Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Mulai dari skandal perzinahan, prostitusi, pergundikan, obat kuat, hingga praktik homoseksual. Isu-isu seksualitas tersebut menjadi fenomena yang terjadi di tengah masyarakat kolonial.
Jonas Hanway dicemooh ketika pertama kali menggunakan payung di jalanan London pada abad ke-18. Meski diejek kurang maskulin, kebiasaannya justru diikuti banyak orang dan payung menjadi populer di kalangan pria.”
Pakaian bermotif garis-garis di Abad Pertengahan menjadi penanda bagi mereka yang terbuang dan tidak bermoral. Maknanya berubah pada Abad Pencerahan, motif garis-garis menjadi simbol kebebasan.
Pita Maha merupakan nama kelompok seni yang didirikan di Ubud pada 1930-an. Meski aktivitas kelompok ini terhenti imbas Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di Indonesia, karya-karyanya masih terus diminati hingga dipamerkan di luar negeri.
Beragam peti dibawa para pegawai VOC ketika berlayar kembali ke Belanda. Tak hanya menjadi tempat penyimpanan barang berharga, peti kayu ini turut menjadi penanda pangkat pegawai VOC
Beragam kisah tersimpan dalam sebuah furnitur. Tak hanya tentang material yang digunakan, tetapi juga siapa dan bagaimana kehidupan pemiliknya di masa lalu.
Meski dianggap aneh bahkan menjijikkan, posisi "groom of the stool" begitu diminati oleh para bangsawan kerajaan Inggris di masa pemerintahan Raja Henry VIII.