top of page



Sriwijaya Tak Berkuasa hingga Thailand
Temuan arkeologis membantah fakta Sriwijaya sebagai kerajaan terbesar di Nusantara.


Persebaran Situs-situs Kecil di Pesisir Utara Jawa
Survei arkeologi menemukan sekira 30 situs kecil masa Hindu-Buddha di pesisir utara Jawa. Tak diperhatikan sehingga dijadikan batu nisan hingga pengeras jalan.


Bunga dan Buah pada Zaman Kuno
Berbagai bunga, tumbuhan, dan buah-buahan dipahat dalam relief candi. Para penulis menjadikannya perumpamaan dalam karya sastra kakawin.


Suku Laut Sriwijaya
Ketika akan berperang, Sriwijaya menghimpun kekuatan armadanya dari para orang kaya, tentara dari raja-raja taklukan, dan suku laut.


Bertani Zaman Kuno
Relief-relief di candi menggambarkan kegiatan pertanian masyarakat Jawa Kuno, dari menghalau hama sampai mengolah hasilnya.


Katakan Cinta dengan Kelopak Bunga
Bagaimana orang Jawa Kuno menyatakan cinta? Pada masa itu sepasang kekasih saling kirim surat cinta dengan kelopak bunga pudak.


Empat Tipe Perempuan Jawa Kuno
Perempuan Jawa Kuno dibagi dalam empat tipe, dari paling utama sampai paling buruk.


Sriwijaya Genjot Pajak
Pendapatan Kerajaan Sriwijaya berasal dari dua sumber: ekspor dan pajak. Namun, pajak malah berbuah serangan dari Kerajaan Chola.


Inilah Akta Kelahiran Sriwijaya
Prasasti batu bundar berusia lebih dari satu milenium dari salahsatu kerajaan maritim terbesar ini baru terbaca di awal abad ke-20.


Indonesia, Tempat Utama Evolusi Manusia
Fosil Homo erectus pertama dan terbanyak ditemukan di Indonesia. Karenanya Indonesia menggagas pendirian pusat studi evolusi manusia.


Masa Silam Cerita Binatang
Cerita binatang berisi pesan moral menghiasi dinding-dinding candi di Jawa.


Wallace Menuntun Dubois Menemukan Manusia Jawa
Dituntun karya Wallace, Dubois pergi ke Hindia Belanda untuk mencari leluhur manusia.


Melacak Jejak Dukun Beranak
Relief candi dan artefak mengabadikan peran dukun beranak di masa lalu.


Ken Angrok di Layar Perak
Kisah Ken Angrok diangkat ke layar perak. Wataknya ditampilkan apa adanya sebagai pemuda brandalan, perampok hingga penjudi.


Penobatan Raja pada Masa Hindu-Buddha
Menjadi raja tidak instan. Ia harus melalui masa magang, penguatan legitimasi, dan mendapatkan restu.

Ads
Ads
Ads
bottom of page












