Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Dalam novel-novel karangannya, Motinggo Boesje menyuguhkan bumbu seksualitas dan erotisme yang digandrungi pembaca. Di akhir masa kepengarangannya, dia menekuni sastra serius.
Soekaesih menulis brosur tentang pengalaman pahit sebagai tahanan politik di Boven Digoel. Dia berkeliling kota di Belanda untuk membagikan pengalamannya. Menuntut penutupan kamp konsentrasi itu dan pembebasan para tapol.
VOC mengeksekusi 10 orang Inggris, 10 tentara bayaran Jepang, dan 1 orang Portugis yang dituduh berencana menyerang Benteng Victoria di Ambon tahun 1623.
Meski pendiri Bhayangkari dan istri Ketua Kepolisian Negara, Lena enggan menjadi ketua Bhayangkari. Ia tak ingin organisasi istri Polri ini dijalankan dengan watak feodalisme.
Kapolri Hoegeng kerap turun langsung ke lapangan demi membongkar sindikat pengedar narkotika. Pernah menyamar jadi orang teler dan berhasil meringkus anak seorang menteri.
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kepala Jawatan Kepolisian Negara -sekarang Kapolri-, pernah aktif dalam kegiatan freemason pada kurun 1950an. Ia menjadi kepala kepolisian sejak 1945 hingga dicopot tahun 1959.
Pandangan mantan Kapolri Awaloedin Djamin kepada Kapolri pertama Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang merupakan peletak dasar Kepolisian Indonesia.