintasi dan didatangi oleh banyak orang. Istilah Cirebon berasal dari kata Caruban, kemudian Carbon, Cerbon, dan akhirnya Cirebon.

  • Benteng Pendem Van Den Bosch

    DI tepian pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun, berdiri kokoh sebuah benteng peninggalan masa kolonial bernama Benteng Van Den Bosch. Nama ini merujuk kepada Johannes Graaf van den Bosch, Gubernur Jenderal Hindia Belanda tahun 1830 sampai 1834. Sempat mengalami beberapa kali perubahan fungsi, kini Benteng Van Den Bosch telah direvitalisasi menjadi tempat wisata edukasi yang ramai dikunjungi.

  • Jejak Visual Bung Karno

    SURAT Perintah Sebelas Maret (Supersemar) menjadi awal keruntuhan Sukarno. Pendukungnya ditumpas habis. Mahasiswa mendemonya. Dia disalahkan atas segala krisis. Kekuasaannya perlahan terkikis. Lalu habis. Tapi kebesaran Sukarno tak pernah menipis.

  • Eksperimen CIA Menemukan Alat Pengendali Pikiran

    DI masa Perang Dingin, Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat meyakini komunis memiliki obat atau teknik untuk mengendalikan pikiran manusia. Dugaan ini tidak dianggap sebagai hal konyol, mengingat Amerika dan negara-negara Komunis saling mengembangkan penelitian untuk menancapkan hegemoninya di berbagai negara.

  • Misteri Kematian Ilmuwan CIA

    JAM menunjukkan sekitar pukul 2 pagi pada 28 November 1953. Tak banyak aktivitas di lobi Hotel Statler di Manhattan, New York City, Amerika Serikat, hingga teriakan dari luar hotel mengubah suasana menjadi mencekam. “Ada orang yang melompat! Ada orang yang melompat!” teriak seseorang.

  • Jejak Aksi Ali Moertopo

    ALI Moertopo (1924–1984) sebuah nama yang selalu ada dalam sejarah di Indonesia pada dua dekade awal Orde Baru. Namanya selalu dikait-kaitkan ke dalam beberapa peristiwa yang pernah terjadi: mulai konfrontasi Malaysia sampai soal Komando Jihad. Dia selalu jadi desas-desus di berbagai kalangan; buah bibir yang selalu memunculkan beragam tanya: sejauh apa perannya di dalam peristiwa-peristiwa tersebut. Ali Moertopo seperti dalang yang memainkan banyak lakon. Ali juga punya banyak kaki yang menancap di mana-mana. Dia seperti kebalikan dari karakter Mephistopheles dalam lakon Faust  karya penyair Goethe. Bila Mephistopheles selalu berbuat jahat namun malah menghasilkan hal-hal baik, sementara Ali bermaksud baik namun seringkali perbuatannya menjauhkan dari iktikadnya. Sebagai salah satu tokoh dalam panggung Orde Baru, Ali Moertopo, mengutip ahli ilmu politik Dr. Alfian, berperan sangat penting di dalam perumusan, pembentukan, dan pemantapan kerangka format politik Orde Baru. David Jenkins dalam bukunya Soeharto dan Barisan Jenderal Orba menempatkannya sebagai salah satu jenderal terpenting di dalam “kelompok inti” di sekitar Soeharto.* Berikut ini laporan khusus Ali Moertopo Jalan Mangkyo Dekat Soeharto Taktik Cerdik Misi Diplomatik Oveerste Ali Moertopo dan Para Mahasiswa Desas-Desus Operasi Khusus Ramuan Politik Masa Mengambang Perang Bintang di Ring Satu Cara Makar Menangkan Golkar Hikayat Ali Moertopo-Soemitro Siasat Spion Komando Jihad Tiga Kitab Ali Moertopo

  • Kisah Pegawai VOC yang Mencoba Memberantas Korupsi

    “SEORANG tokoh yang lebih tinggi, tetapi terlupakan, dimakamkan di Buitenkerk. Orang itu pernah menjabat sebagai Commissaris-Generaal, seorang pelaut yang jujur, yang gugur dalam pertempuran tanpa harapan melawan korupsi di Batavia... Ia dimakamkan di Buitenkerk pada 7 Juni 1797 di sebuah petak bernomor 56. Berbeda dengan jabatannya yang tinggi, pria itu dimakamkan di area pemakaman pegawai Kompeni yang paling rendah,” tulis arsiparis Belanda Frederik De Haan dalam Oud Batavia Volume 1.

  • Pekerjaan Pembawa Obor

    DI masa lalu, ketika lampu penerangan belum ditemukan, beraktivitas di malam hari berisiko tinggi. Selain jarak pandang terbatas, kondisi jalan yang gelap dimanfaatkan para perampok. Oleh sebab itu, mereka yang beraktivitas di malam hari biasanya membawa obor sebagai alat penerangan.

  • Ilmuwan Rusia Bereksperimen dengan Manusia dan Kera

    SEBUAH berita yang dipublikasikan surat kabar The New York Times pada 19 Juni 1926 menarik perhatian penduduk Amerika Serikat. Artikel berjudul bombastis, “Russian Admits Ape Experiment” itu melaporkan, seorang ilmuwan Rusia terkemuka akan melakukan eksperimen di Afrika yang melibatkan manusia dan kera.

  • Dari Rumah Rakyat ke Real Estate

    THIO Teck Hian, lelaki perantau dari Jawa Tengah, sudah lima tahun tinggal di Jakarta. Dia pekerja rendahan dan punya seorang istri. Dia tinggal di rumah mertua sejak menikah. Suatu hari dia melihat iklan rumah di koran. Dia kepikiran pisah rumah dengan mertua dan punya rumah sendiri. Atau setidaknya menyewa. Tapi uangnya tak cukup.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page