Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
Kisah generasi pertama Timnas Indonesia. Jauh dari hingar bingar publisitas dan fasilitas mewah, mereka berlaga di lapangan hijau demi mengharumkan nama Indonesia.
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan penulisan ulang sejarah Indonesia menjadi isu yang disoroti Amnesty International Indonesia dalam rapor merah HAM pemerintahan Prabowo-Gibran.
Semasa menjadi panglima di Kalimantan Barat, Musannif Ryacudu membuktikan loyalitasnya kepada Presiden Sukarno dengan membiayai sendiri operasi Ganyang Malaysia. Kariernya redup setelah peristiwa G30S 1965.
Lebih memilih untuk menjadi serdadu, Gatot Soebroto yang jago berkelahi memulai kariernya melalui KNIL. Ikut PETA hingga memimpin Pertempuran Ambarawa.
Dua tahun bergulir, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto delapan kali ganti “pemain” di kabinetnya. Dahulu Presiden Soeharto terbilang “irit” reshuffle pembantu-pembantunya.
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Indonesia meminta bantuan Jerman Barat untuk proyek Lampung pada masa Sukarno. Dibayangi kontroversi, pabrik peleburan bijih besi itu akhirnya dibangun pada era Soeharto.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Motif menjalankan perintah atasan tak cukup untuk menyelamatkan pasukan Tjakrabirawa dari jerat hukum. Beberapa di antaranya dijatuhi hukuman mati dan seumur hidup.
Menjelang lengsernya Presiden Sukarno, sejumlah pejabat dan pengusaha masuk ke dalam daftar penangkapan. Kediaman mereka ikut jadi sasaran amuk massa, menyingkap sejumlah temuan mencengangkan.
Tiga hari sebelum G30S meletus, Utuy berangkat ke Tiongkok untuk berobat atas anjuran D.N. Aidit. Tak bisa pulang ke tanah air dan hidup di tengah Revolusi Kebudayaan Mao Tse Tung.