Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Perang mempertahankan kemerdekaan tidak hanya melibatkan pemuda pejuang saja. Bermodal nyali dan pengalaman, pejuang tua Aceh yang telah melawan Belanda sejak zaman kolonial juga turut ambil bagian.
Lain dulu, lain sekarang. Orang Aceh menyambut para pengungsi dari Sumatra Timur dengan tangan terbuka. Pejuang Aceh bahkan turun ke garis depan menghadapi tentara Belanda.
Permainan judi dilarang keras dalam suasana perang kemerdekaan. Di masa damai pun tetap menjadi perbuatan terlarang, namun tetap saja judi sulit diberantas sampai tuntas.
Arsip pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB tahun 1960 dan naskah Hikayat Aceh dari abad ke-17 ditetapkan sebagai Memory of the World oleh UNESCO.
Ayah dan suaminya gemar pada permata. Sultana Safiatuddin pun harus negosiasi harga permata pesanan suaminya dengan Belanda untuk menjaga kas kerajaan.