Berkali-kali diberitakan ditembak mati, Alimin justru muncul dalam keadaan sehat walafiat. Dia berperan membangun PKI yang terpuruk setelah Peristiwa Madiun.
Sukarno mengangkat Tan Malaka dan Alimin Prawirodirdjo sebagai Pahlawan Nasional untuk memenuhi penyatuan ideologi nasakom atau nasionalis, agama, dan komunis.
Masa kepemimpinan Sudiro sebagai wali kota Jakarta disebut periode berbenah. Namun, dalam membenahi Jakarta, Sudiro kerap konflik kebijakan dengan pemerintah pusat.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Pers membidik dugaan korupsi besar-besaran dan penyalahgunaan kekuasaan pimpinan pada manajemen PN Permina. Upaya seorang wartawan untuk melacak keterangan berujung apes.
Sosok penting di balik pembersihan orang-orang komunis dalam lembaga pers pemerintah. Sebelum jadi tentara, dia menggandrungi seni wayang dan main sandiwara
Pers Belanda memandang pembunuhan massal anggota PKI dan orang-orang yang diduga simpatisannya sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, bahkan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Artikel bersejarah karya Henk Sneevliet yang jarang disebut dalam sejarah Indonesia. Ia mengajak rakyat Jawa meniru revolusi di Rusia, bangkit melawan kolonialisme. Berujung pada pembuangan.
Sebelum dikenal sebagai menteri penerangan Orde Baru, Harmoko pernah bekerja sebagai wartawan. Ia membuat karikatur politik tanpa basa-basi tapi kualitasnya dinilai rendah.