Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
Karya-karya ikonik dari Brontë bersaudara sudah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Namun, ketika awal diterbitkan di Inggris, mereka menggunakan nama pena laki-laki demi menghindari prasangka.
Banyak kampung Betawi di Jakarta yang hilang, bersalin rupa menjadi bangunan-bangunan modern simbol kota metropolitan. Sinetron Si Doel Anak Sekolahan mengkritiknya meski nyaris gagal lulus sensor.
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
Trubus melukis orang-orang terdekatnya. Pelukis kesayangan Sukarno ini menghilang setelah Peristiwa 1965. Lukisan istri dan kedua anaknya jatuh ke tangan Adam Malik.
Gula menjadi penanda status sosial dan melambangkan kekayaan karena hanya dikonsumsi para bangsawan. Keinginan akan gula yang terjangkau memicu perbudakan.
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
Mantan menteri penerangan Indonesia yang kariernya dimulai dari kopral radio di Jawatan Penerbangan milik KNIL ini pernah dikira mati setelah pesawatnya ditembak jatuh pesawat Jepang.
Peristiwa penyerangan terhadap orang Belanda di Padang membuat mantan tentara KNIL kembali aktif. Namun rasa kemanusiaannya membuatnya bersikap baik kepada pejuang RI.
Lantaran Palang Merah Indonesia tak boleh didirikan baik oleh penguasa kolonial Belanda maupun Jepang, di zaman perang orang Indonesia mendirikan dan aktif dalam Pekope.
Kyai Haji Subkhi tempat meminta jimat dan tuah bagi banyak pemuda bersenjata bambu runcing di masa Revolusi Fisik, Pemompa semangat tinggi pada perjuangan RI.