Belanda serahkan lagi tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Arca Siwa, Prasasti Damalung dan sebuah Al-Quran direpatriasi untuk disimpan di Museum Nasional.
Akhirnya Belanda serahkan koleksi Dubois. Tidak hanya fosil “Manusia Jawa” tapi juga 28 ribu temuan lain selama Dubois mengeksplorasi Sumatera hingga Jawa.
Pita Maha merupakan nama kelompok seni yang didirikan di Ubud pada 1930-an. Meski aktivitas kelompok ini terhenti imbas Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di Indonesia, karya-karyanya masih terus diminati hingga dipamerkan di luar negeri.
Repatriasi mengupayakan pemulangan benda-benda bersejarah yang bernilai budaya dan historis dari Belanda ke Indonesia. Berikut sejarah singkat repatriasi dan artefak yang telah kembali.
Tak hanya berasal dari Puri Denpasar pasca-Puputan Badung, koleksi benda rampasan yang direpatriasi tahun ini juga berasal dari sejumlah puri di Tabanan.
Benda bersejarah saksi bisu peradaban bangsa kini kembali. Setelah lama diperjuangkan proses pemulangannya, publik akhirnya dapat menyaksikannya secara langsung.
Pemerintah Indonesia menjajaki repatriasi benda-benda bersejarah sejak Konferensi Meja Bundar. Gagal terealisasi di era Sukarno karena terganjal resistensi Belanda.
Dijarah lewat ekspedisi militer berdarah. Sebagian dijual untuk menutupi biaya perang dan menyantuni janda KNIL. Setelah dipamerkan di museum negeri Belanda, kini akan dikembalikan ke Indonesia.