top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10066 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Menteri Urusan Makanan

    SALAH satu masalah utama negara-negara yang baru merdeka dan masih dilanda perang adalah ketersediaan bahan makanan. Karena itu, saat ditunjuk untuk menyusun kabinet, Wakil Presiden Mohammad Hatta memasukkan nomenklatur Kementerian Persediaan Makanan Rakyat (PMR) yang dipimpin oleh Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono.

  • Hukum Sekehendak Sultan

    EMPAT abad lalu, di jalanan mudah ditemui orang Aceh yang hanya memiliki satu tangan dan satu kaki. Mangkuk menutupi dengkul. Tongkat bambu menopang badan ketika berjalan. Pemandangan itu disaksikan laksamana Belanda bernama Wybrand van Warwijck setelah kapal yang membawa rombongannya merapat di Aceh pada 1603. Katanya, bukan cuma rakyat biasa yang cacat. Bahkan, keponakan sultan tak lagi punya hidung, kuping, dan bibir atas.

  • Masa Silam Hukum Islam

    RIBUAN orang memadati jalanan masuk ke istana. Puluhan gajah sudah disiapkan. Seperti biasanya, pada hari Jumat, orang-orang mengantar Sultan Iskandar Muda pergi ke masjid untuk beribadah salat Jumat. Pada 1613, 200 ekor gajah bahkan dilibatkan dalam prosesi. Lebih dari 4.000 orang, diikuti para jamaah, kontes binatang, dan pertunjukan lainnya melengkapi iring-iringan sang raja yang hendak pergi ke masjid. Tapi itu pun belum apa-apa jika dibandingkan prosesi menjelang puasa Ramadan, saat perayaan Idul Fitri, atau lebaran Idul Adha.

  • Jejak Saudara dari Daratan

    DALAM perjalanannya ke India pada abad ke-4 Masehi, Fa Hien, pendeta Buddha Tionghoa, mengunjungi Jawa. Setelah itu, banyak pendeta Tionghoa yang mengikuti jejaknya. “Hingga abad ketujuh hanya pendeta Buddha Tionghoa dalam perjalanan suci ke India yang mengunjungi Sriwijaya,” tulis Slamet Muljana dalam Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara.

  • Sejarah Keluarga dalam Selembar Kain

    SEBUAH kapal kecil merapat di Pulau Sawu. Sebagian besar penumpangnya, orang asing, berniat menjelajahi kepulauan Nusa Tenggara Timur. Sawu salah satunya. Genevieve Duggan, seorang Prancis, bertugas memandu mereka. Dia sarjana sastra Jerman, tapi punya minat besar terhadap etnografi Indonesia.

  • Gurita Bisnis Tionghoa

    PADA 18 Desember 1639, Gubernur Jenderal Antonio van Diemen memberitakan kepada atasannya di Negeri Belanda, Heeren XVII, bahwa, “Saudagar Besar Cina Jan Con” meninggal dunia secara mendadak dengan meninggalkan kebangkrutan.

  • Dari Cincai Sampai Siomay

    SEJARAWAN Denys Lombard, melalui magnum opusnya Nusa Jawa Silang Budaya, memandang penting pengaruh komunitas Tionghoa negeri ini. Pengaruh kebudayaan itu tersebar mulai gaya bangunan, pakaian, bahasa, hingga makanan. Sebegitu dekatnya sehingga tanpa disadari warisan budaya itu pun melekat erat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti tak ada lagi batas.

  • Brothers from the Mainland China

    DURING his journey to India in the 4th century AD, Fa Hien, a Chinese Buddhist monk, visited Java. After that, many Chinese monks followed in his footsteps. “Until the seventh century, only Chinese Buddhist monks on sacred journeys to India visited Sriwijaya,” wrote Slamet Muljana in Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara (The Fall of the Hindu-Javanese Kingdom and the Rise of Islamic States in Nusantara).

  • Bukan Sekadar Onderdaan

    KEBIJAKAN diskriminatif dan pembatasan yang diambil pemerintah kolonial Belanda mendorong orang-orang Tionghoa membentuk perkumpulan. Revolusi Dr. Sun Yat Sen turut menumbuhkan rasa nasionalisme orang-orang Tionghoa. Pada 17 Maret 1900, terbentuklah Tiong Hoa Hwee Koan (THHK), organisasi modern pertama yang mendorong orang Tionghoa di Hindia untuk mengenal identitasnya. Kemudian diikuti Siang Hwee atau semacam kamar dagang (1908), Soe Po Sia (1908), dan Sin Po (1910).

  • Pola Hidup Sederhana ala Orba

    WIDJAYANTI, warga kampung Suryoputran, Yogyakarta, tergelitik kala membaca iklan pesta tahun baru di sebuah suratkabar. Perhelatan akbar dalam rangka tutup tahun 1978 itu bakal digelar di Hotel Mandarin, Jakarta. Biaya tiket masuknya Rp.60.000 –kalau dikonversi, sekarang senilai Rp2.500.000. Sebagai suguhan pertunjukan, penyanyi jazz internasional Sherry Williams didatangkan demi menghibur para penonton yang sudah membayar mahal.

  • Tionghoa Semarang dalam Sepakbola

    PERTANDINGAN dibuka dengan agak membosankan. Kedua tim bermain apik di lini tengah, tapi kehilangan ketenangan di depan gawang. Union Football Club perlahan-lahan menguasai pertandingan, yang memaksa pemain-pemain Roekoen Agawe Santoso (RAS), klub asal Temanggung, bertahan. Sayang, beberapa tembakan membentur mistar gawang. Union akhirnya membuka skor melalui kaki Kiem Ing. Union mempertahankan dominasinya kendati tak bisa menambah gol sampai turun minum.

  • Warga Tanpa Negara

    TIGA wakil dari golongan Tionghoa mendapat kesempatan berbicara dalam sidang Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia di gedung Tyuuoo Sangi-In tanggal 11 Juli 1945, yang hendak menyusun Undang-Undang Dasar (UUD). Liem Koen Hian menyarankan semua orang Tionghoa menjadi warga negara Indonesia; Oei Tiang Tjoei minta diberi kebebasan memilih, sementara Oei Tjong Hauw menginginkan tetap menjadi orang asing. Ketiganya mewakili perbedaan orientasi yang sudah terbentuk sejak masa kolonial.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page