top of page



Islam di Asia-Afrika Mendukung Palestina
Meski tak diakui, PLO mewakili Palestina dalam Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) I di Bandung. Konferensi Islam global pertama ini mendukung kemerdekaan Palestina.


Konferensi Islam Asia Afrika Bikin Malaysia Senewen
Tuan rumah Indonesia sukses menggalang solidaritas anti-kolonialisme di antara negara-negara Islam Asia-Afrika. Malaysia yang dibekingi negara imperialis tak mau kalah berebut simpati.


Menyatukan Umat Muslim Dunia Lewat Konferensi Islam Asia Afrika
Konferensi Islam Asia Afrika I diselenggarakan sepuluh tahun setelah Konferensi Asia Afrika. Presiden Sukarno menyebut konferensi ini sebagai lonceng kematian bagi neo-kolonialisme dan imperialisme.


Ulah Letkol Sitompul Bikin Bung Karno Marah
Dalam sebuah jamuan, Bung Karno berang karena makanan yang disajikan untuknya mewah sendiri. Akibatnya seorang perwira militer setempat kena semprot residen Tapanuli.


Bertempur dengan Isi Kepala dan Bergerak dengan Madilog
“Madilog” karya Tan Malaka tidak hanya menularkan cara berpikir dan paradigma dalam melihat realitas tapi juga bergerak menjemput perubahan.


Mengenang Pak Tuba
Penyintas tragedi 1965 ini aktif memperjuangkan haknya direhabilitasi. Hingga akhir hayatnya, harapan itu tak kunjung tergenapi.


Kisah di Balik “Pabrik” Bayi Nazi
Lebensborn didirikan Nazi untuk melahirkan generasi baru yang memiliki ras unggul dan keturunan yang sehat. Program ini dianggap gagal.


Jasa Zus Ratulangi
Putri Sam Ratulangi ini memperjuangkan kemanusiaan lewat perjuangan kemerdekaan Indonesia. Banyak jasa telah ditorehkan oleh Zus Ratulangi.


Leluhur Ketua Pemuda Pancasila Jago Perang
Japto Soerjosoemarno, ketua Pemuda Pancasila, masih keturunan Raden Mas Said dan Sultan Agung.


Pramoedya dan Gelanggang Asia-Afrika
Di masa muda, Pramoedya memimpin delegasi Indonesia di Konferensi Pengarang Asia-Afrika. Ia gelorakan lagi semangat KAA 1955 di masa senja.


Pramoedya dan Perlawanan Pemuda
Dalam karya-karyanya, Pramoedya memunculkan karakter pemuda yang berani melawan penindasan meski perlawanan tak selalu berakhir kemenangan.


Pramoedya, Lekra, dan Lentera
Pramoedya Ananta Toer mengaku bukan orang penting di Lekra. Ia mengasuh rubrik Lentera yang menyerang para pendukung Manifes Kebudayaan.


Masa Belia Sang Pujangga
Didikan keras ayah dan lingkungan sejak kecil membentuk Pramoedya Ananta Toer menjadi pribadi tangguh, kreatif sekaligus peduli pada lingkungan sekitar.


Ketika Pram Dipenjara Gegara Membela Etnis Tionghoa
“Hoakiau di Indonesia”, karya Pramoedya Ananta Toer yang menegaskan sikapnya terhadap kemanusiaan dan anti-rasialisme.


Kakek Elon Musk Simpatisan Nazi dan Apartheid?
Aktivitas politik kakek Elon Musk dianggap radikal di Kanada. Pindah ke Afrika Selatan dan mendukung sistem apartheid.

Ads
Ads
Ads
bottom of page












