top of page



VOC vs EIC: War of the European Trade Companies
The British and Dutch both wanted to monopolize the spice trade. The VOC went to any lengths to gain control of the Nusantara.


Perang Kongsi Dagang
Inggris dan Belanda sama-sama ingin memonopoli perdagangan rempah. VOC menempuh semua cara untuk menguasai Nusantara.


Pujakesuma yang Berubah
Dalam sejarahnya, memang ada pemindahan etnis Jawa dari pulau asalnya ke wilayah Sumatera Utara (Sumut) di Zaman Kolonial dulu, setidaknya sejak akhir abad ke-19. Orang Jawa di sana kemudian dikenal dengan sebutan Jawa Kontrak, yang biasa disingkat Jakon.


Antara Monopoli dan Suksesi
Para penguasa kerajaan meminta bantuan VOC menghadapi suksesi, perang dan pemberontakan. Kompeni demi monopoli para penguasa demi kekuasaan.


VOC and the Kingdoms: Between Monopoly and Succession
Royal rulers turned to the VOC for help with succession, war and rebellion. The Company for monopoly, the rulers for power.


VOC, the Trade Alliance of the Land of Windmills
The VOC was founded at a time when the land of windmills was in dire straits. It was both a symbol of glory and Dutch imperialism.


Persekutuan Dagang Negeri Atas Angin
VOC didirikan pada masa sulit membelit Negeri Kincir Angin. Lambang kejayaan sekaligus simbol imperialisme Belanda.


Dalam Balutan Paisley
Sempat digandrungi kalangan aristokrat, motif paisley justru dipopulerkan kembali oleh para musisi rock yang mengusung antikemapanan.


KOTOE Mengejar Pajak
Inflasi mendorong Presiden Sukarno meluncurkan program pengampunan pajak. Hasilnya melebihi target.


Jejak Pengampunan Pajak
Pengampunan pajak bukan program baru. Pemerintahan Soeharto juga menerapkannya demi memperoleh anggaran pembangunan.


Suara dari Rimba Raya
Radio Rimba Raya menyambung nyawa Republik kala senjata tak lagi sanggup memenangkan pertempuran. Perannya tak banyak terungkap.


Busung Lapar di Gudang Beras
Busung lapar melanda Lombok Selatan, yang dikenal sebagai gudang beras. Ironi ini mendapat perhatian serius dari seorang anggota DPR.


Drama Tiga Nama
Jika Usmar Ismail disebut sebagai Bapak Perfilman Indonesia, apa yang pantas disematkan pada Huyung, sineas asal Korea Selatan?


Hinatsu Eitaro, A Filmmaker with Three Names
If Usmar Ismail is called 'the Father of Indonesian Film', what name does Huyung deserve? This one-of-a-kind figure made a name for himself in Indonesian cinema.


Bergaya dengan Sepeda Roda Tiga
Sepeda roda tiga dibuat untuk anak-anak. Desain dan warna dirancang menarik. Namun, estetika klasik hilang karena muncul plastik.

Ads
Ads
Ads
bottom of page












