top of page



Perempuan yang Hadir di Proklamasi Kemerdekaan
Proklamasi kemerdekaan tidak hanya dihadiri kaum lelaki. Para perempuan ini juga hadir dalam peristiwa bersejarah kelahiran Republik Indonesia.


Dua Perempuan dalam BPUPKI
Hanya ada dua perempuan dalam BPUPKI. Dia mengusulkan hak asasi manusia dalam UUD 1945.


Kartini dari Kacamata Masa Kini
Drama berlatarbelakang sejarah nan apik tapi minus riset.


Buku Kartini dalam Beragam Bahasa
Buku kumpulan surat-surat Kartini diterbitkan dalam beragam bahasa.


Mencatat Gagasan Perlawanan
Saat suara kencang dibungkam, tulisan menjadi alat untuk menyuarakan perlawanan.


Meruntuhkan Tembok Pembatas
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.


Api Kartini dalam Perjuangan Petani Kendeng
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.


Anak Kartini Jenderal Kiri
Anak Kartini satu-satunya berkarir di militer. Dia diberhentikan sebagai panglima divisi karena bersimpati kepada kelompok kiri.


Jalan Kartini Temukan Islam
Kartini bercita-cita memperbaiki citra agamanya. Berguru kepada Kyai Saleh Darat, memperdalam Islam atas nama ketuhanan dan kemanusiaan.


Habis Gelap Terbitlah Sekolah
Orang-orang Belanda yang berpandangan maju mewujudkan perjuangan RA Kartini untuk mendirikan sekolah-sekolah untuk wanita.


Suluh Bagi Perempuan
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.


Mencari Indonesia versi 17 Agustus
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.


Di Bawah Bayangan Kartini
Selain Rumah Sakit Umum di Tegal yang meminjam namanya, hampir tak ada monumen atau apapun yang bisa membuktikan perjuangan adik Kartini ini


Atas Nama Kodrat Perempuan
Bagi negara, perempuan merupakan ancaman bagi kemapanan sistem sosial dan ekonomi sehingga harus dikendalikan.


Emiria Sunassa, Perupa Perempuan Genius
Emiria Sunassa terlupakan dalam sejarah. Padahal, ia salah seorang pelopor senirupa Indonesia modern.

Ads
Ads
Ads
bottom of page












