Belanda berupaya menggagalkan misi diplomasi Indonesia di Timur Tengah dengan mengirim mata-mata yang dipimpin oleh Abdullah Alamudi, seorang keturunan Arab.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Tjong A Fie dihormati karena dedikasi dan dermawan. Pengusaha sukses ini membangun sekolah hingga rumah ibadah. Kepergiannya menjadi duka bagi kota Medan.
Upaya mengatasi pemalsuan rokok milik raja kretek Nitisemito. Mulai dari memproduksi bungkus rokok di Jepang hingga memberi hadiah kepada yang melaporkan.
Saudagar kopra merugikan petani dengan kontrak ilegal. Pemerintah membuat aturan untuk melindungi petani. Saudagar yang melanggar didenda atau dipenjara.
Pemerintah kolonial Belanda memborongkan pengiriman surat dan paket barang kepada J. Montolt. Pihak swasta itu mengakhiri kontrak karena tidak menguntungkan.