Dari genosida ke genosida. Lebih dari 8.000 jiwa musnah dalam genosida di Srebrenica tiga dekade silam. Kini, sudah lebih dari 73 ribu nyawa di Palestina melayang.
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
Adam Malik dekat dengan pelukis ternama Indonesia dan mengoleksi karya mereka. Sebagian besar dari koleksinya menjadi fondasi awal berdirinya Museum Seni Rupa dan Keramik.
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Kendati dididik militer di Kadet Brastagi semasa revolusi fisik, Del Juzar merantau ke Jakarta jadi aktor di film-film Usmar Ismail. Berakhir jadi pengacara.
Keluarga van Roijen punya tempat dalam sejarah diplomasi Indonesia. Sang ayah jadi juru runding Belanda dalam perundingan Roem-Roijen dan penyelesaian sengketa Papua. Anaknya menjadi duta besar Belanda untuk Indonesia.
Penyanyi dan aktivis kulit hitam Amerika Serikat, Paul Robeson menyanyi lagu Indonesia Raya dalam aksi solidaritas mendukung kemerdekaan Indonesia. Suaranya juga hadir di KAA.
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Tentara punya andil besar dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kemanunggalannya dengan rakyat di masa revolusi itu kelak jadi embrio Dwifungsi ABRI.
Sebagai peletak dasar Dwifungsi ABRI, Jenderal A.H. Nasution disebut Bapak Dwifungsi. Namun, dia kecewa melihat konsep yang digagasnya itu dalam praktiknya melenceng di masa Orde Baru.
Pengesahan UU TNI menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya dwifungsi ABRI seperti pada masa Orde Baru. Kritik datang dari kalangan ABRI termasuk penggagasnya Jenderal A.H. Nasution.
Dwifungsi ABRI berakar historis sejak masa revolusi hingga berujung penolakan pada 1998. Setelah dihapuskan pada masa reformasi, kini dwifungsi dikhawatirkan kembali lewat revisi UU TNI.
Jenderal Nasution menelurkan konsep Jalan Tengah yang kemudian dimantapkan jadi Dwifungsi ABRI di masa Orde Baru. Mendorong keterlibatan militer dalam institusi sipil hingga merambah sektor ekonomi.